MELAWAN OPINI BURUK NEGARA KHILAFAH

Hot News

Hotline

MELAWAN OPINI BURUK NEGARA KHILAFAH



 Oleh : Binti Adib, S Pd


Akhir-akhir ini gagasan Islam Moderat di Indonesia semakin gencar dikampanyekan ke tengah-tengah umat.   Kampanye ini mendapat dukungan   beberapa tokoh agama dan penguasa di negeri ini. KTT ulama, seminar,diskusi dan sejenisnya banyak diselenggarakan untuk  mengkampanyekan Islam moderat.  Mulai dari istana, pesantren, kampus, sekolah, masjid menjadi  tempat  agenda Islam Moderat.

Prinsip utama Islam Moderat   adalah menerima sumber hukum buatan manusia. Islam moderat tidak menerima  kedaulatan syariat Islam. Karakter Islam moderat antara lain tidak anti Yahudi, menentang Khilafah, kritis terhadap Islam, mengganggap Nabi Muhammad bukan uswah hasanah, menolak jihad, netral terhadap Israel, tidak marah ketika Nabi dihina, menentang jilbab syar’i.  

Apabila  dicermati  karakter muslim seperti ini tidak ada  di jaman Nabi dan masa sahabat. Gagasan Islam moderat  ada hubungannya dengan War on Terror. Sejak bom di gedung  WTC , 11 September 2001 George  W Bush mengkampanyekan War on Terror.  Dia menyatakan, ”Warga Amerika tidak hanya akan menyaksikan satu perlawanan , tetapi rangkaian perlawanan yang tidak kita lihat sebelumnya."

 Perang ini terus berlanjut meskipun Amerika berganti presiden, hingga sekarang. Dana yang dihabiskan pada masa GW Bush  18 ribu trilliun rupiah. Pada masa Presiden Obama  telah menghabiskan 12 ribu trilliun rupiah untuk program WoT. Indonesia terlibat dalam perang ini. Strategi yang digunakan ada dua. Yaitu  pendekatan kekerasan dan pendekatan lunak. 

Pendekatan kekerasan dilakukan dengan melakukan penangkapan terhadap terduga teroris. Sedangkatan pendekatan lunak dengan deradikalisasi.  Deradikalisasi  ditujukan untuk menghilangkan  ide-ide 'radikal'. Pemikiran radikal ini ditafsirkan sewenang–wenang oleh Barat. Muslim disebut radikal bila dia meyakini hijrah, jihad, daulah Islam, dan Khilafah, sebagai pemikiran penting dalam Islam. 

Yahudi dan Nasrani yang dimotori peradaban kapitalisme Barat  menganggap ide-ide tersebut harus dienyahkan dan diganti dengan pemikiran yang bisa diterima Barat.  Dengan demikian hadirnya gagasan Islam Moderat adalah untuk  menghadang Islam yang dianggap 'radikal' yaitu Islam kaffah, menghadang kebangkitan Islam. Maka dibuatlah opini negatif tentang perjuangan Islam kaffah dengan sebutan Islam radikal, Islam teroris dan lain sebagainya. 

Termasuk opini buruk terhadap konsep khilafah. Khilafah dikatakan bukan ajaran Islam, tetapi ajaran kelompok tertentu. Khilafah digambarkan seperti ISIS, khilafah berdarah-darah. Hingga muncul ungkapan ‘jangan suriahkan Indonesia'. Padahal Khilafah  adalah ajaran Islaim. Khilafah adalah penerus negara Islam yang didirikan baginda Nabi Muhammad SAW.  

Rasulullah SAW bersabda : “ Akan ada era kenabian di tengah-tengah kalian. Atas kehendak Allah, ia akan tetap ada. Kemudian Dia mengakhirinya jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian.” (HR  Ahmad).

 Konsep pemerintahan Islam ada sejak jaman Rosulullah. Setelah Rasullulah hijrah ke Madinah beliau mulai menerapkan Islam dalam semua aspek kehidupain. Selain sebagai Rasul, para ulama sepakat bahwa Nabi Muhammad sebagai kepala negara. Beliau menyelesaikan persengketaan di tengah masyarakat, memberi sanksi bagi pencuri dan pezina, memimpin perang dan lain sebagainya. 

