Bagaikan Satu Tubuh, Segera Selamatkan Muslim Uighur

Hot News

Hotline

Bagaikan Satu Tubuh, Segera Selamatkan Muslim Uighur

   
  Banyaknya aksi kekerasan yang dialami kaum muslim etnis Uighur di Xinjiang, Cina sering terjadi. komite PBB mengaku telah mendapat banyak laporan soal penahanan satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya di wilayah Xinjiang Barat. Mereka ditahan di suatu tempat pengasingan rahasia yang sangat besar. Selama ditahan mereka menjalani proses yang disebut pendidikan ulang. Pada bulan lalu, lembaga Chinese Human Rights Defenders menyatakan dalam sebuah laporan, 21% dari semua penangkapan di Cina sepanjang 2017 terjadi di Xinjiang (Republika.co.id, 11/8/2018).

Kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini tidak mendapat respon yang memadai dari dunia internasional, termasuk Pemerintah Indonesia. Padahal masalah umat ini bukan hanya terjadi di dalam negeri namun juga merambah sampai di luar negeri. Terlebih ini merupakan kasus penindasan dan penyiksanaan umat Islam saat ini yang membuat hati pilu. Pemerintah Cina telah lama berlaku kejam terhadap kaum Muslim Uighur di wilayah Xinjiang.

     Mereka kerap memberlakukan aturan tak masuk akal seperti larangan puasa Ramadhan, melarang penyelenggaraan pengajian hingga melarang untuk salat berjamaah. Bahkan Pemerintah Cina secara ketat menempatkan pos-pos pemeriksaan di seluruh wilayah hingga perbatasan Xinjiang. Pemerintah Cina tega melakukan penindasan terhadap muslim Uighur karena mereka memeluk agama Islam. Artinya, yang dimusuhi Cina sejatinya adala segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam. Itu pula yang hendak mereka musnahkan dari bangsa Uighur.

Penderitaan Muslim Uighur
            Penderitaan muslim Uighur sejatinya merupakan penderitaan bersama, kaum muslim ibarat satu tubuh, jika ada bagian tubuh yang sakit, maka tubuh yag lainnya akan ikut merasakan sakitnya. Pembantaian yang mereka terima sangatlah tak masuk akal dan akan selalu dilaksanakan oleh kaum-kaum penbenci Islam. Penguasa cina menempatkan jutaan muslim di sebuah ruangan atau sel-sel yang penuh dan sesak, mereka dipaksakan untuk menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengulang secara terus-menerus perkataan “tidak ada yang namanya agama”.

     Jika mereka menolak, siksaan akan menimpa mereka sperti gigi dicopot, kuku di tarik, badan dibakar api, dan masih banyak lagi penyiksaan yang akan diterima. Mereka tidak akan membiarkan umat Islam peduli terhadap agamanya apalagi menjalankan perintah Allah sebagai Tuhannya. Kebencian kaum kafir terhadap Islam tidak akan pernah hilang begitu saja. Sebab begitulah sikap kaum kafir terhadap kaum muslim pada umumnya.

     Karena kebencian mereka terhadap kaum muslim dengan jelas diberitakan dalam firman Allah SWT yang artinya:
“Sungguh kamu akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah kaum yahudi dan orang-orang musyrik” {TQS. Al-Maidah : 82}

Mereka (kaum kafir) tidak pernah berhenti memerangi kalian (kaum Muslim) sampai mereka bisa mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) andai saja mereka sanggup” { TQS. Al-Baqarah : 217}
Hal inilah bukti kebencian dan permusuhan kaum kafir dan musyrik terhadap kaum muslim. karena itu aneh jika ada kaum muslim yang masih berharap kepada belas kasihan mereka.
Dunia Butuh Khilafah

            Penderitaan muslim Uighur sekarang adalah penderitaan bersama. Buanglah semua sekat yang justru membuat kita tidak peduli, karena kita satu. Sesama muslim adalah saudara. Penderitaan yang dialami kaum muslim di beberapa negara seperti di Suriah, Rohingya dan Uighur menggambarkan bahwa umat Islam telah kehilangan perisainya. Inilah akibat dari ketiadaan syariat Islam sebagai pengatur ketika umat islam terpecah belah.

     Untuk itu kaum muslim sejatinya semakin meneguhkan tentang betapa butuhnya umat terhadap khilafah yakni sistem pemerintahan Islam yang menerapkan syariat Islam. Mengapa demikian? Karena umat di berbagai wilayah mengetahui bahwa keselamatan mereka hanya ada pada Islam dan pada penguasa Islam yakni khilafah. Sebab khilafah adalah perisai yang akan melindungi umat.

Menjadi perisai bagi umat Islam khususnya dan rakyat umumnya meniscayakan harus kuat, berani dan terdepan. Karena itu jelas sudah saatnya kita mengharap untuk kembalinya penerapan syariat yang diemban oleh pemerintahan Islam. Karena dapat melindungi sekaligus menjaga agama. Selain itu terjaga persatuan dan kesatuan umat Islam di seluruh dunia. Wallahu’alam bi ash-showab.



Penulis  : Ilma Kurnia P, SP
Penulis adalah Pemerhati Generasi, Member Revowriter Blitar

           

Editor                  : Lulu
Sumber Ilustrasi : Matapolitik.com


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.