Pengelolaan Infrastruktur Khilafah Yang Menggugah

Hot News

Hotline

Pengelolaan Infrastruktur Khilafah Yang Menggugah


Dapurpena.com - Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh individu merupakan kewajiban bagi seorang pemimpin. Karenanya harus ada sarana dan prasarana yang disediakan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu program yang digencarkan pemerintah saat ini adalah pembangunan infrastruktur. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 beberapa prioritas infrastruktur yang akan dibangun antara lain: jalan tol, pelabuhan, waduk, bandara, rel kereta api, dan kilang minyak. 


Berbagai kebijakan pun dibuat demi melancarkan program tersebut. Jalan tol merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang giat dilakukan. Akhir-akhir ini, jalan tol Trans Jawa telah rampung dibangun. Jalan tol Trans Jawa merupakan jalan yang menghubungkan dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta- Surabaya sepanjang 1.000 km.


Menteri Perhubungan RI pun mengapresiasi pembangunan jalan tol Trans Jawa ini. Beliau mengatakan salah satu prestasi yang berhasil dicapai pada 2018 lalu, yakni rampungnya jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. "Bahwa kita berhasil membuat jalan tol Jakarta- Surabaya satu prestasi yang luar biasa". Ujarnya ketika menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 58 PT. Jasa Raharja di Jakarta Pusat,minggu 6 Januari 2019, tribun.news.com.


Infrastruktur merupakan bangunan fisik yang berfungsi untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan kegiatan sosial ekonomi suatu masyarakat dan sangat menunjang kemajuan sosial ekonomi suatu masyarakat. Dalam sistem ekonomi kapitalisme seperti saat ini, sumber pembiayaan, pembayaran dan pemeliharaan berbagai macam infrastruktur diperoleh dari sektor pajak, utang luar negeri, dan yang terbesar adalah dari investor swasta.


Pembangunan dan pengelolaan sejumlah infrastruktur di Indonesia sejatinya mengandalkan peran swasta untuk dikelola secara komersial. Jalan tol misalnya, dari sekitar 900 km yang terbangun, 576 km diantaranya dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Jasa Marga dan sisanya oleh swasta, semuanya dikelola secara komersial. Akibatnya, tarif jalan tol senantiasa naik dari waktu ke waktu. 


Tidak peduli apakah tingkat kemacetan dan pelayanannya di beberapa ruas semakin meningkat atau malah semakin buruk. Jalan Tol itu hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas (konglomerat). Bagaimana tidak, rakyat kecil tidak bisa menikmati fasilitas jalan tol dikarenakan tarifnya hingga ratusan ribu rupiah.


Infrastruktur dalam perspektif Islam tentu berbeda dengan kapitalisme yang menyerahkan pengelolaan berdasarkan asas manfaat. Islam memberikan aturan yang unik yang didasarkan pada dalil dalil syariah. Infrastruktur untuk memanfaatkan barang milik umum dan barang tambang yang memiliki deposit besar hanya boleh dikelola oleh negara. Kemudian hasilnya dikembalikan kepada masyarakat banyak untuk bisa menikmati infrastruktur secara gratis. 


Banyak kesuksesan yang gemilang dalam pembangunan infrastruktur yang diraih pada masa kejayaan Islam. Khalifah Umar bin Khatab menjadi bukti keberhasilannya. Khalifah Umar menyediakan pos dana khusus dari baitul mal untuk mendanai infrastruktur khususnya jalan, dan semua hal ikhwal yang terkait dengan sarana dan prasarana jalan. 


Juga menyediakan sejumlah unta sebagai alat transportasi pada masa itu untuk memudahkan perpindahan bagi mereka yang tidak mempunyai kendaraan. Tentunya, dana yang diperoleh bukan dari hutang ribawi. Selain jalan dan kendaraan, Khalifah Umar juga menyediakan rumah singgah  yang bernama Dar ad Daqiq, yaitu suatu tempat penyimpanan sawiq kurma, anggur, dan berbagai bahan makanan lain yang diperuntukkan untuk Ibnu Sabil yang kehabisan bekal dan tamu asing dengan tanpa berbayar alias gratis.


Khalifah Umar memastikan pembangunan infrastruktur harus berjalan sesuai dengan orientasi untuk kesejahteraan masyarakat, dan untuk izzah dan kemuliaan Islam. Tidak masuk jebakan utang yang menjadikan posisi kaum muslim lemah di mata negara lain atau pihak ketiga.


Berbagai proyek telah direalisasikan oleh Khalifah Umar, di antaranya membuat sungai, teluk, memperbaiki jalan, membangun jembatan dan bendungan. Semuanya itu dilakukan semata mata demi kesejahteraan masyarakat di bawah kepemimpinannya. 


Maka dari itu, adalah angan-angan saja menyandarkan kesejahteraan dalam sistem kapitalisme. Sebab hanya sistem Islam dalam naungan Khilafah yang mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh individu yang berada di bawah kekuasaannya. Wallahu 'alam.


Penulis : Ummu Aira
Penulis adalah Muslimah asal Padalarang

Editor Lulu


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.