Mengingkari Syariat Allah

Hot News

Hotline

Mengingkari Syariat Allah





Oleh : Nadia Salsabyla

Syariat Allah diturunkan untuk manusia tentu bukan tanpa tujuan, melainkan untuk mengatur segala amalan yang mereka lakukan. Karena manusia adalah makhluk yang lemah dan banyak kekurangan. Namun ketika mereka tidak mau taat pada aturan, tentu akan ada resiko yang didapatkan. Apalagi jika manusia yang seringkali mengedepankan hawa nafsunya berusaha mengganti atau bahkan menciptakan tatanan kehidupan yang baru untuk diterapkan di negeri mereka.

Seperti yang baru-baru ini terjadi. Dalam sebuah kesempatan di Surabaya,  Ketua Umum PSI, Grace Natalie, meminta seluruh kader PSI untuk tidak mempraktikkan poligami. Tidak berhenti sampai di situ, dia juga berjanji jika partainya lolos ke parlemen, salah satu agenda yang akan diperjuangkan adalah larangan poligami bagi pejabat–pejabat negara, baik yang berada di jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun aparatur sipil negara. Menurutnya poligami menyebabakan ketidakadilan pada perempuan.

Tindakannya itu mendapatkan pujian dari mantan Menteri Riset dan Teknologi RI periode 1999-2000, Mohammad AS Hikam yang menyebut platform politik yang dipilih oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah revolusioner. Bukan seperti partai pendahulu lainnya yang punya platform kuno. (Tribunnews.com (21/12) ) 

Jika kita perhatikan, apa yang disampaikan oleh Ketum PSI adalah salah satu bentuk pengingkaran syariat Allah. Islam adalah agama yang memuliakan kaum wanita, salah satu bentuknya adalah dengan poligami. Terlepas dari bagaimana praktik dalam masyarakat.

 Allah telah menetapkan syariat dalam berpoligami yang tertulis dalam surat an-Nisa ayat 3 :
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Sangatlah jelas bahwa terdapat kalimat ‘fain khiftum anla ta’diluu fawaahidah’ , jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. Jadi, ketika kita mendapati praktik poligami di masyarakat yang ternyata kurang ma’ruf dalam hubungannya, maka tidaklah benar jika kita menyalahkan syariat Allah sebagai penyebab utama atas ketidakadilan yang dialami kaum perempuan hingga kita melarang syariat itu untuk diterapkan.

Kini yang jadi pertanyaan adalah, mengapa harus syariat Islam yang mereka persoalkan? Disaat prostitusi menghantui generasi, LGBT yang mengancam ummat, bahkan kasus kekerasan seksual yang hampir sulit untuk dihindari. Mengapa tidak ada bahasan mengenai hal itu?

Jika kita bandingkan antara penerapan  hukum Allah  di masa Rasul dan para sahabat dengan hukum manusia di masa ini, sangatlah jelas perbedaannya. Salah satu contoh ketika ada seorang muslimah yang disingkap pakaiannya oleh lelaki Yahudi, dan wanita itu mengadukannya pada khalifah, maka langsung dikirimkan pasukan untuk menangkap Yahudi untuk dihukum. Lalu bagaimana dengan keadaan wanita pada hari ini? Seolah keadilan adalah hal yang sangat mahal untuk didapatkan.

Itu semua disebabkan oleh paham sekuler yang memisahkan antara kehidupan dunia dan agama. Akibatnya, manusia berkata dan berperilaku sesuka mereka tanpa melihat hukum dari Dzaht Yang Maha Agung. Memang jika manusia melihat hukum Allah dengan perasaan, akan nampak ketidakadilan. Namun, jika ketaatan yang menjadi sudut pandang, hanya keberkahanlah yang didapatkan. Maka sudah tidak ada lagi waktu untuk menunda–nunda penerapan syariat Islam. Wallahu a’lam bishowab


Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.