Jangan Beri Panggung Untuk Kemaksiatan

Hot News

Hotline

Jangan Beri Panggung Untuk Kemaksiatan


Dapurpena.com - Baru-baru ini kembali umat dihebohkan dengan tersebarnya berita tentang seorang artis dengan inisial VA yang tertangkap basah terlibat dalam prostitusi online.  Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut ada 45 orang artis yang terlibat dalam prostitusi yang ditawarkan lewat media sosial ini. Bahkan, ada juga 100 model yang juga tergabung dalam jaringan tersebut, Detiknews.com (8/1/2019).

Pada kesempatan lain, seorang mbah paranormal MM malah berterima kasih atas mencuatnya kasus ini. Sebab menurut si mbah, membuat dingin situasi panas di negeri ini akibat tahun politik, BanjarmasinPost.co.id (8/1/2019). Bahkan ANF, gadis belia yang pernah dikenal dengan aktivitas plagiat, dan terbiasa beropini liberal kembali mengeluarkan pernyataan dalam salah satu media sosialnya, membandingkan seorang ibu dengan perempuan pezina. 

Inilah yang akan selalu terjadi. Racun liberalisme, menyebar dalam kehidupan umat. Racun kebebasan. Bebas beraktivitas hingga sang artis pun tidak dikenakan sanksi. Perbuatan dosa sudah lumrah di negeri ini. Pornografi dan pornoaksi diberi ruang untuk eksis. Alhasil sang artis tidak ditahan, tidak dikenakan delik hukum.Bahkan ia tidak malu. Zina dianggap sebagai ranah privasi. Negara tidak bisa melakukan tindakan, kecuali jika ada pihak yang dirugikan.

Begitu pun sang paranormal. Bebas mengeluarkan pernyataan terkait peristiwa memalukan tersebut. Bukannya mencari solusi cerdas agar umat terbebas dari situasi gaduh dagelan politik. Akan tetapi malah bersyukur terhadap sebuah tindakan penistaan. Yang sejatinya akibat hal tersebut, akan mendatangkan murka Allah. Dan berimbas terhadap bencana yang akan menimpa seluruh kaum muslim, jika kebenaran tidak tegak di muka bumi.

Sang gadis belia pengusung ide liberal pun semakin memantapkan posisinya. Berkawan dengan penjaga sistem sekularisme, menyerang opini Islam. Bahkan enggan mendengar nasihat yang datang dari saudaranya sesama muslim. Sekularisme benar-benar merusak pemikiran. Maka dipastikan tingkah laku umat pun akan mundur. Sebab pemikiran yang diemban, menjadi landasan umat untuk beraktivitas. Adalah pemikiran mundur yang jauh dari ketinggian berpikir.

Berharap perbaikan umat dari sekularisme, adalah impian di siang bolong. Selamanya umat akan celaka. Sistem ini terbukti menyengsarakan. Hukum pernikahan Islam didiskriminasi, sementara zina dilegalisasi. Zina tidak diberantas hingga tuntas. Sebab dalam sekularisme, zina bukan termasuk kriminal. Tidak ada yang bisa melarang pelaku zina, apalagi menghukumnya.

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ (16) أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ (17) وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (18)

Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? Ataukah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu? Kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? Sungguh orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku (QS. al-Mulk [67]: 16-18).

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَ الرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

Jika zina dan riba telah merajarela di suatu negeri, berarti mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR. al-Hakim, Al-Mustadrak, 2/42).

Inilah buah Sekularisme. Selama sistem ini tegak, selamanya kemaksiatan akan dipertontonkan. Dengan dalih kebebasan, menerobos hukum Allah. Merasa aman melakukan dosa. Sebab sekularisme memberi panggung pada pelaku maksiat. Pemikiran dan perasaan umat terbelah. Sebagian mendukung, sebagian lagi membenci tapi tidak memiliki solusi sahih mengatasi kemaksiatan. 

Didukung dengan aturan penguasa yang melegalkan. Alhasil segala hal yang berputar di sekitar umat adalah perbuatan dosa dan pelanggaran. Maka jangan berharap zina bisa lenyap di negara sekuler. Memberantas zina sampai ke akar, hanya bisa dilakukan dengan mengganti sistem. Merubah total seluruh aturan untuk meri'ayah umat dengan sistem Islam. 

Dalam Islam, zina termasuk perbuatan kriminal. Sebab, perbuatan tersebut dilarang, bahkan terkategori dosa besar atau jarimah. Sebagai layaknya kriminal, pelakunya harus dihukum. Islam menetapkan hukuman keras bagi pelakunya:  rajam hingga mati bagi muhshan (sudah menikah) dan cambuk 100x bagi selainnya. Hukuman yang sekeras dan sedahsyat ini akan menimbulkan efek jera bagi pelaku. Bahkan pelaku baru pun tidak akan berani coba-coba melakukan hal serupa. 

Suatu perbuatan tidak dianggap kejahatan kecuali syara’ menetapkan bahwa perbuatan itu tercela. Kejahatan adalah perbuatan tercela (qabih), yaitu yang dicela oleh Syari’ (Allah). Syara’ juga telah menetapkan bahwa setiap perbuatan tercela sebagai dosa, dan harus dikenai sanksi, baik sanksi akhirat maupun dunia.

Sanksi di dunia dilaksanakan oleh Imam (Khalifah) atau orang yang mewakilinya. Sanksi tersebut, selain sebagai zawajir (pencegah dari kejahatan) juga sebagai penebus dosa di akhirat (jawabir). Jika telah dituntaskan oleh seorang Khalifah. Maka baginya terbebas dari hukum Allah di akhirat. 

Menuntaskan kemaksiatan dan beredarnya pemikiran liar produk sekularisme, hanya bisa dilakukan dengan penerapan syariat Islam. Dengan Islam, panggung mereka akan hancur dengan sendirinya. Hilang dari peredaran, sebab umat sepakat menolaknya dan membuang jauh-jauh sistem batil. 

Karenanya diperlukan aktivitas dakwah tanpa henti. Menyeru pada penegakan Islam. Hanya dengan menerapkan aturan Allah, maka akan tertutup semua pintu kerusakan yang terus menerus menjerumuskan umat. Tsumma takuunu khilafatan 'ala minhajin nubuwwah. Wallahu 'alam.

Penulis : Lulu Nugroho
Penulis adalah : Muslimah Revowriter Cirebon

Editor: M.N.Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.