Kenaikan Harga, Di mana Kebijakan Pemerintah

Hot News

Hotline

Kenaikan Harga, Di mana Kebijakan Pemerintah






Oleh : Iin Susiyanti. SP

Hal lumrah sudah menjadi aktivitas tahunan,  setiap menjelang natal dan tahun baru dipastikan kebutuhan pokok merangkak naik. Kemudian diikuti dengan komoditas lainnya.  Termasuk  sayuran, daging, dan telur. Para konsumen dan pedagang sudah memprediksi kenaikan harga bahan pokok jelang Natal dan tahun baru ini.
Badan pusat statistik (BPS) mencatat harga beras mengalami kenaikan antara 1,3 persen sampai 2,52 persen pada November 2018. Baik beras kualitas premium, medium maupun rendah. Menurut kepala BPS Suhariyanto kenaikan harga masih sangat wajar karena tidak jauh berbeda dengan harga beras pada periode yang sama pada 2017. (Ekonomi.okezone.com/03/12/2018).

Naiknya beberapa kebutuhan pokok akibat tingginya jumlah penawaran terhadap permintaan, adanya perubahan cuaca sehingga hasil komoditas menurun,  adanya mekanisme pasar yang dikendalikan oleh spekulan akibat dari dampak sistem kapitalisme, adanya penimbunan barang. Ditambah lagi kontrol dari pemerintah terbatas pada pengusaha-pengusaha besar saja.

Kebutuhan bahan pokok adalah sumber utama bagi kelangsungan hidup rakyat. Seharusnya negara menjamin kestabilan harga. Kenaikan bahan pokok otomatis akan berdampak pada kenaikan harga, terjadinya krisis pangan yang berarti meningkatkan kemiskinan dan menurunnya ekonomi rakyat.
Bagaimana peran pemerintah  ketika terjadi lonjakan harga. Apakah kebijakan-kebijakannya sudah terbukti menjamin kesejahteraan rakyat. Atau sekedar mencari keuntungan  demi kepentingan pribadi dan segelintir orang saja. Seharusnya pemerintah  jauh-jauh hari sudah  menanggulangi agar  harga bahan pokok tetap stabil. Serta tanggap dalam mengatasi lonjakan  harga.

Rakyat butuh kebijakan ekonomi yang mampu menjamin kesejahteraan, bukan sekedar melakukan operasi pasar kepada pedagang besar saja. Karena ini hanya menyelesaikan masalah yang bersifat sementara. Diperlukan kebijakan strategis dalam pengendalian harga pangan. Mulai dari produksi sampai kepada pedagang dan konsumen.

Peran Bulog dituntut agar bekerja secara optimal untuk ketersediaan pangan , menjamin kelangkaan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok. Ini menunjukkan bahwa penguasa gagal total dalam mengendalikan harga, berarti gagal dalam menjamin kesejahteraan rakyat.  

Dalam Islam  bagi tiap individu ketika harga-harga melambung. Apapun penyebabnya, seorang muslim tidak boleh terguncang jiwanya.  Karena  Allah yang memberi rezeki dan menentukan segala sesuatu tidak boleh luntur, juga tidak layak mengeluhkan hal ini kepada manusia.

Seperti dikisahkan. Salamah bin Dinar pernah ditanya: “Wahai Abu Hâzim, tidakkah engkau perhatikan bahwa harga-harga melambung tinggi?”
Maka beliau menjawab: “Lalu apa yang membuat engkau galau dengan hal tersebut? Sesungguhnya Yang Memberi Rizki kepada kita saat harga turun, Dia pula yang memberi rezeki kepada kita saat harga-harga naik”

Islam telah memberikan solusi bagaimana mengatasi kenaikan harga tersebut. Jika melambungnya harga karena faktor alami yang menyebabkan kelangkaan barang, Islam juga mewajibkan negara untuk mengatasi kelangkaan tersebut dengan mencari suplay dari daerah lain. Jika seluruh wilayah dalam negeri keadaannya sama, maka bisa diselesaikan dengan kebijakan impor dengan masih memperhatikan produk dalam negeri.

Akan tetapi jika melambungnya harga disebabkan pelanggaran terhadap hukum-hukum syara', maka penguasa harus mengatasi agar hal tersebut supaya tidak terjadi. Misalnya dengan melakukan inspeksi pasar supaya tidak ada penimbunan barang, ataupun penipuan. Seperti penipuan harga, penipuan barang dan uang/alat tukar.

Pada masa khalifahan  Umar bahkan melarang orang yang tidak mengerti hukum fikih (terkait bisnis) dari melakukan bisnis. Para pebisnis secara berkala juga pernah diuji apakah mengerti hukum syara’ terkait bisnis ataukah tidak. Jika tidak paham maka mereka dilarang berbisnis. Hal ini karena setiap kemaksiatan, apalagi kemaksiatan terkait ekonomi akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan ekonomi.

Jika pelaku kemaksiatan itu justru penguasa karena mengabaikan hukum syara’.  Masyarakat yang akan mengambil peran untuk meluruskan hal tersebut. Inilah Islam mengatasi kenaikan harga, hal ini akan terwujud jika diterapkan hukum syari’at Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu 'alam

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.