Perda Syariah Dzalim, Benarkah?

Hot News

Hotline

Perda Syariah Dzalim, Benarkah?




Oleh: Puji Ariyanti
(Pemerhati Generasi)

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie saat memberikan pidato sambutan di HUT PSI ke-4 di ICE BSD. Sebelumnya, Grace mengatakan PSI akan menolak Perda berlandaskan agama termasuk Perda Syariah. 
"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung Perda-Perda Injil atau Perda-Perda Syariah," katanya. (Tribunnews.com)

Pernyataan Grace dalam pidato politiknya yang menolak Perda Syariah, adalah hal yang wajar di dalam sistem demokrasi. Karena sistem ini nyata-nyata memberikan peluang terhadap paham sepilis (sekuler prularisme liberalisme). Mereka menganggap Perda Syariah adalah sumber diskriminasi dan ketidakadilan. Perda Syariah menurutnya dianggap sebagai penyebab berbagai penutupan tempat ibadah.

Penerapan sistem sekuler di Indonesia menjadikan umat Islam menjauhkan dirinya dari kecintaannya terhadap Allah SWT, meliarkan pemikiran yang pada akhirnya mereduksi hukum-hukum Allah sehingga berbagai persoalan makin mendera. Dari persoalan ekonomi, pendidikan, politik, sosial budaya hingga pergaulan, telah tersentuh liberalisme. Sehingga rakyat hidup dalam penderitaan, kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, dan berbagai problem lainnya.

Benarkah Perda Syariah sumber diskriminatif dan ketidakadilan? 
Syariat adalah hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan manusia dengan alam sekitar bardasar Alquran dan Hadis (KBBI). Jadi syariat Islam adalah hukum yang dibuat oleh Allah SWT pemilik semesta raya ini yang diperuntukkan bagi manusia agar menjalani hidup ini dengan keteraturan, tanpa penyimpangan sehingga tercipta rahmat seluruh alam. Dengan demikian Islam bukan sekadar agama, tetapi sekaligus seperangkat aturan. Menolak Perda Syariah berarti menolak campur tangan Allah sebagai pengatur hakiki.

Pada masa kejayaan Islam (Kekhilafahan), sistem Islam telah mengatur masyarakat dengan sebaik-baiknya sehingga kerahmatan benar-benar terwujud. Perlindungan terhadap kaum minoritas telah dibuktikan ketika kaum Yahudi mengalami inkuisisi yang dilakukan oleh orang-orang Kristen di Spanyol pada abad ke-15. Mereka mendapat perlindungan dari Khalifah Bayazid II. Kala itu wilayah Negara Islam menjadi tempat tinggal mereka yang baru. Jadi telah terbukti bahwa semua masyarakat telah terlindungi dan menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi siapapun tanpa memandang keyakinan, agama, ras baik muslim maupun non muslim. Tentu saja kondisi seperti ini tidak dapat terpenuhi oleh sistem selain sistem Islam.

Allah SWT berfirman, 
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (Q.S. Al-Mā'idah: 48).

Jadi, sebuah kebohongan besar jika mereka mengatakan bahwa Perda Syariah akan menimbulkan kedzaliman. Sejarah telah membuktikan tidak ada sebuah sistem apapun seadil dan setulus sistem yang diciptakan oleh Allah SWT.
Sesungguhnya hanya dengan melaksanakan Islam secara kaffah seluruh umat dapat menikmati hidup yang adil, damai dan sejahtera dalam naungan dan ridha Allah SWT. Dalam kehidupan seperti itulah umat Islam dapat melaksanakan ketundukan secara nyata. Mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. Wallahu'alam bissawab.

Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.