BERSAHABAT DENGAN ALAM DEMI MASA DEPAN ISLAM

Hot News

Hotline

BERSAHABAT DENGAN ALAM DEMI MASA DEPAN ISLAM





Oleh M Hamka Syaifudin


Kepala Sekolah SDN 014  Sutarmizi, S. Ag hari Jum'at (29/11/2018), mengantarkan kami tim redaksi dapurpena.com untuk mengisi acara  peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD NEGERI 014 Lingga Utara.

Guru dan sekaligus Da'i Asal Dabo ini mengantar langsung perjalanan ke sekolah dimana tempat ia mengabdikan hidupnya. Di sela-sela kegiatan Maulid Nabi yang diinisiasi oleh OSIS SD Negeri 014 ini, bapak  tiga anak ini bercerita perjalanan awal dakwahnya.

Setelah Lulus dari IKH (Institut Keislaman Hasyim Asy'ari) Jombang pada tahun 1990-an, Tarmidzi langsung mengambil bagian menjadi Seorang pendidik di sekolah, SMPN 01 Daik Lingga. Sudah sekitar 14 tahun ia menggeluti dunia pendidikan, suka duka datang silih berganti, Namun hal itu tak membuatnya gentar.


Pada tahun 2014 lalu, ia dimutasi ke daerah terpencil di daerah Lingga Utara, sekolah yang saat ini ia pimpin. Sekolah tempat baru ia mengabdi itu jaraknya sangatlah jauh dari ibukota Kabupaten Lingga. Ditempuh dengan jalur darat membutuhkan waktu 1 jam. Dengan Medan yang penuh jurang dan becek saat hujan.

Dengan lokasi yang jauh itu tidak pernah menyurutkan semangat juangnya. Ia lakukan itu setiap hari tanpa pantang menyerah.
"Intinya, Selalu memperbaiki niat. bahwa yang dilakukan itu adalah perbuatan mulia di sisi Allah dan juga untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa, serta manfaatnya tidak hanya di dunia saja, namun juga di akhirat. Dan yang paling penting adalah bisa mencintai pekerjaan yang digeluti," ungkap pria kelahiran Dabo Singkep, 27 Maret 1978.

"Di daerah terpencil punya banyak tantangan. Selain medan yang penuh ujian, juga harus menghadapi masyarakat yang sangat minim perhatiannya dengan dunia pendidikan. Masyarakat rata-rata beragama Islam namun belum ada kesadaran pentingnya pendidikan agama untuk anak-anaknya," lanjut pria dari pasangan Ismail dan Seri'ah ini.



"Sehingga hal itu membuat Tarmidzi terpanggil nuraninya. Ia mulai mendekati masyarakat di daerah itu kemudian mengajak mereka bergotong-royong untuk mendirikan musala. Kemudian terhadap anak-anak didiknya ia mulai mengedepankan program agama Islam dan hafalan Alquran. Dengan harapan ouput dari pendidikan ini kelak akan menjadikan anak-anaknya paham terhadap keislaman yang mendasar," lanjut pria yang penuh senyum ini.

Perhatian dari pemerintah setempat sampai saat ini sudah ada. Namun belum bisa mencukupi secara keseluruhan. Itu dikarenakan akses perjalanannya menuju ke lokasi yg sangat sulit di tempuh.

Namun alhamdulillah lokasi yang seluas 2 hektar itu  kini sudah berdiri 6 lokal bangunan, dan 1 unit bangunan musala yang masih belum rampung proses pembuatannya. Hal itu di karenakan ketidakcukupan dana.
"Dana pembangunan musala hanya mengandalkan swadaya masyarakat dan penggalangan dana," ujar pria anakk ke empat dari enam bersaudara kepada tim redaksi dapurpena.com langsung dari lokasinya.

M. Hamka Syaifudin (Fotografer and Writer Dapur Pena)

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.