Ketika Rosulullah wafat, pemerintahan Islam dilanjutkan para sahabat yang dikenal dengan Khulafaur Rosyidin. Terus berlanjut dengan segala dinamikanya hingga Khilafah berakhir 1924 M. Khilafah bukan hasil rekaan para sahabat. Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya penolakan terhadap khilafah, sebab sejarah menunjukkan adanya kasus pertumpahan darah dalam kekhalifahan. 

Hanya saja sejarah bukan disikapi sebagai penentu menerima atau menolak sistem khilafah. Sejarah sebagai peristiwa masa lampau sekedar dijadikan pelajaran dan kajian pelaksanaan hukum-hukum syariat oleh manusia. Dalam Islam yang menjadi sumber hukum adalah al Qur’an, as Sunnah, ijma’, dan qiyas. Sistem Khilafah bukanlah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh malaikat sehingga tanpa cacat dalam pelaksanaannya. 

 Khalifah diangkat oleh umat dengan bai’at. Khalifah bukan manusia suci yang bebas dari salah dan dosa. Khalifah boleh dikoreksi apabila melakukan penyimpangan dalam menjalankan syariat, melalui mekanisme yang telah ditetapkan hukum syariat. Khalifah secara syariat dapat diberi sanksi apabila melanggar hukum. Syariat Islam akan membawa kemaslahatan apabila dilaksanakan. 

Dan sebaliknya akan mendatangkan keburukan apabila ditinggalkan. Ini adalah sebuah keyakinan. Sejalan dengan firman Allah dalam surat al Anbiya’ bahwa Islam rahmat bagi seluruh alam. Syari’at Islam hadir untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia. Di dalamnya ada seperangkat sistem.

Sistem ekonomi Islam diterapkan bagi Muslim dan non Muslim, melarang riba dan judi, serta menggunakan mata uang dinar dan dirham menjadikan ekonomi tumbuh nyata dan stabil. Karena bertumpu pada kegiatan ekonomi riil yang kuat dan tidak mudah inflasi dan depresiasi. Berbeda dengan sistem ekonomi Kapitalis yang  ditopang ribawi dan perjudian menghasilkan buble economy yang rentan terhadap gejolak.

Sistem pendidikan Islam diorientasikan membentuk kepribadian Islam, menguasai tsaqofah Islam, sains dan teknologi. Pendididkan diselenggarakan secara gratis untuk semua rakyat. Muslim dan non Muslim. Kaya dan miskin. Semua rakyat mendapat kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim. 

Sebaliknya sistem pendidikan sekuler menghasilkan sosok yang diragukan kualitasnya. Perilaku amoral  generasi muda banyak kita saksikan. Generasi muda hasil pendidikan sekuler yang menguasai sains dan teknologi jumlahnya sangat sedikit dari keseluruhan pelajar dan mahasiswa. Biaya pendidikan cukup mahal. Akibatnya tidak semua orang dapat menikmati layanan pendidikan.

Syariat Islam sangat tegas dalam menjaga keamanan, jiwa, harta, dan kehormatan melalui penerapan ‘uqubat kepada pelaku perampokan, pencurian, pelacuran dan minum minuman keras serta pembunuhan. Dengan sanksi yang tegas, angka kriminalitas ditekan serendah mungkin. Demikian juga penyakit sosial. Dibandingkan hari ini, berita kriminal menghiasi berbagai media masa setiap hari.

Penerapan sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi Islam dan juga syariat Islam lainnya hanya mungkin jika bentuk negaranya adalah Khilafah. Kaum Muslim yang telah mempelajari ajaran Islam dari para ulama yang lurus, akan mendapati bahwa Khilafah ajaran Rasulullah. Hanya saja, orang-orang yang membenci Islam berusaha menutupi dan mencitraburukkan ajaran Khilafah. 

Mereka takut munculnya kebangkitan Islam akan menjadi ancaman bagi mereka. Khilafah adalah fakta tak terbantahkan. Sistem Khilafah-lah yang memainkan peranan penting dalam membawa Islam ke seluruh penjuru dunia. Menyatukan jazirah Arab, Persia, Afrika, serta sebagian Eropa dan Asia. Di bawah sistem ini ,umat Islam menjadi umat dengan peradaban tinggi. Tentu kita merindukan kenyataan itu terulang kembali. Wallohu a’lam.



Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.