Narasi Sesat Poligami Serang Syariat

Hot News

Hotline

Narasi Sesat Poligami Serang Syariat




Oleh : Rut Sri Wahyuningsih


Tak habis cara dan tak kurang akal kaum sekuler berusaha menjegal Islam kembali berjaya. Apa yang sudah umum dan menjadi panutan serta  keyakinan kaum muslimin diobrak abrik dan berusaha dicari celah kesalahannya. Hanya agar kaum muslimin semakin jauh dari agamanyan sendiri. Kebodohan yang meliputi seluruh pemikiran dan pemahaman hari ini terhadap hukum Allah makin menjadi komoditas empuk untuk digoreng dan diviralkan. Salah satunya adalah bolehnya kaum muslim menikahi lebih dari satu atau yang lebih dikenal dengan istilah poligami.

Ada apa dengan poligami? mengapa ia menjadi pintu " pembulian" oleh orang-orang selain Islam bahkan tak sedikit kaum muslim sendiri yang menjadi corong suara sumbang tersebut. Sungguh ironi. 

Hal ini disebabkan karena pola dasar berfikir dari kapitalis, sistem hidup yang hari ini mengatur manusia, selalu memandang sesuatu dengan kacamata bermanfaat atau tidak muncul dari  akal manusia yang sangat lemah. Padahal yang lebih mengetahui sesuatu yang bermanfaat bagi manusia hanyalah pencipta manusia itu sendiri yaitu Allah.

Faktanya poligami adalah bagian dari syariat Islam. Namun demi kepentingan sekelompok kecil poligami dicitrakan buruk dengan penyesatan opini. Di antaranya poligami digambarkan sebagai biang tersakitinya perempuan karena diduakan, ditigakan dan seterusnya.  Poligami menjadi salah satu  penyebab tindak kekerasan baik fisik, psikis dan ekonomi bahkan hingga menjadi penyebab perceraian. Malangnya, poligami hanya dimaknai dengan menikah lebih dari satu istri. Dan istri-istri selain istri pertama akan dicap pelakor (Perebut Laki Orang). 
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid berpendapat, bahwa poligami merupakan salah satu bagian dari syariat Islam. Bagi laki-laki yang menjalaninya bisa jadi mendapat hukum sunah, makruh, bahkan haram. Kendati begitu, dia mengatakan poligami bisa menjadi makruh bahkan haram jika menimbulkan mudarat atau ketidakadilan dan kezaliman terhadap istri dan keluarga.

Sedangkan di Indonesia, kata dia, sesuai dengan ketentuan UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 4 ayat (1) poligami dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan antara lain mendapat izin dari Pengadilan Agama yang dikuatkan oleh persetujuan dari isteri atau isteri-isterinya, memiliki jaminan kemampuan memberikan nafkah kepada keluarganya dan kewajiban berlaku adil kepada istri-istri dan anak-anaknya (Covesia News/17/12/2018).

Allah berfirman dalam QS An-Nisaa 4: 3 yang artinya:
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” 

Maka menikah lebih dari satu diperbolehkan dalam Islam, tanpa sebab atau dengan sebab. Namun perlu diperhatikan adalah bahwa setiap hukum syara yang diberlakukan akan berkorelasi dengan hukum syara yang lainnya . Inilah indahnya Islam. Jika kemudian hari ini kita melihat banyaknya persoalan disebabkan poligami, kesalahan bukan terletak pada syariatnya. Namun memang tidak ada konektivitas antara negara sebagai penerap hukum syara dan individu yang bertakwa. Yang semata-mata berpikir dan bertindak hanya mengharap ridha Allah. Inilah yang semestinya diupayakan diperjuangkan. Dengan demikian poligami akan mampu menjadi salah satu wasilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bukan sebaliknya. 

Sistem kapitalisme juga yang merupakan sistem sekulerisme menjadikan poligami yang jelas-jelas diperbolehkan dijadikan sebuah permasalahan sedangkan free sex, perselingkuhan, kumpul kebo, kawin kontrak, kawin sejenis, prostitusi anak dan prostitusi LGBT tidak menjadi sebuah persoalan, karena bagi mereka kehidupan harus dijauhkan dari agama.

Maka pernyataan poligami bukan ajaran Islam merupakan kelancangan yang tidak dibenarkan. Serangan terhadap ajaran Islam terus dilancarkan kaum sekuleris antek negara-negara  kapitalis. Tujuannya tentu menghabisi tanpa sisa  hukum-hukum  Islam yang berpotensi memunculkan kebangkitan yang nantinya akan melawan hegemoni dan penjajahan mereka  atas dunia. 

Telah dinashkan dalam Alquran bagaimana tabiat kaum kufar yang jelas-jelas tak akan berhenti sebelum Islam musnah dari muka bumi ini. Lebih kejinya lagi mereka menggunakan lisan kaum muslim yang lain, yang secara ironi mendramatisir kebutuhan perut mereka dan menukarnya dengan permusuhan terhadap Islam. 

Kondisi ini akan terus terjadi sepanjang umat Islam tidak memiliki kekuatan politik khilafah. Di mana Khilafah akan benar-benar mendudukkan hukum syara sebagai satu-satunya hukum positif pengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sekaligus mendorong agar kaum muslimin bisa  benar-benar beribadah guna meraih bekal terbaik hidup abadi di akhirat kelak. Sudah saatnya menolak narasi sesat kaum sekuler dalam upayanya menyerang Islam. Wallahu a' lam biashowab.


Penulis: Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamis (BROWNIS)
Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.