Provokasi Tanpa Solusi

Hot News

Hotline

Provokasi Tanpa Solusi




Penulis : Nur Faktul 



"Gimana mau dapat jodoh, dekat sama lawan jenis saja nggak mau".
"Wes ta lah dicoba dulu, pacaran dulu, ngobrol biar tau cocok nggaknya".
"Sampek kapan kamu terus begini nduk, ibu bapak sudah tua dan kamu sama sekali nggak kasian sama kami, ibu bapak ini pengen liat kamu berumah tangga, apa nunggu kami dipanggil Allah dulu?"

Siapa sih yang nggak pernah di posisi ini ? Sepertinya hampir setiap muslimah pernah ya merasakan dikomporin alias diprovokasi baik oleh teman, saudara, bahkan orang tua. Rasanya gimana? Panas? Sudah pasti. Apalagi kalau tak ada iman yang kokoh di dalam diri, maka mudah terbakarlah emosi di hati dengan alasan demi kebahagiaan kedua orang tua. Padahal yang menjalani kehidupan siapa? Diri kita. Kalau ada yang salah dengan pilihan karena emosi, yang rugi siapa? Kita. Yang malu siapa? Kita dan orang tua.

Di sinilah letak pentingnya sebuah pemahaman terhadap qadha qadarnya Allah. Tentu saja bagi mereka yang tak paham bahkan tak mau tahu tentang Islam sudah pasti akan menempuh jalan pintas yaitu pacaran yang tentunya itu sebuah maksiat kepada Allah. Mereka anggap bahwa pacaran adalah cara terbaik untuk menjemput jodoh. Tanpa itu pasti akan lama dapat jodohnya. Itu sih kata mereka yang tanpa ilmu.

Bagaimana yang sudah paham dengan Islam dan tahu bagaimana cara menjemput jodoh dengan rida Allah? Tentu mereka harus menyiapkan lautan kesabaran atas semua qadha yang Allah berikan termasuk dalam hal jodoh yang masuk wilayah kekuasaan Allah. Tetapi bagaimana cara menjemputnya adalah wilayah pilihan kita. Meskipun pacaran lama kalau bukan jodoh pasti ada saja cara Allah untuk menjauhkannya. Kalaupun jodoh, pasti Allah cabut keberkahan dalam pernikahannya karena jodoh dijemput dengan cara yang Allah tak ridai. Ibaratnya Allah kasih jodohnya itu dengan dilempar. Kenapa dilempar? Karena kamu memaksa Allah dengan berpacaran.

Sejatinya Allah itu memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Maka jika sampai detik ini jodoh itu tak kunjung datang mungkin menurut Allah kamu belum butuh yang namanya pendamping hidup. Atau bisa jadi menurut Allah kamu belum siap untuk komitmen dalam sebuah pernikahan. Atau bisa jadi Allah sedang menyiapkan jodoh terbaik untukmu, entah itu di dunia atau di syurga-Nya.

Intinya berprasangka baik kepada Allah itu harus. Maka Allah pun pasti memberikan yang terbaik pada kita. Meski faktanya di masyarakat sangat  tidak berpihak pada diri kita karena sesungguhnya yang paling tahu apa yang terbaik untukmu hanyalah Allah semata dan Allah tak akan memberi kecuali yang terbaik.

Maka apapun selama itu bukan kemaksiatan pada Allah lakukanlah dan jalanilah dengan penuh kewarasan bahwa ini adalah jalan yang Allah ridai. Untuk apa pujian dan sanjungan manusia jika itu membuat Allah murka. Apalagi membahagiakan orang tua dengan kemaksiatan kita, bukankah jika kita ikuti provokasi mereka justru kita yang akan terjerumus pada kebahagiaan semu ?

Karena sejatinya hidup ini tak melulu soal jodoh. Sebab hidup ini terlalu sempit jika hanya terfokus pada soalan jodoh. Bukankah yang sudah pasti adalah kematian, yang bisa saja ajal itu datang sebelum kamu sempat bertemu jodohmu ? Bukankah itu sangat mungkin terjadi? Bersabarlah dalam ketaatan, pasti akan ada buah manis pada akhirnya. Meski begitu, jika kamu masih punya pilihan untuk awal yang baik kenapa tidak ? Sebab awal yang baik pasti akan berujung kebahagiaan, sedang awal yang buruk berakhir dengan kesulitan.

Jadi, saat diprovokasi solusinya bukan ngikutin tapi sabar dan tetap lurus pada tujuan awal yaitu menjemput jodoh dengan cara yang Allah ridai bukan yang manusia ridai. Jadikan masa jomblo sebagai waktu untuk menempa diri dengan Islam. Agar saat kamu sudah menikah atau terjemput ajal tak ada penyesalan dengan berkata "Andai dulu aku nggak sibuk sama perasaan dan omongan orang lain mungkin akan ada banyak hal yang bisa kupelajari sedang sekarang aku sudah tak bisa apa apa kecuali sibuk dengan urusanku ".

Harusnya jomblo itu bukan sebuah masalah bagi orang yang paham Islam. Namun  time is gold bagi siapa saja yang mau memanfaatkannya. Menikah bukan untuk mengurangi masalah tapi ia menambah masalah sekaligus menambah berkah bagi siapa saja yang berbekal ilmu agama. Wallahu 'alam bish showab

Editor Lulu

Penulis : Nur Faktul (Pemerhati Sosial dan Generasi)


Ilustrasi Pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.