Pemimpin Tidak Sekedar Budiman

Hot News

Hotline

Pemimpin Tidak Sekedar Budiman




Oleh, Puji Ariyanti*




Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia [Iluni UI] Arief Budhy Hardono mempersilakan siapa saja alumni UI boleh melakukan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun, kata Arief, dukungan tersebut tidak boleh mengatasnamakan lembaga alumni.




"Silakan saja jika dukungan atas nama pribadi alumni UI kepada pak Jokowi ataupun Pak Prabowo, karena itu adalah bagian dari demokrasi. Tapi jangan sekali-sekali mengatasnamakan Iluni UI. Kami siap memberikan somasi," kata Arief kepada Indopos.co.id  [13/1/2019].




Demi meraih kekuasaan, segala cara dilakukan. Dua pasangan capres  yang bertarung pada Pilpres April mendatang Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi untuk memperebutkan kursi presiden periode 2019-2024. Mereka terus berjuang meraih suara sebanyak-banyaknya agar mendapatkan kemenangan. Timses masing-masing bekerja keras demi pemenangan, memanipulasi kondisi untuk mencari simpati publik.




Agar kekuasaan abadi, suara terbanyak adalah mutlak. Membangun opini publik agar nampak indah di permukaan, adalah segalanya. Sistem demokrasi membuka pintu perpecahan dan perselisihan antar fanatisme. Cara-cara busuk dilakukan, termasuk saling jegal, saling tendang, bahkan melemparkan opini hoaks. Kebiasaan buruk masyarakat yang kurang suka membaca jadi sasaran empuk terkena radiasi hoaks, karena membaca berita di media online cenderung membaca secara cepat.




Segala sesuatu yang dilahirkan dari inang yang bernama demokrasi, hasil yang terpancar adalah sekularisme. Sebuah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya urusan ibadah saja, terkait dengan bagaimana beribadah kepada sang Pencipta. Sementara untuk urusan kehidupan, agama disingkirkan.




Bisa dibayangkan jika sekularisme menguasai pemikiran manusia, apalagi menguasai pemikiran seorang pemimpin. Kebijakan-kebijakan yang mendominasi berdasarkan hawa nafsu mereka, merumuskan aturan sesuai dengan kepentingan mereka, dengan mengesampingkan peran agama. Oleh sebab itu, tabu ketika seorang ulama turut merumuskan masalah negara.


Asas yang memisahkan kehidupan dalam ranah negara inilah yang saat ini dipergunakan dalam mengelola pemerintahan. Sehingga yang nampak adalah kerusakan di setiap lini, korupsi dan hutang negara saling beriringan, di setiap wewenang dikuasai mafia dan masih banyak lagi kasus kriminal yang semakin merajalela. Justru inilah sebab  negara menjadi terpuruk dan muncul konflik horisontal. Umat saling tuduh, saling benci, saling curiga. Seluruh umat merasakan keterpurukan ini. Kita butuh solusi mendasar yang berkemampuan menyelesaikan berbagai konflik yang melanda negeri ini. 



Islam memiliki solusi yang komprehensif di segala bidang, dari urusan individu hingga urusan negara. Oleh sebab itu kepemimpinan dalam Islam, adalah mutlak. Karena di sinilah letak jantung kehidupan seluruh umat. Islam perlu perwujudan, agar hukum-hukum Allah secara nyata terwujud.




Imam Al Ghozali mengatakan: “Agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penjaganya. Sesuatu tanpa pondasi akan runtuh dan sesuatu tanpa penjaga pasti akan hilang.” [Al-Iqtishad fi al-I’tiqad, Abu Hamid al-Ghazali, hal. 255-256]




Kepemimpinan dalam Islam, dibangun di atas landasan akidah dan hukum syara', sehingga melahirkan kebaikan serta kehidupan yang penuh berkah. Karena seluruh aturan Allah diterapkan. Untuk itu seorang pemimpin tidak hanya sekedar pemimpin yang baik, yang merakyat, namun pemimpin yang mampu dan mau menerapkan hukum-hukum Allah secara sempurna. Allah SWT berfirman, 




"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [QS Al-A'raaf [7] :96]




Sejatinya, pemimpin yang beriman dan bertakwa akan berpengaruh membawa umatnya menjadi manusia yang bertakwa. Terciptalah rahmat seluruh alam dan setiap usaha yang dilakukan umatnya akan membawa keberkahan.  Wallahu' alam bisawab.




*Muslimah Pemerhati Generasi dari Sidoarjo




Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.