Dalam Jerat HIV/AIDS

Hot News

Hotline

Dalam Jerat HIV/AIDS



Oleh : Isturia

Sungguh miris dan tragis. HIV AIDS tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Baru-baru ini tiga anak yang terdiri dari seorang laki-laki dan dua perempuan berinisial H (11), SA (10), dan S (7) diketahui sebagai pengidap HIV di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan, Sumut menempati posisi 7 di Indonesia yang terbanyak mengalami kasus HIV/AIDS.(Tribun Medan.com 22/10/2018).

Sedangkan Jawa Timur menduduki jumlah tertinggi penderita HIV/AIDS di Indonesia. drg MVS Mahanani, Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jatim menambahkan, Jawa Timur termasuk lima Provinsi dengan jumlah HIV tertinggi di Indonesia. Perkiraan jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Jatim mencapai 67.658 orang. Berdasarkan laporan HIV triwulan II Kemenkes tahun 2018 jumlah pasien HIV di Jatim menduduki peringkat 1 di Indonesia. 
"Kalau jumlah HIV kumulatif di Jatim sejak kasus pertama ditemukan pada tahun 1991 sampai dengan bulan mei 2018 sebanyak 46.628 orang (masih 68 persen dari perkiraan). Penemuan kasus baru serta tren penemuan kasus baru HIV dari tahun ke tahun memang naik. Tapi itu menunjukkan keberhasilan dalam deteksi dini," pungkasnya.(Surya co.id 18/10/2018)

HIV/AIDS memang masih menjadi penyakit paling mematikan di dunia. AIDS adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus HIV. Virus ini diidap oleh orang yang suka berzina dan gonta-ganti pasangan. Penularannya lewat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV, juga lewat transfusi darah dan penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi HIV, serta dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayi saat hamil, melahirkan dan menyusui. 

Akar masalah HIV/AIDS

Tak ada asap kalau tak ada api. Benar kiranya ungkapan ini bila dikaitkan pada kasus HIV/AIDS. HIV /AIDS bersumber dari hubungan seks bebas, pergaulan bebas, prostitusi. Jumlah penderita HIV/AIDS semakin lama semakin meningkat berbanding lurus dengan maraknya seks dan pergaulan bebas saat ini. Paham liberal menjadi pangkal permasalahan ini. Kebebasan tanpa batas dalam berprilaku menjadi gaya hidup sebagian orang. Seolah-olah tubuh ini hanya milik manusia. Pencipta tidak berhak mengatur mereka. Jadilah hawa nafsu sebagai pengendali mereka. Tanpa mengindahkan aturan agama, kemaksiatan terus dilakukan. Hal ini terjadi karena sistem pergaulan yang salah sebagai turunan dari sistem kufur.

Solusi Islam

Allah tidak hanya menciptakan manusia tapi juga memberi seperangkat aturan kehidupan untuk menyelesaikan semua permasalahannya. Termasuk solusi dalam masalah HIV/AIDS. Sumber penyakit ini adalah seks bebas sehingga untuk memutus rantai penyebarannya harus menghentikan praktek seks bebas. Memberikan edukasi di tengah-tengah masyarakat tentang Islam secara menyeluruh. Memahamkan kepada mereka untuk tunduk dan terikat dengan syari'at Islam secara total. Misalnya dilarang berkhalwat termasuk pacaran, dilarang ikhtilat kecuali yang dibolehkan syara', laki-laki harus menundukkan pandangan, perempuan harus menutup aurat, tidak boleh tabarruj.

Negara mengontrol media. Menghapus hal-hal yang memicu munculnya syahwat, meniadakan setiap tayangan yang membangkitkan nafsu syahwat liar, memblokir grup-grup maksiat di sosmed. Negara juga menutup tempat-tempat hiburan malam, melarang prostitusi. Menghukum pelaku seks bebas. Bagi yang sudah menikah (muhshan) dikenai sanksi rajam, bagi yang belum menikah (ghairu muhshan) dikenai sanksi jilid 100 kali. Sanksi diberikan sebagai penebus dosa dan efek jera bagi yang lainnya. 

Bagi penderita HIV/AIDS, negara mengkarantina mereka, menggratiskan biaya pengobatannya, memberinya santunan selama dikarantina, me-recovery-mentalnya sehingga bisa menerima kondisi yang ada, memandang masa depan dan sisa  hidupnya dengan sabar, tawakal dan positif. Negara membiayai riset untuk menemukan penawar HIV/AIDS.  
Solusi ini tidak bisa diterapkan kecuali dalam sistem Islam.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.