Masjid Pusat Peradaban.

Hot News

Hotline

Masjid Pusat Peradaban.






Oleh: Ummu Arin 

Beberapa waktu yang lalu, Badan Intelejen Negara telah merilis 41 masjid yang ada di lingkungan pemerintahan dinyatakan telah terpapar paham radikalisme (IDN times.com 21 nov 2018). Sebelumnya, Perhimpunan Pengembangan Pesantren Masyarakat(P3M) NU melakukan pengkajian bekerjasama dengan Rumah Kebangsaan terhadap 100 masjid yang ada sekitar pemerintahan, ternyata telah terpapar paham radikalisme di antaranya ada 41 masjid. Hal ini dirilis dikantor PBNU jalan KramatRaya Jakarta pada tanggal 18 Juli 2018, untuk ditindaklanjuti oleh Badan Intelejen Negara (BIN), (Viva. Com, 28 nov 2018).

Perilisan masjid yang terpapar paham radikalisme ke tengah-tengah masyarakat, menimbulkan ketakutan tersendiri bagi umat Islam. Bagaimana tidak? masjid merupakan tempat yang dimuliakan oleh umat Islam, disebut sebagai tempat yang menyebarkan pemahaman radikalisme.

Walaupun ada penjelasan dari BIN sendiri bahwa yang terpapar itu adalah akibat konten materi penceramah yang mengandung paham radikalisme. Kalaupun masjid sebagai sebuah bangunan ibadah tetap bersih dari paham radikalisme. BIN menyarankan masjid dijadikan sebagai tempat ibadah, budaya dan sosial budaya.

Seandainya ada kegiatan keagamaan yang mengharuskan adanya ceramah, diharapkan isi ceramah tersebut menyerukan kepada kesejukan, tidak untuk memecah belah persatuan. Oeh karena itu, BIN akan melakukan pembicaraan secara dialogis dengan para penceramah serta akan mengeluarkan arahan materi ceramah di masjid-masjid (IDN times. Com, 21 Nov 2018).

Melihat ketakutan pemerintah yang diwakili oleh BIN, terlihat adanya upaya untuk menjadikan masjid sebagai sarana beribadah yang bersifat pribadi semata, semisal salat ataupun acara-acara seremonial keagamaan. Dengan diisi materi penceramah yang tidak mengajak umat untuk berfikir menjadikan pribadi, masyarakat bahkan negara menjadi lebih baik di hadapan Allah Subhanahu WaTa'ala, seperti apa yang Rasululloh SAW contohkan.

Para era Rasulullah, masjid merupakan simbol persatuan umat, serta dijadikan tempat untuk musyawarah dalam memecahkan permasalahan- individu, permasalahan masyarakat bahkan negara. Salah satunya sebagai tempat melakukan musyawarah menyusun strategi perang, dakwah ataupun pengaturan urusan umat lainnya.

Secara otomatis hal-hal yang dibicarakan di dalam masjid adalah materi-materi yang terkait dengan tsaqofah Islam. Sehingga secara tidak langsung masjid menjadi pusat bagi aktifitas politik pada masa Rasululloh sampai pada pemimpin Islam selanjutnya. Pada masa itu, umat terbiasa menjumpai masjid yang dilengkapi dengan sarana perpustakaan, ruang diskusi, tempat pembinaan umat.

Sehingga terpancarlah keagungan aturan Islam dari masjid tersebut. Menjadi hal yang aneh ketika memfungsikan masjid sebatas untuk ibadah ritual dan seremonial saja. Karena pada hakikatnya, Allah beserta Rasul-Nya menginginkan masjid sebagai pusat peradaban Islam, sehingga keberadaan mesjid akan senantiasa hidup dengan berbagai aktifitasnya untuk menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil 'aalamiin. Wallohu 'alam bishowab. []


Heka Ummu Arin (Muslimah Kuningan, Pemerhati Sosial)

Editor Lulu


Ilustrasi pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.