Panji Rasul, Bukan Sekedar Bendera

Hot News

Hotline

Panji Rasul, Bukan Sekedar Bendera




Oleh : Nadia Salsabyla.

Polisi akhirnya telah menetapkan pihak-pihak yang terkait atas insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dinyatakan sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pasca gelar perkara alat bukti, pihak kepolisian memutuskan bahwa pembawa bendera tersebut merupakan yang menjadi pemicu atas insiden pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober 2018 di Kabupaten Garut.

“Laki-laki penyusup inilah sebenarnya orang yang sengaja ingin mengganggu kegiatan HSN yang resmi dan bertujuan positif,” kata Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada Republika.co.id, Kamis (25/10).

Seperti itulah kenyataan yang kita dapati saat ini. Ketika bendera tauhid dibakar, bendera Rasulullah saw dihina, dan simbol pemersatu kaum muslim dinistakan, namun pemerintah lebih memihak sang penista, bahkan aparat kepolisian pun turut mendukung aksi mereka dengan berbagai alasan. Beginikah seharusnya muslim memperlakukan kalimat tauhid? Apakah sebenarnya masih ada keadilan yang tersisa dalam negeri ini?

Jika ditelisik, alasan-alasan yang mereka ungkapkan memiliki dasar yang lemah. Pertama, mengenai bendera tauhid tersebut dikatakan sebagai bendera HTI, padahal dalam hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda :

كانت راية رسول الله –صلى الله عليه وسلم – سوداء ولواؤه أبيض، مكتوب عليه لا إله إلا الله محمد رسول الله

“Rayah Rasulullah saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih, tertulis diatasnya Laa ilaaha illa Allah muhammad rasulullah."

Jadi, bendera tauhid bukanlah hanya milik organisasi masyarakat tertentu saja, namun milik semua kaum muslim, dimanapun mereka berada, sekaligus kalimat yang mempersatukan semua insan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka benarlah yang dikatakan oleh Rasullullah saw bahwa rayah (panji) yang berwarna hitam tersebut beliau sebut sebagai al-uqab. Dinamakan al-uqab karena kibarannya yang menyerupai elang, namun bukan sembarang elang, tetapi itu adalah elang uang berasal dari padang pasir dengan jenis yang paling perkasa, bila ia sudah mengudara, maka yang lain pun tunduk kepadanya. Dan telah Rasulullah contohkan juga ketika beliau mempersatukan kabilah–kabilah Arab dibawah bendera tauhid ini, yang mana sebelumnya, setiap kabilah  memiliki bendera mereka masing–masing.

Kedua, mengenai HTI yang dikatakan sebagai organisasi masyarakat terlarang, padahal dalam putusan pencabutan badan hukum terhadap HTI kala itu tidak disebutkan bahwa organisasi masyarakat tersebut merupakan organisasi terlarang. Seperti yang dikatakan oleh Yusril Ihza Mahendra, bahwa pemerintah dalam hal ini  telah mencabut status badan hukum HTI, yang sekaligus bermakna pembubaran HTI. Namun, tidak disebutkan bahwa HTI merupakan organisasi terlarang.

Hal tersebut merupakan satu di antara sekian banyak kasus penistaan agama dengan topik dan objek yang sama, yaitu Islam dan kaum muslim dan memiliki subjek yang berbeda–beda, namun memiliki satu pengertian yang sama dari pihak aparat, yaitu pembelaan dan dukungan terhadap sang penista tanpa dijatuhi hukuman barang sedikit saja.

Ketika pelaku penistaan terdiam, pemerintah sibuk membuat alasan untuk membenarkan aksinya. Alih–alih menegakkan keadilan, aparat malah berusaha keras untuk mengklarifikasi perbuatan mereka. Inilah bukti bobroknya rezim sekuler, sistem yang memisahkan antara agama dari kehidupan bernegara. Membuat umat muslim tidak mengenali jati dirinya sebagai seorang muslim, membenci simbol–simbol agamanya, dan berdampak pada terpecah belahnya umat. Dan pada akhirnya, ketika umat muslim mejadi puing–puing, akan semakin mempermudah langkah pihak-pihak barat untuk menguasai dan mengendalikan kita.

Untuk itu, sudah waktunya bagi kita untuk mengembalikan segala urusan kita kepada ajaran Rasulullah, tidak terhenti pada ibadah mahdloh saja, tetapi juga urusan pendidikan, kesehatan, sosial, hingga politik. Karena, hanya dalam naungan Islam umat menjadi kokoh dan bersatu. Hanya dalam naungan panji Laa ilaaha illa Allah, semua makhluk-Nya bisa sejahtera, bahagia, serta selamat dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam bishowab




Penulis adalah Mahasiswa PBA Muhammadiyyah Sidoarjo
Editor : Rika .Y.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.