Pemimpin Islam Mengurusi Umat, Tanpa Pecitraan

Hot News

Hotline

Pemimpin Islam Mengurusi Umat, Tanpa Pecitraan


Dapurpena.com - Tahun 2019 merupakan tahun politik yang akan menentukan siapa pemimpin negeri ini. Karena beberapa bulan lagi akan digelarlah apa yang dikatakan sebagai pesta demokrasi. Para calon mengemukakan visi misinya serta janji-janjinya terhadap rakyat negeri ini. Mereka berambisi untuk mendapat predikat sebagai sosok yang dianggap peduli pada rakyat, hidup sederhana dan juga religius. Semua dilakukan demi mendapatkan simpati dari masyarakat.

Karena di Indonesia penduduknya mayoritas muslim, maka para calon para pemimpin (capres dan cawapres) rajin mengunjungi pesantren, bahkan ada yang mengunggah foto ataupun video saat salat berjamaah. Pencitraan yang dibungkus ibadah, merupakan politisasi agama, mengelabui masyarakat untuk meraih kekuasaan. Mirip dengan apa yang digambarkan oleh Henry J Schmandt(2012) dalam bukunya "A History of Political Philosophy". Yang berisi kajian historis dari zaman Yunani kuno sampai jaman demokrasi saat ini, politik digambarkan sebagai bentuk pertarungan perebutan kekuasaan. Berbagai sarana digunakan termasuk dengan cara mengelabui masyarakat melalui propaganda.

Sebuah video beredar di lini masa media sosial twitter. Dalam video tersebut nampak ibu-ibu berbaju kuning bertuliskan 'We Are Alumni For Jokowi' dalam acara Alumni UI mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Sabtu, 12 Januari 2019, Gelora.co (13/1/2019). Akan tetapi yang mengejutkan ternyata ibu-ibu tersebut merupakan pendukung Jokowi (PROJO) yang berasal dari Cibitung.

Masyarakat sudah seharusnya menyadari hal tersebut. Jadi jangan sampai kita termakan dan terbawa oleh arus pecitraan. Seorang pemimpin harus benar-benar mengayomi, melindungi dan ucapannya merupakan sebuah janji yang harus ditepati. Maka apabila seorang pemimpin mengingkari janji-janjinya, maka berdosalah pemimpin itu. Dan tidak layak untuk diberikan amanah.

Allah akan meminta pertanggungjawaban penguasa atas pengaturan dan pemeliharaan urusan rakyat. Sebab kekuasaan selain harus bertanggung jawab kepada rakyat, penguasa juga harus bertanggung jawab kepada Allah. Asy-Syaukani di dalam Nayl al-Awthar menjelaskan, pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyat, mendoakan dan didoakan oleh rakyat, adalah sebaik-baik pemimpin.

Sebab, jika pemimpin berlaku adil di tengah rakyat, berkata baik kepada rakyat, maka rakyat akan menaati, mematuhi dan memuji dia. Ketika keadilan dan kebaikan perkataannya menyebabkan kecintaan, ketaatan dan pujian rakyat kepadanya maka dia adalah sebaik-baik pemimpin.


Sebaliknya, pemimpin yang membenci dan dibenci rakyat melaknat dan dilaknat oleh rakyat, termasuk seburuk-buruk pemimpin. Tatkala kezaliman dan caciannya kepada rakyat menyebabkan rakyat menyalahi dia dan berkata buruk tentang dia, maka ia seburuk-buruk pemimpin.

Di dalam Islam, seorang pemimpin (Imam) seperti perisai. Sebagaimana disebutkan dalam hadits 'Sesungguhnya seorang imam adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya maka ia harus bertanggungjawab atasnya'. (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

Tugas imam(pemimpin) adalah memelihara semua urusan rakyat dan mencegah atau menghilangkan segala bentuk kemudaratan, kezaliman serta kerusakan dari rakyat. Jika terjadi kemudaratan, kezaliman dan kerusakan di tengah rakyat seperti saat ini, sedangkan penguasa diam saja, artinya ia telah menyalahi tugas dan fungsinya.

Sudah seharusnya penguasa harus memerintahkan ketakwaan dan berlaku adil, ketakwaan yaitu membina ketakwaan diri dan rakyatnya. Sedangkan berlaku adil adalah menempatkan dan menjalankan semua perkara sesuai ketentuan syariah. Sudah saatnya kita kembali kepada aturan Islam yang mana Islam adalah rahmatan lil alamin. Rahmat bagi alam semesta. Wallahu 'alam.


Penulis : Endang Setyowati 
Penulis adalah member Revowriter Blitar

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.