Sekularisme Membela Penista Agama, Islam Solusinya

Hot News

Hotline

Sekularisme Membela Penista Agama, Islam Solusinya




Oleh: Lilieh Solihah (Revowriter Karawang)

Seperti yang kita ketahui beberapa pekan kebelakang telah terjadi pembakaran bendera tauhid atau yang lebih dikenal dengan Ar-royah pada saat Hari Santri 22-10-2018 di Garut, dan pelaku pembakaran adalah beberapa orang dengan oknum yang mengatasnamakan Banser. Mereka membakar bendera berdalih demi untuk menyelamatkan kalimat tauhid, tapi dilain itu mereka juga berdalih karena bendera itu merupakan bendera suatu kelompok ormas tertentu padahal sudah jelas di dalamnya hanya bertuliskan kalimat tauhid, yang mereka lakukan katanya spontanitas. 

Efek dari kejadian pembakaran bendera ini ternyata dahsyat. Tidak sedikit umat muslim yang marah dan geram dengan kejadian pembakaran tersebut dan puncak dari kemarahan itu disetiap kota di seluruh  negeri ini kini melakukan aksi bela tauhid dan untuk lebih mengenalkan bendera tauhid ke halalayak ramai bahwa bendera yang mereka bakar itu adalah Ar-royah, panjinya Rosulullah SAW yang berwarna hitam, dan yang berwarna putih adalah Al-liwa, benderanya Rosulullah SAW tertulis di dalamnya kalimat 'laa illaha illallaah Muhammaddurasulullaah'

«كَانَ لِوَاءُ -صلى الله عليه وسلم- أَبْيَضَ، وَرَايَتُهُ سَوْدَاءَ»
Bendera (liwâ’) Rasulullah –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam–berwarna putih, dan panjinya (râyah) berwarna hitam.” (HR. Al-Hakim, al-Baghawi, al-Tirmidzi. Lafal al-Hakim)[8]
Dari Ibn Abbas –radhiyaLlâhu ’anhu-:

«كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوبٌ عَلَيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ»
Panjinya (râyah) Rasulullah –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– berwarna hitam, dan benderanya (liwâ’) berwarna putih, tertulis di dalamnya: “lâ ilâha illaLlâh Muhammad RasûluLlâh”.” (HR. Al-Thabrani)[9]

Yang lebih mengherankan, para pelaku yang melakukan pembakaran bendera dinyatakan tidak bersalah dan berstatus sebagai saksi karena yang mereka lakukan adalah 'spontanitas'. Padahal sudah jelas terlihat dalam videonya yang viral, di mana mereka dengan sengaja membakar bendera tersebut. Pihak kepolisian menyatakan seandainya tidak ada laki-laki penyusup pembawa bendera maka pembakaran tidak akan terjadi. Jadi, faktor utama penyebab terjadinya tindakan pembakaran bendera tauhid adalah tindakan laki-laki yang menyusup,. Duh betapa mirisnya hukum di negeri ini, di mana letak keadilan terhadap umat Islam yang nyatanya mayoritas di negeri ini? 

Meskipun begitu umat muslim tidak terima dengan keputusan pihak kepolisian yang seolah olah mereka memihak kepada pelaku pembakaran sampai Menkopolhukam Wiranto harus turun tangan dalam kejadian ini yang notabene ini bukan tugasnya. Karena permasalahan ini sebenarnya bisa diselesaikan jika mereka mau meminta maaf terhadap umat Islam atas pembakaran tersebut. Tapi dilain itu hukum harus tetap berlanjut supaya untuk membuat jera para pelaku. Setelah beberapa kali umat muslim melakukan banding, akhirnya para pelaku pembakaran bendera tauhid dihukum, tapi hanya 10 hari penjara dan denda Rp.2000 (detik.com)

Betapa buruknya rezim sekuler di negeri ini yang membiarkan penista agama terus terjadi dan justru malah mengkriminalisasi ajaran Islam dan memecah belah umat. Hanya negara yang berlandaskan Islam yang akan melindungi Islam. Tentunya dengan mengambil dan menerapkan Islam secara menyeluruh sajalah kita akan meraih kemuliaan dan bisa melindungi kemuliaan Islam.
Wallahua'lam bish-shawab.

Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.