Kapitalisme Biang Masalah Tata Kelola Transportasi

Hot News

Hotline

Kapitalisme Biang Masalah Tata Kelola Transportasi


Oleh : Dewi Sartika*

Dapurpena.com - Masalah transportasi saat ini semakin hari semakin kronis. Banyak kecelakaan yang terjadi, besar maupun kecil. Sarana dan prasarana juga tidak lebih baik. Ditambah lagi dengan kenaikan harga tiket yang melambung tinggi, tanpa dibarengi dengan pelayanan yang lebih memadai. Layanan transportasi yang diharapkan membuat rasa aman dan nyaman sulit didapatkan. 

Kenaikan harga tiket pesawat Indonesia National Air Carier(INACA) asosiasi maskapai menyebutkan, pelemahan nilai tukar Rupiah dengan dolar AS beberapa waktu lalu memicu kenaikan biaya operasional yang berdampak harga tiket pesawat melambung.
Jadi memang ada pemicunya kurs rupiah melemah ini membuat kenaikan variabel harga tiket mulai avtur, kurs rupiah terhadap dolar as sampai dan suku bunga pinjaman kata ketua inaca, Ari Askhara di kawasan SCBD, jakarta selatan.  Tirto.id (13/01/2019).


Masalah transportasi baik itu pesawat kereta api, bus dan lain-lain merupakan sarana umum memerlukan perhatian pemerintah secara serius. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi. Namun pada kenyataannya dalam sekuler saat ini dalam hal ini, semuanya diserahkan pada pihak swasta. Negara hanya sebagai legislator bukan operator. Sehingga ketika operator pelaksananya menaikkan harga tiket, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.

Memang masalah transportasi dianggap sebagai persoalan teknis yaitu sarana, prasarana dan infrastruktur yang pengelolaannya diambil alih oleh pihak swasta. Sehingga faktor-faktor kemanusiaan terabaikan. Hal ini disebabkan karena asas manfaat pada sistem kapitalis lebih mengedepankan nilai materi dan memandang dunia transportasi sebagai sebuah industri. Dibandingkan dengan asas-asas yang lain seperti memberikan pelayanan yang layak, rasa aman dan nyaman bagi penggunanya. 

Ketika kepemilikan fasilitas umum seperti transportasi dikuasai oleh perusahaan swasta, maka secara otomatis mempunyai fungsi bisnis yang hitungannya adalah untung rugi bukan fungsi pelayanan. Berbeda ketika daulah Islam mengatur transportasi sebagai sarana umum yang dikelola oleh negara. Tidak hanya sekedar aman dan nyaman, bahkan bisa mensejahterakan rakyat secara keseluruhan, karena tujuan mereka adalah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka dengan mudah.


Pada masa kekhilafahan dalam pelayanan transportasi ada 3 prinsip infrastruktur transportasi,
Pertama, prinsip bahwa pembangunan infrastruktur tanggung jawab negara tidak boleh diserahkan pada pihak swasta.

Kedua, perencanaan wilayah yang baik mengurangi kebutuhan transportasi, contoh ketika Baghdad dibangun sebagai ibukota kekhilafahan setiap bagian kota diproyeksikan hanya untuk jumlah penduduk tertentu, dibangun masjid, sekolah, perpustakaan , taman, industri. Dan berbagai fasilitas umum lainnya semuanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, memiliki kualitas yang standar.

Ketiga, membangun infrastruktur publik standar teknologi mutakhir (ada navigasi telekomunikasi) alat ini diperlukan perjalanan aman dan tidak tersesat, fisik jalan hingga alat transportasi itu sendiri.

Negara kita merupakan negara yang kaya. Namun kekayaan alam yang melimpah tersebut tidak mampu untuk membuat rakyatnya sejahtera. Negara telah melakukan salah urus, dengan menerapkan sistem kapitalis yang menjadi sumber dari berbagai persoalan, termasuk masalah transportasi.


Berbeda jauh dengan kondisi pada era kejayaan Islam. Para pemimpin/ khalifah mereka sangat bersungguh-sungguh dalam mengurusi urusan rakyatnya beserta sarana-sarana umum yang ada. Banyak sejarah yang mencatat fakta betapa khilafah adalah pelayan rakyat terbaik di sepanjang sejarah. Sebagai contoh selama masa Khilafah Umayyah dan Abbasiyah di sepanjang rute para pelancong dari Irak dan negeri Syam ke Hijaz 


Irak dan negeri Syam ke hijaz telah dibangun banyak pondok gratis yang dilengkapi dengan persediaan air, dan tempat tinggal sehari-hari untuk mempermudah perjalanan bagi mereka. Dalam hal kemudahan transportasi bagi para peziarah ke Mekah, khilafah membangun jalan kereta Istanbul-Madinah dengan nama Hejaz Railway pada masa Sultan Abdul Hamid 2, kesungguhan mereka dalam memimpin untuk kepentingan menumpuk harta melainkan karena menjadi kewajiban bagi mereka untuk mengurusi urusan rakyat sebagaimana sabda Rasulullah SAW.


Iman( khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya (HR. Bukhari).
pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka (HR. Ibnu Majah dan Abu Nuaim).


Karena begitu khawatirnya atas pertanggungjawaban di akhirat sebagai pemimpin Khalifah Ali bin Khattab radhiallahu'anhu perkataannya yang terkenal Seandainya seekor keledai terperosok di kota Baghdad karena jalan rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah, 'Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?'

Pertanyaannya sudahkah pemimpin negeri ini seperti mereka? Dari sini terbukti bahwa hanya sistem Islam yang mampu mensejahterakan kehidupan masyarakat. Wallahu A'lam Bishawab


*Muslimah aktifis Komunitas Peduli Umat dari Konda

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.