Di manakah Keadilan Di Negeri Ini?

Hot News

Hotline

Di manakah Keadilan Di Negeri Ini?




Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani


Keadilan negeri ini perlu dipertanyakan. Sering terjadi, dan sangat memprihatinkan. Di mana keadilan saat ini yang selama ini diunggul-unggulkan? Di mana penerapan Pancasila yang selama ini dibangga-banggakan. Sungguh hukum di negeri ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Artinya, hukum tidak mempan serta tidak tegas pada penguasa dan hukum sangat tegas pada kalangan bawah masyarakat. Sungguh tidak adil. Sama seperti fakta saat ini.

Dilansir dari cnnindonesia.com KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyatakan bahwa Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan (adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah) bermalam di sebuah hotel di Bandung bersama teman wanitanya, bukan dengan istrinya, Walikota Tangerang Selatan (Airin Rachmi Diany).

Juga sebelumnya, dalam sidang dakwaan mantan Kepala Lapas Sukamiskin (Wahid Husein), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung kemarin (Rabu, 6/12), terungkap Wawan memberikan sejumlah uang untuk izin keluar masuk penjara. Wawan menyerahkan sekitar Rp 63.3 juta kepada Wahid.

Hal tersebut merupakan hal yang sangat miris. Bahkan hukum pun bisa dibeli dan dipermainkan dengan uang. Bukankah seharusnya hukuman itu membuat pelakunya jera? Tetapi mengapa justru pelaku mempermainkan hukum?

Bila ditelisik lebih dalam, kejanggalan ini merupakan suatu yang sistematik. Karena segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum akan berkaitan dengan sistem yang dijalankan di suatu negeri. Bayangkan saja, jika sistem yang dipakai saja sudah salah, bagaimana negeri ini akan sejahtera dan bangkit? Tentu negeri ini akan terpuruk jika memakai sistem yang salah.

Lalu, bagaimana sistem yang sesuai dalam segala bidang? Tentu saja dengan sistem yang berasal dari sang Pencipta, Allah SWT. Allah SWT telah memberi petunjuk pada umat manusia melalui Alquran dan Hadits. Bahkan ketika sistem Islam diterapkan di seluruh aspek kehidupan, tidak ada perbedaan antara hukuman yang dijatuhkan pada penguasa ataupun pada rakyat jelata. Semua diperlakukan sama dan adil, termasuk kepada non Muslim sekalipun. Karena Islam tegas pada pelaku kejahatan.

Berbeda dengan sistem demokrasi saat ini, hukum pun dapat dipermainkan. Karena memisahkan agama dari kehidupan. Hingga tidak ada rasa takut dan bersalah di dalam hatinya ketika melakukan kemaksiatan. Dan sistem demokrasi ini membuat negeri ini terpuruk dalam segala bidang. Hukum dapat dipermainkan dengan uang.

Tentu saja, sistem Islam yang diterapkan secara keseluruhan akan membuat pelaku kejahatan jera dengan perbuatannya. Juga membuat takut masyarakat utuk melakukan kejahatan yang sama. Karena hukuman yang dijatuhkan atas pelaku akan dipertontonkan secara langsung kepada masyarakat luas di sekitarnya, dan ditempat strategis. Sehingga membuat masyarakat tidak berani untuk melakukan kejahatan yang sama. 

Termasuk kasus Wawan yang termasuk dalam perselingkuhan dan zina akan ditindak tegas oleh negara dalam sistem Islam. Dalam sistem Islam tidak akan ada kejadian seperti Wawan yang dapat mempermainkan hukum dengan menyerahkan sejumlah uang. 

Maka saatnya berbenah diri dan negeri ini untuk menerapkan sistem Islam secara keseluruhan. Tidak ada sistem yang dapat mensejahterakan negeri ini selain sistem Islam yang telah diterapkan berabad-abad lamanya. Sungguh tidak ada yang dapat mengetahui seluruh keinginan manusia, kecuali Allah SWT. Maka segera terapkan sistem yang berasal dari sang Yang Maha Mengetahui, yaitu Allah SWT.
Wallahu A’lam.

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.