RINDU SYARIAH DAN KHILAFAH

Hot News

Hotline

RINDU SYARIAH DAN KHILAFAH



Oleh: Erna Ummu Azizah


Wahai umat Muhammad, tak rindukah kita bersatu di bawah syariah-Nya? Tak inginkah kita hidup aman, damai dan sejahtera di bawah naungan Khilafah yang merupakan janji-Nya?

Dan bagi umat non-muslim, tidak perlu takut, sebab Islam mengajarkan untuk saling menghormati, saling menyayangi. Tuduhan bahwa Islam itu teroris, ekstrim dan radikal itu hanyalah fitnah keji yang tak ingin umat manusia hidup damai.

Pada Reuni 212 kemarin, semua saling melempar senyum dan ramah. Jangankan menzalimi manusia, rumput pun dijaga. Maka, jika ada orang yang melakukan teror dan mengatakan Syariah Islam menakutkan, jelas itu adalah rekayasa jahat.

Dulu, ketika Rasulullah menerapkan aturan Islam secara kaffah di Madinah, apakah pernah Islam tidak adil memperlakukan manusia? Bahkan, Muhammad Rasulullah SAW hampir setiap hari membawa makanan dan menyuapi pengemis Yahudi yang buta dengan tangan beliau sendiri. Meskipun pengemis Yahudi itu sering mencaci makinya.

Khalifah Umar bin Khattab pun memperhatikan ketika ada warga Yahudi tua yang sampai mengemis. Dan, beliau langsung memerintahkan agar warga Yahudi tersebut disantuni dengan harta baitul mal. MasyaAllah, betapa amanahnya penguasa dalam sistem Islam. Muslim dan non Muslim pun diperhatikan

Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. Cobalah lihat dengan mata dan hati. Bukankah sudah nampak kerusakan-kerusakan dari sistem yang saat ini diterapkan? Kemiskinan dimana-mana, kemaksiatan merajalela, bahkan kezaliman demi kezaliman pun tak henti dipertontonkan. Kerusakan dan kehidupan umatbyang sempit, terjadi setiap hari dan terlihat di sekitar kita. Tak bisa menafikan bahwa ada yang salah dengan pengaturan urusan umat saat ini.

Entah berapa banyak kebijakan penguasa yang tak pro rakyat. Rakyat seolah hanya dibutuhkan menjelang pemilu. Suara mereka yang begitu berharga diperjualbelikan. Bahkan, orang tak waras pun suaranya diperhitungkan (https://news.okezone.com/amp/2018/11/24/605/1982147/orang-gila-boleh-nyoblos-kubu-jokowi-itu-bagian-dari-hak-konstitusional). Setelah itu habis manis sepah dibuang.

Melihat kondisi seperti ini, yang terus terulang setiap pergantian rezim, umat pun akhirnya hanya bisa pasrah. Bingung harus mengadu kepada siapa. Wajar jika akhirnya ada sebagian umat apatis, tak mau peduli terhadap fakta yang ada.

Bahkan ada juga umat yang akhirnya lebih 'memburu' dunia. Tak melihat halal haram. Konon katanya 'yang haram saja susah apalagi yang halal, yang penting bisa hidup.' Maka lihatlah hari ini, istilah STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan) mewabah bikin resah.

Tak sedikit umat yang sudah tak lagi merasa berdosa meninggalkan ibadah dan kewajiban-kewajibannya. Salat, puasa, mengkaji, menutup aurat, mendidik anak, amar ma'ruf, dan sebagainya. Dan parahnya, apa yang Allah larang pun justru dilakukan, seperti riba, mabuk, korupsi, narkoba, zina.

Tak dipungkiri, inilah kondisi umat saat ini ketika hidup di bawah sistem demokrasi kapitalis. Maka saatnya kita kembali kepada sistem Islam dengan menerapkan syariah dalam bingkai Khilafah. Yang terbukti selama belasan abad membawa kebaikan bagi seluruh umat. Bahkan hal ini pun diakui sendiri oleh sejarawan Barat:

"Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka." (Will Durant – The Story of Civilization).
Wallahu a'lam.



Editor Lulu

Ilustrasi Pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.