Keresahan Teror Jelang Tahun Baru

Hot News

Hotline

Keresahan Teror Jelang Tahun Baru



            Penjagaan tempat ibadah (gereja) beberapa tahun ini memang sedang populer dilakukan oleh aparat keamanan.  Kali ini pun menyambut Natal dan menjelang tahun baru Polri mulai sibuk melakukan kegiatan toleransi. Upaya toleransi ini berupa pengawasan ‘sel tidur’ jaringan terorisme yang dianggap berpotensi menimbulkan serangan.

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo menyatakan, ada 13 provinsi yang menjadi prioritas pengawasan karena banyak dihuni oleh masyarakat Kristiani. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di tempat ibadah, tempat keramaian serta tempat wisata yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan umat Kristiani dalam beribadah, CNNIndonesia (28/11/2018).

            Seperti yang telah diketahui di berbagai kasus, terorisme adalah kata mengerikan yang telah disematkan pada umat Islam, khususnya pada orang-orang yang memilih untuk taat pada agama dan melaksanakan sunnah. Kini ditengah-tengah banyaknya umat Islam yang kian sadar akan larangan mengikuti perayaan Natal dan Tahun Baru, lagi-lagi pemerintah dan aparat keamanan melakukan tindakan yang semakin memojokkan imej umat Islam. Di sisi lain, selain dapat menimbulkan keresahan antar umat beragama hal ini juga dapat meresahkan umat Islam sendiri.

            Namun sebenarnya siapakah yang sesugguhnya resah?
            Isu Terorisme mulai gencar sejak tragedi pengeboman gedung WTC di New York. Sementara di Indonesia sendiri kian booming sejak tragedi bom Bali. Baik pengeboman WTC maupun Bali, pihak yang dijadikan tersangka adalah umat Islam. Begitupun dengan kasus-kasus pengeboman yang selanjutnya, umat Islam selalu jadi pihak tersangka.

Dalam sejarahnya para tersangka selalu memiliki agenda politis atas dasar agama. Hal ini bertujuan untuk membentuk ketakutan masyarakat non muslim pada Islam dan pemeluknya akan agamanya sendiri. Dengan begitu masyarakat akan menganggap bahwa pemisahan agama dari kehidupan khususnya politik akan lebih baik.

Maka terbentuklah masyarakat anti agama, anti politik dan benci pada agama yang dihubungkan dengan politik. Pihak yang diuntungkan akan hal tersebut tidak lain adalah para penguasa. Mereka akan leluasa meloloskan kebijakan-kebijakan politik yang menguntungkan asing, merugikan rakyat serta melanggar syariat.

            Kini di tengah banyaknya umat Islam yang sadar akan agamanya, masyarakat pun kian sadar akan banyaknya kebijakan penguasa yang melanggar syariat serta merugikan rakyat. Hal ini menimbulkan banyak kritik yang dilayangkan kepada pemerintah dan tentu membuatnya tidak begitu leluasa dalam melegalkan kebijakan –kebijakan pro penjajah.         

           Maka digencarkanlah kembali isu-isu terorisme dengan harapan umat Islam akan menyusut keberaniannya. Jelaslah bahwa isu terorisme hanyalah kebohongan semata yang dibesar-besarkan penguasa sebab resah akan kebangkitan umat. Hal itu terbukti jelas dengan banyaknya bukti-bukti janggal yang konon ditinggalkan tersangka terorisme di tempat kejadian.
           
          Islam adalah rahmatan lil alamin, agama yang penuh kasih sayang terhadap sesamanya maupun makhluk lain. Dalam Islam, perbuatan baik sekecil apapun sekalipun terhadap binatang akan mendapat pahala, artinya Islam mengajarkan pemeluknya untuk mengasihi setiap makhluk. Dan perbuatan zalim terhadap diri sendiri tidak diperbolehkan, artinya Islam melarang pemeluknya bersikap sewenang-wenang. Hal tersebut dipertegas dalam surah Al-Qashash ayat 77 yang artinya,

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
 Maka sebuah kemustahilan besar apabila seorang muslim yang beriman menebar terror. Wallahu 'alam bish showab.


Penulis : Anissa Almahira
Penulis adalah Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo





Editor                  : Lulu
Sumber Ilustrasi : Merdeka.com











            

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.