Jeritan Emak Di Akhir Tahun

Hot News

Hotline

Jeritan Emak Di Akhir Tahun


Oleh Umfaristi



Menjelang akhir tahun seperti ini, ada dua hal yang selalu dihadapi ibu rumah tangga, ibu bangsa, atau emak-emak. Yang pertama adalah anak-anak libur sekolah, dan yang kedua adalah naiknya harga kebutuhan pokok. Kenaikan kelas anak-anak pastilah dihadapi dengan rasa syukur dan lega yang mendalam.

Adapun kalau yang naik adalah harga barang kebutuhan pokok, wanita mana yang tidak akan menjerit dalam hatinya. Ya, dalam hati saja. Kalau pun mengeluh, terbatas kepada mamang tukang sayur. Karena mengeluh pada suami akan memicu kenaikan tensi. Mengeluh pada anak, pasti tak akan tega, karena mereka masih membutuhkan gizi agar berprestasi.

Demikianlah, akhirnya emak pun hanya bisa menjerit dalam hati. Kenaikan yang selalu terjadi setiap akhir tahun pun akhirnya dimaklumi. “Maklum, ini kan menjelang Natal dan tahun baru, banyak yang butuh bahan pangan untuk merayakannya”. Begitu penjelasan mamang sayur dari tahun ke tahun.

Sementara pakar ekonomi mengatakan bahwa kenaikan harga bahan pangan tersebut dipicu oleh beberapa hal. Di antaranya adanya inflasi, impor pangan, dan permasalahan data pangan.
Inflasi harga juga dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Ini pun sudah sangat dipahami oleh emak-emak, tanpa perlu penjelasan dari mamang sayur. Ibarat sinetron, setelah episode BBM atau TDL naik, episode berikutnya pastilah harga bahan pangan naik juga.

Tidak perlu 'preview' lagi. Ini juga yang membuat kebijakan impor pangan yang dilakukan pemerintah seolah menjadi solusi untuk menyelamatkan emak-emak ini dari kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Masuk akal emak jika permasalahan data pangan juga menjadi salah satu penyebab permasalahan kenaikan ini.

Pada saat impor beras saja misalnya, salah satu petinggi negara menyatakan bahwa stok beras negara kita cukup, ternyata yang dilakukan justru impor beras. Nah, bingung deh emak.

Terlepas dari berbagai hal penyebab kenaikan harga pangan ini, yang seharusnya dilakukan adalah upaya untuk menghindarinya. Tiap tahun terus saja terjadi. Bukankah seharusnya hal seperti ini bisa diantisipasi jauh-jauh hari? Kebutuhan pangan adalah kebutuhan pokok. Menjadi kewajiban negara menjamin kestabilan harganya untuk rakyat.

Bukan malah membiarkan kenaikan harga ini dengan alasan bahwa kenaikannya masih wajar. Wajar jika dilihat dari sudut pandang yang pas. Pas yang berduit, maksudnya. Menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan dengan harga terjangkau adalah tanggung jawab negara. Kegagalan dalam menjaminnya adalah kegagalan negara.

Umfaristi (Penulis adalah emak-emak sejati, tinggal di Tulungagung).

Editor Lulu

Ilustrasi Pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.