Penyalahgunaan Pembalut Wanita? Apa Solusinya?

Hot News

Hotline

Penyalahgunaan Pembalut Wanita? Apa Solusinya?




Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Maraknya penyalahgunaan pembalut pada kalangan muda saat ini sungguh mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, pembalut yang biasanya dipakai wanita saat haid disalahgunakan untuk mabuk-mabukan oleh anak muda. Dilansir dari cnnindonesia.com (8/11) bahwa penyalahgunaan pembalut sulit dijerat hukum dikarenakan tidak ada aturan pembalut digolongkan sebagai narkotika. 

Hal ini sungguh memprihatinkan dan miris melihatnya. Tentang penyalahgunaan pembalut ini, bagaimana Islam memandang tentang hal ini? Pertama, Islam mengajarkan, bahwa kita harus mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyib. Tidak hanya halal, akan tetapi baik bagi kesehatan tubuh. Makanan yang tidak halal, akan berdampak buruk bagi kita.

Allah pun mengabulkan doa hambaNya yang mengkonsumsi makanan halal dan thoyyib dan tidak menerima orang-orang yang mengkonsumsi makanan haram dan tidak thoyyib. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, yang artinya : “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula."

Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya : “Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 

Dan Allah juga berfirman, yang artinya: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.” 

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Kedua, Allah juga melarang keras pada hambaNya untuk meminum khamr dan mabuk-mabukan. Seperti dalam firmanNya, dalam Surah Al-Maidah ayat 90 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Qs Al Maidah : 90).

Ketiga, Allah mengutuk peminum khamr dan penjualnya. Dan dalam suatu hadits juga disebutkan bahwa Allah SWT mengutuk peminum khamr dan penjualnya, yaitu: “Allah melaknat (mengutuk) khamar, peminumnya, penyajinya, pedagangnya, pembelinya, pemeras bahannya, penahan atau penyimpannya, pembawanya, dan penerimanya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Selain ketiga hal di atas, hal yang paling penting adalah tentu memakan sesuatu, baik halal dan haram akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat kelak. Maka, marilah kita mulai muhasabah diri agar kita tidak memakan makanan haram. Dan mengajak saudara kita yang lainnya untuk tidak memakan sesuatu yang haram apalagi menyalahgunakan produk pembalut untuk mabuk-mabukan.

Solusi dari semua masalah penyalahgunaan ini adalah dengan Islam. Jika Islam diterapkan, tentu umat akan diberi pengetahuan tentang Islam secara benar dan keseluruhan sehingga tidak ada penyalahgunaan terhadap produk apalagi melakukan sesuatu yang Allah haramkan seperti mabuk-mabukan. Wallahu A'lam.


Novida Balqis Fitria Alfiani (Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)


Editor. Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.