Alquran Bukan Sekedar Bacaan

Hot News

Hotline

Alquran Bukan Sekedar Bacaan


Oleh: Kunthi Mandasari



Uji baca Alquran bagi Capres hingga kini menjadi isu nasional. Ikatan Da'i Aceh mengundang kedua kandidat untuk menguji kemampuan Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam membaca Alquran.

Tes ini juga di tunjukan agar mengetahui kualitas beragama masing-masing calon. Kesempatan ini juga menjadi peluang emas bagi kubu masing-masing. Untuk menjaring pundi-pundi suara dari umat Muslim, (aceh.tribunnews.com, 30/12/2018).

Sistem demokrasi sekuler yang berorientasi pada manfaat, hanya menjadikan Islam sebagai daya tarik. Seperti saat menjelang pemilu saat ini. Mendadak penampilan mereka berubah jauh lebih religius guna menarik simpati.

Sekulerisasi kini juga semakin terasa. Dengan menjadikan kaum muslim merasa cukup bisa mengaji dan hafalan Alquran. Di mana semakin hari jumlah peminatnya semakin meningkat. Namun berbanding terbalik dengan penerapannya.

Selama ini ayat Alquran hanya dikutip sesuai kebutuhan saja. Masih seputar ibadah mahdoh dan ruhiyah semata. Untuk urusan negara masih mengambil hukum buatan manusia. Sehingga penerapan nilai-nilai Al-Qur'an masih sebatas sebagian kecil.

Allah SWT berfirman yang artinya:

" Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagiannya? ... ." (QS. Al-Baqarah : 85).

Padahal Alquran diturunkan secara sempurna dan sebagai pedoman hidup. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT yang artinya:

" ... Dan telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab sebagai penjelas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan berita gembira bagi kaum muslimin ... ." ( QS. An-Nahl : 89).

Sebagai muslim yang beriman wajib mengambil Al-Qur'an sebagai pemutus perkara. Petunjuk bagi seluruh problematika hidup. Tak terkecuali negeri ini. Negeri yang memiliki permasalahan yang pelik. Bukan hanya menjadikan Alquran sebagai pajangan. Apalagi hanya sebagai penghantar mahar atau sebagai alat untuk menyumpah saat pelantikan pemimpin.

Dan untuk sekelas pemimpin negeri muslim terbesar, uji baca Alquran dirasa terlalu mudah. Bukankah saat menjelang lulus sekolah selalu ada tes semacam ini? Bukankah kurang etis memberikan tes semacam ini untuk sekelas  calon pemimpin negeri?

Tantangan yang layak untuk sekelas pemimpin negara adalah keberaniannya menerapkan isi Alquran. Serta menjadikan Alquran sebagai satu-satunya sumber hukum di negeri ini. Wallahu 'alam.

Editor Hamka

Ilustrasi flickr.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.