Generasi Milenial Pembangun Peradaban

Hot News

Hotline

Generasi Milenial Pembangun Peradaban




Oleh Ika Nur Wahyuni

Di era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi tidak dapat dielakkan. Penggunanya pun dari berbagai kalangan, baik dewasa, remaja, maupun anak-anak. Teknologi membuat jarak tak lagi jadi masalah dalam komunikasi. Smartphone dan tablet pun laris manis di pasaran karena keduanya produk teknologi yang mudah cara penggunaannya dan harganya pun terjangkau. Di kalangan muda, keduanya sangat populer dan digunakan untuk mengakses media sosial yang pengguna terbesarnya dari kalangan mereka. Para anak muda yang aktif di dunia sosial biasa menyebut diri mereka generasi milenial. 

Pesatnya media sosial di antara generasi milenial ini tak dibarengi dengan peningkatan nilai-nilai agama, adab, dan kesopanan. Generasi ini cenderung meninggalkan nilai-nilai agama dan kesopanan, mengejar nilai-nilai kebebasan, hedonisme, party, dan pergaulan bebas. Pada akhirnya mereka terjebak paham kebebasan. Mereka berlomba-lomba mendapat kebahagiaan duniawi. Bermunculanlah komunitas-komunitas yang semakin menyeret mereka pada kehancuran.

Berita-berita tentang para generasi milenial ini pun semakin miris dan tragis. Bagaimana kita dihebohkan dengan hamilnya 12 orang siswi salah satu Sekolah Menengah Pertama di Lampung dalam waktu yang hampir  bersamaan. Belum lagi berita ditemukannya grup jejaring sosial Whatsapp Allstars di Cikarang yang anggotanya pemuda-pemudi yang juga masih berseragam putih-biru yang isinya ajakan berbuat tidak senonoh, gambar dan video porno bertebaran di grup ini. 

Bahkan ajakan untuk tawuran pun ada. Masih cerita tentang para pemuda, begitu banyak bertebaran komunitas-komunitas gay di jejaring sosial Facebook yang anggotanya tidak hanya puluhan bahkan ribuan. Tidak hanya di kota-kota besar, komunitas ini pun merambah pedesaan di seluruh wilayah Indonesia. 

Di saat terbentur dengan masalah, generasi ini cenderung berpikir pendek, cari jalan pintas dan lari dari kenyataan. Berita tentang bunuh diri anak-anak muda pun bertebaran. Hanya karena putus cinta, tidak lulus sekolah, tidak dituruti permintaannya oleh orang tua dan masih banyak alasan sepele lainnya membuatnya mengakhiri hidup. Belum lagi para pemudi yang rela menjadi PSK hanya untuk memenuhi kebutuhan mewahnya.

Hal inilah yang menjadi masalah besar di Indonesia. Bagaimana orang tua dan para guru dibuat tak berdaya menghadapi serbuan perilaku para pemuda yang kebablasan ini. Nilai ketimuran bahkan sudah hilang. Agama yang seharusnya menjadi pedoman pun ditinggalkan sedikit demi sedikit, sejengkal demi sejengkal. Para pemuda dibuat terlena dengan hingar bingar dunia. Mereka mengadopsi ajaran-ajaran Barat ke dalam kehidupan tanpa adanya filter agama yang kuat.

Masa kegemilangan Islam dipelopori oleh generasi muda. Siapa yang tak mengenal Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel atau Thariq bin Ziyad, panglima penakluk Andalusia (Spanyol). Mereka adalah contoh generasi muda yang gemilang. Dilimpahi harta kekayaan dan nama besar tak membuat mereka melupakan ajaran Islam yang agung dan luhur.

Islam mengajarkan dan menguatkan akidah sejak dini. Golden age (usia keemasan) dimulai saat usia 7 tahun dimana Rasulullah memerintahkan untuk mengajarkan shalat, usia 10 tahun mendapat hukuman apabila meninggalkannya. Pendidikan dalam Islam berbasis akidah yang membentuk karakter kuat, berakhlak, dan berkepribadian Islam. Negara juga menfasilitasi dan memudahkan seluruh rakyatnya untuk mengenyam pendidikan. 

Negara juga menfilter setiap ajaran dan budaya asing yang merusak. Membuang semua ajaran kapitalisme yang menyebarkan paham sekuler, gaya hidup hedonis dan individualis. Para generasi muda yang merupakan aset besar negara benar-benar dijaga dan dilindungi. Sehingga lahirlah generasi milenial yang sesungguhnya. Generasi milenial yang siap membawa peradaban Islam yang gemilang. Wallahu 'alam bish showab.

Editor Lulu.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.