Perayaan Maulid Rasulullah SAW Di Banua

Hot News

Hotline

Perayaan Maulid Rasulullah SAW Di Banua





Oleh: Meika Nurul Wahidah

Kelahiran menjadi sebuah momen bermakna bagi setiap orang. Terlebih kelahiran Nabi Muhammad SAW, sang pengantar risalah. Membuat kita bernostalgia akan perjuangannya dalam mensyiarkan Islam. Sungguh apa jadinya kita tanpa dakwah Islam darinya?

Gema salawat tersebar di seluruh nusantara, begitupun dengan warga Banua, kultur religiusnya membuat maulid seolah menjadi sebuah peringatan yang tak bisa dilewatkan. Berbagai acara dilakukan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mulai dari menggelar ceramah agama tentang kisah hidup Rasulullah. 

Seperti yang diberitakan dalam Banjarmasin post, Santri Ponpes Wali Songo Putri melakukan peringatan Maulid Nabi. Pimpinan Ponpes Wali Sanga Putri, KH M Abdul Hamid Marjuki berharap dengan adanya peringatan ini diharapkan para santri dapat meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW.

 Ada pula tradisi khas warga Banjar, yakni Baayun Maulid. Dikutip dari Banjarmasinpost, warga Desa Panjaratan Pelaihari menyelenggarakan Baayun Maulid dan rebutan Uang Koin, pada Selasa (20/11/2018). Tradisi ini dilakukan dengan harapan anak-anaknya kelak dapat mewarisi sifat dan watak Rasulullah SAW. Tradisi yang sama juga diselenggarakan di Banua Halat. 

Menelisik sejarah Baayun Maulid yang dilansir dari Banjarmasin Post, perayaan ini digelar setiap 12 Rabiul Awwal yang merupakan tradisi khas masyarakat Banjar. Tradisi ini sudah ada sejak zaman hindu. Awalnya dilakukan oleh para bangsawan dan seiring berjalannya waktu rakyat biasapun juga melakukannya. 

Kemudian Islam masuk, syiar-syiar yang ada diganti dengan kalimat-kalimat doa kepada Allah dan Nabi Muhammad. Perkembangan penyelenggaraan Baayun maulid yang tadinya dilakukan di rumah masing-masing kini telah menjadi perayaan massal. Yang tidak hanya diikuti oleh balita, namun lanjut usia pun dapat melakukannya. 

Dikabarkan tradisi ini bisa dijadikan daya tarik wisatawan. Alih-alih diselenggarakan dengan kesucian, nyatanya bertujuan meraih pundi kekayaan pula. Sangat disayangkan jika penyelenggaraan acara ini berujung pada materi. Karena hakikatnya rida Allah yang hendak kita cari di sini. 

Peringatan Maulid adalah salah satu bukti kecintaan umat pada nabinya. Namun akankah hanya menjadi sebuah seremonial belaka? Karena cinta, tak hanya sekedar kata-kata, tak hanya bertahan sehari dalam acara. Namun sepanjang hayat sampai kita tinggalkan semesta. Lalu, apa bukti cinta kita? 

Taat pada syariat Allah dan sunnahnya. Itu cukup menjadi bukti cinta kita pada Allah, Islam, dan tentunya Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi setiap tahun, sahutan salawat dari berbagai penjuru seolah hanya berjalan bak kereta yang datang lalu pergi. Rasanya seperti hujan yang turun lalu reda, dan mengering. Kemudian beberapa hari setelah momen maulid berakhir masyarakat  kembali pada rutinitas semula. 

Ceramah agama yang menyeru untuk meneladani sosok Rasulullah menggema di berbagai wilayah Banua. Namun sayang, tak semua menerapkan apa ujarnya. Padahal yang Rasulullah inginkan adalah penerapan Islam secara merata dan menyeluruh. Tak hanya ambil yang kita suka, namun ambil semua yang Islam berikan pada kita. 

Maulid, sebuah moment bagi umat muslim untuk bernostalgia tentang perjungan sosok manusia terbaik dalam menyampaikan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. Ahmad, begitulah nama kecil yang tersemat padaNya. Hingga kemudian Allah mengangkatnya menjadi seorang Rasul. 

Saat itu, risalah Islam sampai pada Nabi Muhammad. Kemudian melalui dakwah, beberapa orang memeluk Islam. Salah satunya adalah Abu Bakar, dan dari kalangan anak-anak Ali bin Abi Thalib, kemudian dari kalangan perempuan adalah Khadijah. 
Berawal dari dakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, kemudian disampaikan secara terang-terangan setelah masuk Islam Umar bin Khattab, seorang tokoh yang disegani oleh masyarakat Makkah kala itu. Begitupun seterusnya hingga masuknya sebagian masyarakat Makkah pada Islam. 

Namun sayang, perjalanan dakwah tak berjalan mulus begitu saja. Dakwah Rasulullah mendapat pertentangan dan hinaan dari berbagai kalangan. Mulai di anggap gila, sampai diludahi. Namun Rasulullah tetap menunjukkan akhlak mulia dalam menghadapinya. 

Setelah mendapat perintah Allah, Rasulullah hijrah ke Madinah. Bertemulah dengan Mus’ab Bin Umair yang kala itu ditunjuk Rasulullah sebagai duta dakwah di Madinah. Diketuklah satu persatu pintu rumah masyarakat Madinah. Hingga kemudian tak ada satu rumahpun yang tidak membicarakan Islam, Allah dan Muhammad. 

Kesiapan Madinah dalam menerima dakwah Islam, membuat Rasulullah mengambil sebuah langkah besar untuk melakukan baiat aqobah yang kedua, hingga kemudian berdirilah Daulah Islam pertama, yakni di Madinah. 

Lagi-lagi, jangan hanya bernostalgia. karena rahmat Islam takkan terasa hanya dengannya. Islam akan terjaga penerapannya, sama halnya saat Rasulullah menjadi pemimpinnya.

 Kepala negara dalam Daulah Islam, yang akan menjaga kualitas iman penduduknya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik, saat momen maulid ini juga menjadi tonggak pergerakan untuk meneladani Rasulullah dalam segala aspek kehidupan, hingga tegak Islam. Wallahu 'alam bish showab.



Penulis mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat
Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.