Manipulasi Apik Demi Kekuasaan Politik

Hot News

Hotline

Manipulasi Apik Demi Kekuasaan Politik


Dapurpena.com - Beberapa waktu yang lalu ada sebuah video beredar di media sosial, twiter. Dalam videonya tersebut nampak ibu-ibu berbaju kuning dengan bertuliskan "we are alumni for Jokowi" dalam acara UI mendukung Jokowi - Ma'ruf Amin, yang berlangsung di Gelora Bung Karno, sabtu 12 januari 2019. Tetapi yang lebih mengejutkan lagi  ternyata ibu-ibu tersebut merupakan pendukung Jokowi  (PROJO) yang berasal dari Cibitung dan bukan alumni UI, Gelora.co (13/1/2019).

Akibat adanya vidio tersebut, Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau Iluni UI melayangkan somasi terhadap penyelenggara deklarasi dukungan untuk calon presiden Joko Widodo atau Jokowi. Iluni UI menganggap penyelenggara deklarasi tersebut telah mencatut nama lembaga yang menaungi alumni kampus tersebut. Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono, menegaskan secara kelembagaan tidak akan dan tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis, dalam surat somasinya yang di tandatangani pada 12 desember 2018. 

Sebelumnya pun juga beredar poster acara deklarasi UI mendukung Jokowi - Ma'ruf, di Plaza pintu Senayan Gelora Bung Karno. Dalam foto tersebut juga tampak foto ketua Iluni UI, Arief Budhy Hardono. Arief mengatakan beredarnya poster tersebut serta vidio ibu-ibu telah meresahkan alumni UI, karena itu Arief mengatakan bahwa pihaknya akan mensomasi pihak yang telah membuat dan mengedarkan poster dan video tersebut, Swararakyat.com (13/1/2019).

Berkaca dari kejadian seperti itu ternyata memang benar bahwa di sistem kapitalis seperti sekarang ini seolah-olah segala cara dihalalkan demi meraih kekuasaan. Meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan. Apalagi mendekati pemilu, makanya sudah tak heran hal yang seperti itu bisa terjadi demi membela calon pasangan masing-masing untuk mendapat kekuasaan.

Hanya saja ada yang luput dari perhatian umat. Jika sistem yang dijalankan masih tetap sama yaitu demokrasi kapitalis. Maka tetap saja ganti presiden, tapi tidak membawa perubahan kondisi umat. Lain halnya jika sistem Islam yang diterapkan di negeri ini. Sebuah sistem kehidupan bernegara tang terbukti mampu bertahan hingga lebih dari 13 abad lamanya.

Berbicara tentang kepemimpinan tentu terkait dua aspek, pertama individu pemimpin, dan kedua sistem yang digunakan untuk menjalankan kepemimpinan. Islam memandang penting kepemimpinan sebagai sarana untuk menetapkan syariat Islam secara kaffah. Ia akan mengatur seluruh kehidupan manusia,  seperti muamalah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, penjagaan kehormatan dan lain-lain.

Islam kaffah bukanlah pembicaraan tentang memaksakan umat agama lain masuk ke dalam agama Islam, tentu saja bukan. Akan tetapi ini adalah mengenai aturan dan perundang-undangan yang menjaga hak dan kewajiban umat. Tidak dibeda-bedakan, antara muslim dengan non muslim. 

Oleh karenanya selama khalifah mengikuti dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang di larang-Nya maka umat wajib taat. Oleh karena itu, sudah saatnya umat mampu mengenali pemimpin berkualitas yang membawa negeri ini keluar dari keterpurukannya, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan, hingga menjadikannya negeri yang adil dan makmur. 
Wallahua'lam bish-shawab

Penulis : Lilieh Solihah 
Penulis adalah member revowriter Karawang

Editor Lulu
Sumber ilustrasi Zamane.id

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.