Inkonsistensi Toleransi

Hot News

Hotline

Inkonsistensi Toleransi




Oleh: Puji Ariyanti
(Pemerhati generasi)

Toleransi akhir-akhir ini menjadi kata-kata yang santer berhembus di tengah masyarakat, seolah jika tidak sejalan dengan penguasa kata intoleransi ini akan terlekat pada dirinya. Intoleransi bermakna ketiadaan dalam bertenggang rasa. Begitu pentingnya makna toleransi ini sehingga sebuah lembaga survei melakukan riset di beberapa kota. Dan hasilnya ada beberapa kota yang masuk dalam daftar kota toleransi dan kota intoleransi.

Setara Institute merilis hasil penelitian yang mengukur soal promosi dan praktek toleransi di 94 kota di Indonesia pada tahun 2018, Kompas.com (7/12/18).
Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2018 tersebut mencatat bahwa DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, seperti Bogor dan Depok, masuk dalam daftar 10 kota dengan skor toleransi terendah.   
  
Sekularisme yang menafikan keberadaan Allah selalu memberikan peluang kepada manusia yang enggan diatur oleh zat yang Maha Pengatur. Kali ini kata toleransi atau bahkan intoleransi laris manis sebagai jualan mereka. Sehingga perlu award bagi kota yang mendukung gagasan mereka.

Menilai toleransi jika dipandang dari sebuah ideologi Pancasila yakni ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya menjamin setiap warga negara dalam menjalankan titah agamanya. Contoh, ketika bulan Desember menjelang, mal-mal, hotel-hotel memberlakukan penggunaan atribut natal bagi karyawannya padahal sebagian besar karyawan tersebut adalah muslim. 

Bukankah ini menunjukkan sikap intoleransi? Karena pengusaha memaksakan  kehendaknya kepada karyawan muslim untuk memakai atribut tersebut. Seharusnya ideologi yang merupakan pandangan hidup suatu bangsa yang menjaga nilai-nilai luhur, mampu  menyatukan setiap insan beragama. Sehingga memunculkan sikap saling menghargai dan toleransi yang tinggi antar umat beragama. 

Namun kenyataannya, ideologi ini hanyalah sekumpulan gagasan  filosofi tentang nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara. Karena sejatinya sebuah ideologi yang lahir dari sekularisme akan menghasilkan sebuah sistem yang bercorak sosialis, kapitalis, atau liberalis.

Berbeda dengan ideologi Islam, yang lahir dari Al-khaliq sekaligus Al-mudabbir, didefinisikan sebagai akidah aqliyah yang memancarkan sistem atau nizham untuk mengatur kehidupan manusia dalam seluruh aspek baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya. 

Sehingga mampu menjaga toleransi antar umat beragama.  Islam tidak memaksakan kehendaknya dalam beragama. Dalam surat Al-Khafirun : 6, dikatakan bahwa, :"bagimu agamamu, bagiku agamaku". Inilah di antara prinsip akidah Islam yang wajib dipegang dan dianut setiap muslim. 

Dalam negara khilafah, tidak ada paksaan bagi non-muslim dalam memeluk agama Islam. Membiarkan tempat peribadatan nereka  dan juga tidak menutupya.  Membiarkan non muslim untuk hidup berdampingan dengan kaum Muslim selama tidak memusuhi dan memerangi kaum Muslim. Non muslim yang hidup dalam Daulah Islamiyah (kafir dzimmi), mendapatkan perlakukan dan hak yang sama dengan kaum Muslim. Harta dan darah mereka terjaga sebagaimana terjaganya darah dan harta kaum Muslim. 

Rasul SAW bersabda,
Siapa saja yang menyakiti dzimmi maka aku berperkara dengan dia. Siapa saja yang berperkara dengan aku, maka aku akan memperkarakan dia pada hari kiamat.  [Hadis Hasan]

Dalam hal muamalah, kaum Muslim dipersilakan untuk bermuamalah dengan mereka sesuai dengan ketentuan syariah Islam. Kafir dzimmi boleh melakukan jual-beli dan syirkah dengan kaum Muslim. Mereka berhak mendapatkan pelayanan, perlindungan dan perlakuan baik dari negara Islam. Inilah hukum-hukum tentang kafir dzimmi. 

Tidak ada yang harus ditakutkan dalam penerapan syariat Islam. Semua terjaga dalam ketaatan pada rabb-nya.  Islam terpancar karena keluhurannya dalam memuliakan manusia secara utuh. Hanya Islam sebaik-baik sistem yang menjaga toleransi yang hakiki di tengah umat.  Wallahu’alam bissawab


Editor: Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.