Kamukah Pahlawan Masa Depan?

Hot News

Hotline

Kamukah Pahlawan Masa Depan?



Oleh: Nafi'atur Rohmah, S.Pd.I
 (Pemerhati Remaja)

Kita tentu hafal  tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari apa? Iya, hari Pahlawan. Yang tiap tahun digelar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Setiap bangsa dalam waktu tertentu pasti punya pahlawan dan sosok pejuang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta pahala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (pahala) yang berkualitas bagi bangsa, negara dan agama. 

Begitu besarnya jasa seseorang hingga diberi gelar pahlawan. Lantas seperti apakah sosok pahlawan di era milenial? Sosok pahlawan di mata kaum muda saat ini dipandang sebagai sosok yang sempurna. Pemberani, siap berkorban demi bangsa dan agama. Punya banyak karya, dan pasti ikut berperang mengusir penjajah. Begitulah pandangan pemuda tentang pahlawan. 

Nah jika seperti ini, maka kecil kemungkinan para pemuda zaman now bercita-cita menjadi pahlawan. Padahal sikap kepahlawanan bisa dilakukan oleh siapapun, kapanpun, di manapun. Menolong atau melakukan sesuatu untuk orang lain, berkorban waktu, tenaga, harta bahkan nyawa dalam melakukan suatu kebaikan merupakan salah satu sikap kepahlawanan.

 Bisa saja kita memberi gelar pahlawan pada para relawan yang menolong korban bencana alam, kepada para guru yang ikhlas memberikan bimbingan dan ilmu, atau pada seorang yang tak dikenal yang tiba-tiba membantu kita saat kita dalam kesulitan. Karena sesuai dengan namanya yang berasal dari kata pahala dan wan yaitu orang yang pantas mendapatkan pahala atas kebaikannya.

Pahlawan dalam Pandangan Islam
Pahlawan dari sudut pandang Islam, yakni orang yang berjuang untuk menegakkan aturan Islam, yang bejuang untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin, beramar ma'ruf nahi mungkar dan senantiasa mengajak manusia agar bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT memerintahkan pada kaum Muslim dalam Al Qur'an Surat Ali Imran ayat 104, 
وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Teladan sempurna sosok pahlawan Islam tentulah Rasulullah SAW. Selain sebagai pembawa Risalah Allah SWT, beliau juga seorang pemimpin sejati. Rasulullah SAW adalah panglima perang yang gagah berani dan juga seorang pengemban dakwah Islam yang penuh kesabaran. Termasuk juga para sahabat Nabi SAW dan generasi awal Islam, terkenal dengan ketangguhannya dalam membela Agama.  

Mereka yang berperang di jalan Allah. Mereka yang mati, meneteskan peluh dan darahnya untuk membela Agama karena Allah. Juga mereka yang penuh kesabaran mendakwahkan Islam hingga ke seluruh penjuru dunia. Dijanjikan atas mereka surga oleh Allah, bahkan orang-orang yang gugur dijalan Allah dimuliakan dengan hidup di sisi Tuhannya.

”Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka bersama-sama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah atas mereka dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh; dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS. An Nisa: 69)
.
Menjadi Pahlawan Masa Depan

Menjadi seorang pahlawan pada masa kini, tentu tidak harus selalu berperang secara fisik dengan mengangkat senjata. Akan tetapi berjuang melawan hawa nafsu, kebodohan, kemaksiatan yang terbungkus berbagai kenikmatan, juga berperang melawan fitnah-fitnah serta ide-ide yang menghacurkan Islam. 

Akhir-akhir ini banyak sekali upaya untuk menjauhkan kaum muslim dari ajaran Islam. Penistaan ajaran Islam bahkan simbol-simbol Islam dikriminalisasi dan dimonsterisasi. Seolah-olah simbol Islam itu jahat dan berpengaruh buruk bagi kaum muslim. Juga ada upaya pelemahan semangat ukhwah Islam yang sudah mulai kuat, dengan upaya adu domba antar kaum muslim. 

Sebagai pemuda muslim tentu kita harus berdiri paling depan dalam membela agama Islam. Umat sedang butuh sosok pahlawan Islam yang mampu berdiri tegak, memimpin kaum muda menjadi agent  of change. Yang tidak hanyut dalam suka cita remaja yang menyilaukan mata.

Pahlawan yang menggenggam tangan saudaranya untuk tetap teguh dalam ketaatan pada Rabb Nya. Umat menantikan pemuda sosok pahlawan penggerak perubahan. Yang seru lantang suaranya melawan kemaksiatan. So, kamukah pahlawan masa depan? Wallahu 'alam biash showwab.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.