Buah Karya

Hot News

Hotline

Buah Karya

   

Oleh Amelia Qurota Aini


       
         Buah, suatu objek yang tidak hanya bertumpu pada wujud aslinya melainkan bisa bermakna konotatif. Yapp, buah memiliki arti hasil atau pencapaian di grafik aktivitas manusia yang selalu dinamis dengan usahanya sendiri.

          Penggambarannya seperti objek pada buah yang sebenarnya, yang sering kita konsumsi untuk kesehatan badan. Buah-buahan sendiri membutuhkan proses cukup lama, dari mulai bibit harus rajin diberi pupuk, dan disiram agar menghasilkan pohon yang kuat serta bernutrisi. Efeknya pun buah akan berkualitas baik, sehingga bermanfaat untuk makhluk hidup terutama manusia.

         Sama halnya dengan potensi manusia. Jika manusia ingin menunjukkan bakatnya kepada semua orang, dia harus berlatih, berkorban, dan selalu yakin dengan targetnya. Jangan pernah merasa goyah dengan badai yang menghadang. Lewati detik demi detik fase di mana kamu merasa rendah diri, tak dianggap, dikucilkan oleh orang lain. Buang jauh-jauh pikiran itu, tenggelamkan di laut samudera. Lebay banget dah! Sorry, jadi kebawa suasana.

         Intinya setiap manusia semuanya sama, jadi yang di atas jangan pernah merasa sombong dan yang di bawah jangan terlalu merendah. Asah kemampuan! mungkin yang sekarang merasa tak punya keahlian di bidangnya, kamu harus benar-benar rajin memerlakukan hobimu atau kamu harus lebih mengenal dirimu sendiri. Penilaian orang mungkin berarti tapi lebih berarti jika kamu terlebih dahulu mengenal diri sendiri.
   
     Jadi, kamu tidak terpengaruh dengan pembicaraan orang lain yang memandangmu negatif karena kamu sudah bermental baja. Itu juga pembelajaran untuk aku sendiri yang masih belum bisa menyakinkan diri. Susah dan tidak mudah, tapi jika dijalani pasti akan terbiasa.

        Hari demi hari, berjalannya bulan hingga pergantian tahun, mengubah pola pikir manusia menuju masa kedewasaan. Dewasa mengarahkan kita untuk konsisten mencapai impian yang diinginkan. Masa yang membuat kita paham akan pentingnya hidup sukses untuk membangun generasi yang membanggakan  serta memberikan ilmu bermanfaat bagi setiap orang.

         Maka dari itu di masa muda kita selalu mengalami problematika, kegetiran hidup, konflik di dalam lingkup sosial. Membuat kita merasa berterima kasih kepada Tuhan, karena telah memberikan ujian kepada diri menjadi manusia tangguh. Terkadang di awal kita merasa mengeluh akan cobaan tapi di masa yang akan datang semua skenario terungkap.

        Percaya atau tidak, itu memang kenyataan! Semua akan indah pada waktu yang telah ditentukan. Jadi, jangan pernah merasa hidupmu paling menderita di dunia, seakan-akan engkau tak melihat betapa luasnya bumi ini. Begitu banyak, manusia yang dihampiri oleh penderitaan, ujian bertubi-tubi. Karena itu, buka matamu lihatlah di sekelilingmu, engkau lebih beruntung daripada mereka.

        Jadi, jangan pernah beranggapan yang tidak-tidak kepada Tuhan yang telah menciptakan kita, Tuhan itu adil kok! Semua disamaratakan. Walaupun memang, masing-masing manusia diberikan problem yang berbeda-beda. Karena ujian, membuat kita dituntut untuk menyikapi segala persoalan dengan sabar dan tawakkal, serta usaha untuk melewatinya sesuai kemampuan kita.

       Kuncinya, jadilah seperti pohon rindang dan berbuah. Di manapun dirimu sedang berduka, hatimu selalu teduh dan bersabar jika ada orang yang menggunjingmu, namun engkau membalasnya dengan menaburkan kebaikan. Seperti pohon yang tulus memberikan hasil buahnya kepada orang lain dan menerima seseorang untuk meneduh di tengah teriknya panas matahari. Bagiku itu sungguh menakjubkan!
     
       Nah, jadi sebelum menjadi buah. Kita terlebih dahulu menjadi sebatang pohon yang kuat! Sehingga pahit manis kehidupan akan terasa jauh lebih nikmat. Namun ingat juga, ketika pohon bertumbuh buah, jangan langsung berbahagia. Pasti ada saja buah yang busuk dan tak layak jika di konsumsi.

      Maka dari itu, ketika kita sudah mendapatkan buah jangan pernah cepat puas! Jika merasa puas pasti akan menyesal di tengah jalan. Karena hidup pasti ada kendala, jadi buah busuk bisa saja merasuki kehidupan. Buah busuk disini merupakan wujud penggambaran hasil yang tidak di harapkan oleh kita. Ya, jadi jangan terlalu bahagia karena dikhawatirkan akan jatuh lebih dalam.

       Itulah penggambaran buah secara konotatif menurutku, namun tak melupakan wujud buah secara denotatif. Buah satu kata dan objek yang menarik untuk di bahas, jadi saya sengaja mencari ide yang tak biasa orang bicarakan. Agar manusia melihat sisi buah bukan dari objeknya saja, tetapi dalam mekanisme hidup manusia itu sendiri.
   
     Buah selalu nikmat, namun rasanya pun berbeda-beda ada asam, dan manis. Dari mulai rasa sudah menunjukkan bahwa hidup juga harus dihadapi dengan beraneka ragam rasa seperti  objek pada buah. Jadi lakoni dirimu sesuai apa adanya, jangan terlalu terpedaya oleh hasutan negatif.
       Semangat, bangkit, berdoa! Tunjukkan dirimu kepada dunia, hadapi masa depanmu dengan penuh warna lalui dengan proses hitam, putih, abu-abu.

Rabu, 05 Desember 2018


Amelia Qurota Aini (Muslimah Penulis dan Ilustrator Dapur Pena)

Editor Lulu

Ilustrasi Freepik.com
     
     



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.