Rezim Sekuler Pembela Penista Agama

Hot News

Hotline

Rezim Sekuler Pembela Penista Agama




Oleh Yuni Ummu Ilyas

Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tanggal 22 Oktober 2018  ternodai dengan aksi pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid yang sengaja dilakukan oleh sekelompok oknum yang berseragam banser dengan cara merebut bendera tersebut dari salah satu peserta kemudian membakarnya. Bendera tersebut bertuliskan kalimat tauhid: la illaha illallah muhammadu ar-rasulullahi.

Kejadian pembakaran tersebut terjadi di Garut, Jawa Barat. Menurut mereka alasan pembakaran tersebut dilakukan untuk menghormati dan menjaga kalimat tauhid (detikNews.23/10/2018). Selain itu, mereka juga mengganggap bahwa bendera tauhid tersebut adalah bendera milik salah satu ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dicabut BHP-nya oleh pemerintah.

Sungguh tindakan tersebut telah melukai kaum muslimin, dikarenakan mengaku muslim tetapi tidak paham dengan simbol Islam. Ditambah lagi sikap pemerintah terhadap pembakaran bendera tauhid mulai Kapolda, Menkopolhukam, Menag dan lain-lain yang terkesan menunjukkan pembelaan terhadap pelaku pembakaran dan penistaan agama tersebut.(Republik.co.id.25/10/2018)

Meluruskan pemahaman simbol Islam
Akibat penerapan sistem sekuler yang ada di masyarakat, umat Islam banyak yang tidak mengetahui  akan benderanya sendiri. Bahwa banyak disebutkan dalam hadith shahih tentang bendera. Yaitu tentang al-Liwa dan ar-Rayah. Di antaranya :
"Rayah (bendera) Rasulullah SAW. berwarna hitam dan liwa'nya berwarna putih. (HR.at-Tirmidzi,al- Baihaqi,ath Thabrani dan Abu Ya'la)
Di hadith lain juga disebutkan:
Rayah Rasulullah SAW. berwarna hitam dan liwa' nya berwarna putih. Tertulis la illaha illallah muhammadu ar-rasulullah. (HR.Abu Syaik Al-Ashbahani dalam Akhlak an-Nabiy SAW.)

Maka, sudah seharusnya kaum muslimin marah dengan pembakaran bendera tauhid tersebut. Melakukan aksi di mana-mana, tuntutan untuk meminta maaf kepada kaum muslimin serta mempidana pelaku pembakaran dan penista agama tersebut.
Umat Islam Bersatulah!

Indonesia merupakan negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim, penguasanya juga muslim tapi faktanya sikapnya tidak menunjukkan itu. Malah terkesan anti Islam. Akar masalahnya salah satunya adalah penerapan sistem demokrasi-sekuler, sehinga sering kali terjadi kasus penistaan agama seperti penistaan al-Qur'an, persekusi terhadap ulama juga kriminalisasi ajaran-ajaran islam, dan sebagainya. Sikap pemerintah membiarkan bahkan terkesan melindunginya. Inilah yang menyebabkan umat islam terpecah belah. 

Maka sudah saatnya umat islam bersatu, bersatu dalam panjinya Rasulullah SAW. La illaha illallah muhammadu ar-rasulullah. Umat islam jangan mau diadu domba, rakyat Indonesia harus memiliki pemimpin yang hanya takut kepada Allah SWT. Sikapnya tegas terhadap penista agama, memberikan hukuman yang memberikan efek jera terhadap pelakunya. Sehinga kemuliaan dan keagungan islam akan terjaga. Ini akan terwujud bila yang diterapkan adalah sistem islam dalam khilafah 'ala minhajin Nubuwah. Wallahu 'alam!

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.