Terjadi Lagi, Pemerkosaan Yang Berawal Dari Sosial Media. Sungguh Miris!

Hot News

Hotline

Terjadi Lagi, Pemerkosaan Yang Berawal Dari Sosial Media. Sungguh Miris!



Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Sungguh miris, lagi-lagi terjadi pelecehan seksual di negeri ini pada generasi muda. Padahal sebagaimana kita ketahui, pemuda dan pemudi bangsa ini adalah generasi yang akan membangun peradaban bangsa di masa depan. Generasi muda juga merupakan aset negara yang akan menjadikan negeri ini bangsa yang terbaik. Jika generasi muda saat ini hancur norma, akhlak, dan tidak menjadikan agama sebagai acuannya, maka tidak dipungkiri, bangsa ini akan hancur di masa mendatang. Karena generasi ini juga hancur.

Dilansir dari m.tribunnews.com (29/11/2018) seorang siswi SMK di Solo Jawa Tengah berinisial PA (16), diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan Su (34), warga Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Korban disetubuhi pelaku sebanyak empat kali di rumah pelaku dan korban mengalami trauma berat, hingga enggan berangkat sekolah lantaran malu dengan teman-temannya. (m.tribunnews.com, 29/11/2018).

Kanit Reskrim Polsek Laweyan Iptu Salman mengutarakan, pada awalnya pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial (medsos) Facebook pada 25 Oktober 2018. (m.tribunnews.com, 29/11/2018).

Dari kejadian di atas, jelas sekali generasi muda saat ini tidak menggunakan sosial media dengan baik dan bijak. Walaupun pada faktanya, kejadian perkenalan di sosial media yang berakhir mengenaskan tidak hanya terjadi satu kali. Namun hal ini terjadi berkali-kali pada remaja muda perempuan, walaupun dengan kasus yang berbeda. Awal kejadian selalu sama, yaitu perkenalan terlebih dahulu melalui facebook.

Maka hendaknya para remaja lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Jangan mudah percaya dengan orang asing di sosial media. Tidak semua orang baik dan tidak semua orang yang menggunakan sosial media itu jujur. Karena terbukti, kejadian buruk yang menimpa pengguna sosial media tidak hanya terjadi satu kali, namun berkali-kali. 

Sering terdengar berita mengenai korban pengguna media sosial. Maka seharusnya hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama dengan korban pengguna sosial media sebelumnya.
Bagaimana cara menggunakan sosial media dengan bijak? Pertama, cara yang dilakukan adalah dengan mengabaikan orang asing yang berkenalan dengan kita. Begitu kita mendapat pesan dari orang asing di sosial media. Jangan sekali-kali berkenalan, apalagi sampai mau diajak-ajak untuk bertemu. Jagalah harga diri kita, dan jagalah diri kita dengan baik agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. 

Kedua, gunakan sosial media untuk memposting status yang bermanfaat. Tidak perlu memposting status mengenai kegalauan, keresahan, ataupun hal yang tidak penting untuk diposting. Lebih baik memposting motivasi, kata-kata mutiara, atau share mengenai Islam. Dengan memposting hal-hal yang bermanfaat, kita dapat memberikan sesuatu yang baik kepada pembaca (pengguna sosial media), sekaligus juga mendapat pahala kebaikan dari postingan yang bermanfaat.

Ketiga, tidak memposting kata-kata kotor atau makian dan juga kemarahan yang ditujukan kepada orang lain. Hal itu akan membuat pembaca resah dan tidak ingin membaca postingan kita lagi. Walaupun banyak postingan yang baik, tetap saja orang lain tidak menginginkan adanya postingan kita di berandanya. Jadi, jangan sekali-kali memposting hal-hal buruk walaupun hanya sekali.

Keempat, tata niat kita. Karena penggunaan sosial media juga akan ada pertanggungjawabannya dihadapan Allah. Untuk apa sosial media kita gunakan, apakah digunakan untuk hal-hal yang baik ataukan digunakan untuk hal-hal buruk. Di akhirat nanti, amal kita akan ditimbang, apakah lebih banyak amal kebaikannya, ataukah amal keburukannya. Maka sosial media adalah sarana bagi kita untuk melakukan amal yang baik melalui postingan-postingan kita. 

Tidak perlu mengejar 'like' dan 'komentar' dari orang-orang (pengguna sosial media), cukup posting hal yang baik. Karena Allah Maha Melihat apa yang kita lakukan. Pahala akan terus mengalir meskipun tidak ada yang 'like' postingan kita. Cukup Allah yang melakukan 'like' terhadap postingan kita. Karena, untuk apa lagi tujuan hidup kita, jika bukan untuk meraih ridho Allah SWT. Jadi kejarlah ridho Allah dengan melakukan 'share' hal-hal baik di sosial media.
Wallahu A’lam Bisshawab.



Penulis Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Editor. Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.