Saatnya Berbenah, Bangun Negara Dengan Penerapan Syari’ah

Hot News

Hotline

Saatnya Berbenah, Bangun Negara Dengan Penerapan Syari’ah




Oleh : Siti Aisyah



Permasalahan yang terus terjadi sepanjang tahun 2018 menyisakan luka yang masih terasa sampai hari ini. Negeri yang dikenal dengan kesuburan tanahnya dan keramah-tamahan masyarakatnya, nyatanya hari ini telah banyak mengalami kerusakan, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.

Seperti yang disebutkan oleh BNPB dalam aspek sosial, selama tahun 2018 Indonesia mengalami bencana sebanyak 1.999 kali. Bencana yang terjadi baik di daratan berupa gempa yang menimpa lombok dan Donggala, Tsunami yang terjadi di Palu dan Banten, meletusnya gunung anak krakatau, jatuhnya pesawat lion air dan puting beliung yang telah memakan nyawa ribuan orang.

Banyaknya bencana yang terjadi ternyata tidak berbanding lurus dengan anggaran penanggulangan bencana yang diterima cenderung menurun dengan jumlah anggaran sekitar Rp 700 milyar saja yang tahun lalu dianggarkan mencapai Rp 2 triliun, seperti yang dilansir kompas (3/10/2018), sehingga menghambat dalam penanggulangan akibat kerusakan.

Dalam aspek ekonomi banyak kasus yang terjadi diantaranya, naiknya harga BBM menjadi pemicu banyaknya aksi demo oleh mahasiswa diberbagai daerah, sampai pada kebijakan pemerintah dalam pembelian saham freeport yang awalnya 9,36 % menjadi 51,2 % dengan dana utang menjadi topik yang tidak habis menjadi buah pembicaraan. Dikarenakan pada tahun 2021 freeport bisa saja diambil alih oleh Indonesia tanpa adanya pembelian saham, sedangkan saat ini kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh freeport mencapai Rp 460 milyar dan wajib dilunasi dua tahun ke depan.

Di tengah banyaknya permasalahan yang dihadapi Indonesia akhir-akhir ini seharusnya pemerintah mampu mngevaluasi atas kebijakannya kepada rakyat, apakah sudah mampu memberikan kesejahteraan dan keamanan nasional? Nyatanya belum. Dilanjutkan teguran Allah berupa bencana menjadi muhasabah bagi kita semua, apa penyebab terjadinya, salah satunya yaitu berupa kemaksiatan yang semakin marak dilakukan namun penjagaan penguasa sebagai perisai belum mampu mengurusi urusan masyarakatnya sesuai dengan tuntunan syari’at.

Teringat pesan dari seorang ulama besar Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah KH.  Ahmad Dahlan “Perhatikan alam dan bangsamu, jika di suatu bangsa yang beriman, mereka mengaku sebagai pemimpin yang baik, namun jika terjadi kerusakan akibat bencana alam yang berturut-turut, maka itu pertanda rusak pemimpinmu. Jika rusak pemimpinmu, maka rusaklah tatanan masyarakatmu, mereka saling memfitnah , saling menguujat, saling mencela tak bisa terhindarkan, disaat itu Allah memberi peringatan bagimu dengan berupa musibah yang tiada henti”.

Pertanyaannya, apakah kita peka atas kode yang Allah beri sampai dengan hari ini? Allah memberikan sinyal bahwa peraturan manusia itu lemah dan terbatas. Allah memberikan teguran yang berarti Allah maha penyayang agar hambaNya kembali kepada peraturanNya, hukumNya dan syari’atNya di bumi mayoritas muslim. Semoga Indonesia mampu merubah keadaan dan membangun negeri dengan berlandaskan Syari’at Islam yang Rahmatan lil’alamnin. Wallahu a’lam bisshawab.


Siti Aisyah (Mahasiswa dan Aktivis Forum Studi Al Qur’an, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat)


Editor Hamka

Ilustrasi knpisemarang

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.