Indahnya Bersatu Dalam Tauhid

Hot News

Hotline

Indahnya Bersatu Dalam Tauhid




Dapurpena.com-Perayaan Maulud Nabi SAW diperingati kaum muslim di Indonesia setiap tahunnya dengan semarak. Setiap even berbeda tema dan teknis perayaannya. Namun ada satu hal yang luput dari perhatian. Yaitu jika kita mencintai Rasulullah SAW maka kita harus 'ittiba' (mengikuti) beliau dalam segala hal kecuali apa yang sudah dikhususkan Allah SWT bagi beliau. 

Ahad, 25 November 2018 Majelis Ta’lim Rindu Syariah Sidoarjo mengajak kepada muslimah untuk ittiba’ Rasulullah dengan sebaik-baik ittiba’. Salah satunya adalah menyoal bendera tauhid. Bendera berlafazkan Laa Ilaha illallahu Muhammad Rasulullahu, adalah lambang persatuan dan perjuangan kaum muslim kala Rasulullah menjadi pemimpin dalam misi penyebaran Islam. Dan ironinya, banyak yang belum mengenal bahkan membenci bendera umat ini.


Majelis Talim yang dihadiri sekitar 30 ibu-ibu ini, menghadirkan Ustazah Ir. Zuraida sebagai pembicara. Dengan gaya khas melucu nan seriusnya, beliau mampu menghipnotis jamaah untuk antusias menyimak pemaparannya tentang bendera pemersatu umat itu. 

Bahkan ada beberapa dari jamaah yang hadir, berkaca-kaca dan meneteskan air mata, saat Ustazah berkisah tentang bagaiman sahabat Mushab bin Umair harus kehilangan tangan kanan dan kirinya, bahkan nyawanya hanya demi mempertahankan bendera Tauhid dalam perang Uhud.

Lebih mengharukan lagi, tentang Perang Mu’tah, yang melahirkan  tiga ksatria muslim yang begitu cintanya  kepada  Islam. Nyawa bukan lagi hitungan bagi mereka ketika kalimat Allah tegak berdiri dan mereka beroleh jannah. 
Ibrah dari kedua kisah tersebut, seberapa cintakah kita kepada agama ini? Seberapa besar pembelaan kita terhadap kalimat tauhid ini? 

Berharap dengan Majelis Rindu Syariah ini, muslimah menjadi tercerahkan atas apa yang menjadi polemik akhir-akhir ini. Fitnah, adu domba, dan permusuhan antara golongan umat Islam yang terjadi adalah bagian dari upaya kafir untuk memecah belah umat kesayangan Nabi ini. 

Dengan dakwah, diharapkan tidak ada lagi perbedaan golongan, madzab, suku, budaya, dan status, karena kita semua adalah satu tubuh, bersaudara. Bersatu dalam naungan kalimat Tauhid yang sama, Laa ilaha illallaha Muhammad Rasulullah. 



Reporter: Rut Wahyuningsih
Editor: Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.