Generasi Brutal : Output Pendidikan Liberal

Hot News

Hotline

Generasi Brutal : Output Pendidikan Liberal



Oleh : Ekky Marita M., S.Pd.

Pendidikan adalah pondasi penting dalam mencetak generasi penerus peradaban. Melalui pendidikan inilah sarana untuk membentuk generasi berkepribadian dan berprestasi. Di era Kapitalis, pendidikan karakter belum cukup mampu untuk mewujudkan pribadi generasi menjadi lebih baik sesuai harapan pemerintah. Bahkan sebaliknya menjadi generasi berwatak keras dan brutal. Kali ini kekerasan tidak dilakukan oleh oknum guru melainkan siswalah yang melakukan tindak kekerasan terhadap guru. Sebut saja kasus Pak Joko guru SMK yang dikeroyok oleh beberapa siswanya dan sukses viral di dunia maya.

Dikutip dari m.detik.com, video lima orang siswa mengganggu guru di dalam kelas viral di media sosial. Sang guru akan diberi pendampingan, sedangkan para murid menandatangani surat pernyataan.
Sikap siswa dengan gurunya sangat tak santun bahkan bisa dikatakan sangat tak beradab. Jauh dari karakter yang diharapkan dari tujuan pendidikan saat ini. Sayangnya, sistem pendidikan yang diadopsi oleh negeri ini menggunakan sistem pendidikan Liberal yang mengedepankan kebebasan siswa dalam bertindak, berekspresi, dan bertutur kata sesuai dengan pemikirannya tanpa batas.

Pendidikan Liberal dan Output-nya
Pendidikan sejatinya adalah sarana menimba ilmu serta membentuk kepribadian siswa yang mencerminkan ilmu yang dimilikinya. Sekolah menjadi tempat untuk membina dan membimbing siswa agar berkepribadian terpuji, disiplin, dan berprestasi. Pendidikan Liberal dengan asas kebebasan memberi ruang untuk siswa mengembangkan potensi dan ekspresi dalam dirinya. Hal ini tidak cocok jika diterapkan pada siswa usia pra remaja yang sedang dalam proses pencarian jati diri dan aktualisasi diri. Sebab mereka masih membutuhkan arahan, aturan serta bimbingan dari guru. Jika diberi kebebasan tanpa pondasi yang kuat, maka siswa bisa salah arah. Apalagi dihadapkan dengan tantangan seperti media sosial, tontonan tak mendidik, lingkungan yang permissive dan provokatif maka siswa dapat mengadopsi sesuatu yang salah serta cenderung bertindak tanpa mau dikekang oleh aturan. 
Guru mengarahkan siswa agar berkepribadian baik, sedangkan tontonan memberikan contoh yang tak mendidik. Ketika hal itu tidak sesuai dengan keinginan dan kebebasan siswa, maka siswa akan menjadi berwatak keras bahkan menjadi brutal.

Pendidikan Liberal ini membuat siswa merasa apapun yang mereka lakukan dijamin dan dilindungi oleh hak kebebasan anak, meliputi hak berekspresi dan hak bertindak. Maka jelas, tujuan dari pendidikan Liberal ini adalah hak–hak individu dan kebebasannya terjamin. Dapat dilihat output yang dihasilkan dari pendidikan liberal ini menjadi generasi yang tidak beradab, amoral bahkan brutal. Umat tidak bisa mengharapkan generasi yang cerdas, beradab serta bertaqwa melalui pendidikan ini. Lantas bagaimana solusi agar pendidikan mampu mencetak generasi beradab, berkepribadian dan berprestasi ?

Pendidikan Islam sebagai Solusi Aktif
Sistem pendidikan tak lepas dari tujuan pendidikan yang diharapkan. Islam dengan kesempurnaan syariatnya pun mengatur bagaimana untuk menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi orang lain. Aturan ini tercakup dalam sistem pendidikan Islam. Pendidikan berlandaskan aqidah Islam memiliki tujuan untuk membentuk generasi yang beriman dan bertaqwa, dan terintegrasi dengan sistem yang lainnya. 

Konsep pendidikan Islam pada dasarnya berusaha mewujudkan manusia yang beradab, manusia yang sempurna sesuai dengan fungsi utama diciptakan oleh Sang Khaliq. Nilai keimanan dan ketaqwaan menjadi inti dari pendidikan ini. Siswa akan dikuatkan pondasinya dengan mempelajari segala sesuatu adalah milik ALLAH dan sebagai hamba harus taat pada perintah dan larangan ALLAH. Siswa dibekali ilmu pengetahuan sehingga mampu untuk mengembangkan potensinya. Tak hanya ilmu pengetahuan, siswa dididik dengan pola sikap, dan pola pikir yang berasas pada aqidah Islam sehingga membentuk generasi yang berkepribadian Islami. 

Ilmuwan yang lahir dari pendidikan Islam seperti : Al-Khawarizmi yaitu ilmuwan muslim yang ahli di bidang matematika. Ilmuwan Persia ini menemukan sistem penomoran 1-10 serta konsep aljabar dan algoritma. Tak hanya cerdas, beliau juga rajin dalam meningkatkan kualitas ibadahnya kepada ALLAH. Dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah dunia.

Jadi, pendidikan Liberal dengan gaung kebebasannya hanya membuat output menjadi brutal dan tak beradab. Lalu, apa yang diharapkan dari pendidikan liberal yang merusak generasi ? Saatnya melakukan perbaikan sistem pendidikan dengan penerapan Islam. Wallahualam Bisshowaab



Penulis adalah Guru dan Member Grow Up With Islam
Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.