Resolusi 2019: Menuju Perubahan Hakiki

Hot News

Hotline

Resolusi 2019: Menuju Perubahan Hakiki


Dapurpena.com - Tahun 2018 telah berlalu menyisakan penderitaan dan kegetiran bagi bangsa Indonesia. Sepanjang tahun 2018 diwarnai berbagai musibah dan bencana yang menimpa hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, hal yang paling krusial bagi bangsa Indonesia adalah masalah sosial, politik, dan ekonomi yang membutuhkan pemecahan serius.

Dalam aspek sosial, objek terbesar yang dihadapi selama 2018 adalah banyaknya bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami yang merenggut nyawa ribuan orang. Di samping itu, terdapat bencana kecelakaan transportasi udara dan laut yang menjadi catatan penting bagi bangsa ini. Upaya melakukan pencegahan bencana sangatlah minim, karena faktor anggaran yang terbatas.

Di penghujung tahun 2018 yang  terjadi adalah tsunami melanda wilayah Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018) malam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (26/12/2018) pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas telah mencapai 430 orang, 1.495 luka-luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi. Tsunami tersebut diakibatkan oleh aktivitas gunung Anak Krakatau. (Tribunjogja.com - 27/12/18).

Dalam tataran ekonomi, dolar makim meroket hingga pada level Rp 15.000. Rupiah terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Bahkan, sejumlah bank telah menjual mata uang tersebut dilevel Rp 15.000 per dollar AS. (Jakarta, Kompas.com (5/9/'18)).

Ini disebabkan karena ekonomi kapitalis yang makin memperparah kondisi kehidupan masyarakat. Hutang negara semakin menumpuk hingga dalam level menghawatirkan. Benarkah isu divestasi PT. Freeport Indonesia mengembalikan ekonomi bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri dalam mengambil kebijakan ekonomi?

Dalam bidang politik, menjelang Pilpres April mendatang menjadikan ajang hoaks bagi pelaku politik atau sekelompok orang yang ingin mencoba mematahkan lawan politiknya. Padahal, yang mereka lakukan malah menjadikan instabilitas bagi bangsa. Sosmed adalah tempat yang paling strategis bagi penyebaran berita bohong. Sehingga memunculkan saling lapor kepada pihak kepolisian, masyarakat menjadi semakin tidak nyaman, dan  terkesan kacau.

Seluruh kerusakan yang terjadi saat ini tidak lepas dari buah sistem demokrasi sekuler yang mengabaikan perintah dan larangan Allah. Sebuah sistem yang menuhankan manusia yang berkuasa. Suara terbanyak adalah niscaya, sehingga layak saja jika ada pemimpin yang abai terhadap urusan rakyatnya. Kebijakan yang diambil semakin zalim dan semakin memperberat kehidupan masyarakat. Misal kebijakan pajak semakin mencekik, asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, biaya pendidikan yang semakin mahal serta kebijakan lain yang semakin Liberal. 

Di awal tahun 2019 mampukah kita berjuang bersama menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai rujukan umat dalam menyelesaikan segala persoalan dalam seluruh aspek. Karena perubahan mendasar adalah perubahan sistem yang bersumber dari Alquran dan As-sunah, bukan yang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan hendaklah kamu semua memutuskan hukum di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan oleh Allah (Alquran) dan jangan menuruti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah jangan sampai mereka mempengaruhimu untuk meninggalkan sebagian apa yang diturunkan oleh Allah kepadamu”(QS. Al-Maidah: 49).

“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim” (QS. Al-Ma'idah: 45).

Sejatinya perubahan hakiki adalah perubahan sistem demokrasi menuju sistem Islam secara kaffah, bukan sekadar bergantinya pemimpin yang satu menuju pemimpin yang lain.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis : Puji Ariyanti
Penulis adalah Pemerhati Generasi



Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.