Pemuda Dan Literasi

Hot News

Hotline

Pemuda Dan Literasi


Oleh : M.Hasbullah 


Sejarah pergerakan pemuda bangsa ini tidak terlepas dari peristiwa Sumpah Pemuda 1928 silam. Sumpah Pemuda 1928 menjadi cikal bakal lahirnya pergerakan pemuda Indonesia sampai dengan saat ini yang terus menerus mengisi sendi-sendi perjuangan pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan Indonesia.


Di Indonesia pemuda mempunyai peranan yang sangat penting dalam seluruh rangkaian pembangunan bangsa. Pemuda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu bangsa. Pemuda itulah yang menjadi generasi yang akan mengisi dan meneruskan keberlanjutan pembangunan bangsa ini. Bangsa dan negara akan maju bila menempatkan pemuda untuk mengisi ruang-ruang pembangunan.


Pemuda lagi-lagi menunjukkan perannya pada tahun 1998. Mahasiswa menuntut reformasi dan dihapuskannya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Peristiwa 1998 ini juga diiringi dengan berbagai tindakan represif pemerintah yang mengakibatkan tragedi-tragedi seperti Tragedi Cimanggis, Tragedi Gejayan, Tragedi Trisakti, dan masih banyak lagi.


Kini, kondisi bangsa telah berubah, 90 tahun pasca Sumpah Pemuda, kondisi pemuda Indonesia pun berbeda. Serangkaian aksi dan gerakan pemuda atau mahasiswa pada masa lalu tentunya didasari rasa cinta terhadap Indonesia. Rasa cinta yang menggelora itu dibarengi pula oleh kecerdasan intelektual, ketajaman berpikir, dan semangat pergerakan.


Ada dua kebiasaan yang kini mulai berkurang di kalangan pemuda dan mahasiswa: banyak membaca dan berdiskusi. Padahal, dua hal inilah yang memengaruhi kualitas seseorang. Dua hal ini juga akan melatih ketajaman berpikir, analisis, serta masuknya pengetahuan, wawasan, dan inspirasi. Tentunya masih ada memang yang gemar membaca dan berdiskusi, namun jumlahnya sedikit.


Tahukah kamu, ternyata kecerdasan suatu bangsa dapat diukur dari seberapa besar budaya literasi bangsa tersebut? Literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Trini Haryanti mengatakan bahwa, budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca dan menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya.


Perkembangan budaya literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Ketua Forum Pengembangan Budaya Literasi Indonesia Satria Darma mengatakan, berdasarkan survei banyak lembaga internasional, budaya literasi masyarakat Indonesia kalah jauh dengan negara lain di dunia.


Kondisi literasi di Indonesia menduduki urutan ke-64 dari 65 negara, Indonesia menduduki urutan ke-57 dari 65 negara dalam hal tingkat membaca siswa (PISA, 2010). Indeks minat baca pun dapat disimpulkan bahwa setiap 1000 penduduk hanya terdapat satu orang saja yang membaca. Di sinilah saatnya di mana peran generasi muda dapat diwujudkan demi membangun bangsa berbudaya literat.


Lalu, pertanyaannya, apa yang perlu disiapkan dan karakter pemuda Indonesia yang seperti apa untuk menghadapi era ini? Pertanyaan ini cukup menantang pemuda Indonesia saat ini. Menghadapi tantangan zaman yang semakin maju dari waktu ke waktu dan perkembangan teknologi ini. Pemuda Indonesia harus bisa menempatkan dirinya pada posisi pemuda yang progresif, agresif, dan dinamis, selain kemampuan intelektual yang mumpuni dengan tetap menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa. Pemuda adalah simbol progresivitas, agresivitas, dan dinamika.


Pemuda yang progresif adalah mereka yang berpikir maju, bertindak maju, dan berperilaku maju. Otaknya maju, niatnya maju, dan cara kerjanya maju. Pemuda yang progresif adalah mereka yang berhaluan ke arah perbaikan keadaan, karena dia masih segar. Intelektualitasnya segar dan memenuhi tuntutan zaman. Kehendak baiknya memenuhi tuntutan keadaan. Cara kerjanya mampu memperbaiki keadaan. Saat ini kita melihat banyak sekali pemuda Indonesia yang kemudian terjun ke dunia usaha, dunia politik, pemerintahan, dan berbagai bidang kehidupan lainnya.


Pemuda agresif, dari pengertian psikologis adalah mereka yang bernafsu dan berkeinginan besar menyerang sesuatu yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan, menghalangi atau menghambat. Ini ditandai dengan berbagai gerakan pemuda seperti demonstrasi, aksi-aksi damai lainnya, sebagai bentuk protes yang diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan yang jauh dari keberpihakan.


Pemuda dinamis adalah mereka yang penuh semangat dan bertenaga dalam bergerak. Mereka yang cepat menyesuaikan diri dengan keadaan. Mereka gesit menanggapi masalah-masalah pelik di sekitar mereka. Mereka yang penuh gairah melaksanakan tugas-tugas pokoknya.


Dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan bahwa mayoritas orang-orang yang merespon baik seruan Nabi adalah kalangan muda. Meraka di antaranya adalah sahabat Abu Bakar yang masuk Islam pada usia 38 tahun, sahabat Umar masuk Islam pada umur 28 tahun dan Sayyidina Ali yang masuk Islam kurang dari 10 tahun dan masih banyak yang lainnya yang masuk Islam kisaran berumur 12,13,14 dan 15 tahun.


 Allah SWT berfirman:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَـقِّ ۗ  اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ  وَزِدْنٰهُمْ هُدًى

"Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka,"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 13)


Maka jelas, bahwa untuk mencapai pemuda yang progresif, agresif dan dinamis dalam dunia literasi adalah yang mampu beriman kepada Tuhannya dan mampu juga menerima petunjuk yang benar dari sumbernya.


Oleh karena itu, Pemuda adalah harapan bangsa, kualitas suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas daripada pemudanya, maka di sinilah peran penting para generasi muda untuk mendongkrak semangat masyarakat Indonesia yang cinta budaya literasi dan membawanya ke masa depan yang lebih baik lagi. Tentunya generasi seperti inilah yang diharapkan sebagai panutan dalam perkembangan literasi. Salam literasi.




M Hasbullah (Ketua Taktik Bali-Nusra dan seorang Trainer Muda Hidayatullah Kota Kupang)


Editor Lulu

Ilustrasi Pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.