Syariat Islam, Solusi Hidup Umat Manusia

Hot News

Hotline

Syariat Islam, Solusi Hidup Umat Manusia


Oleh : Lia Destia



Insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid memicu amarah sebagian besar umat muslim di Indonesia. Aksi dengan jumlah ribuan orang untuk membela kalimat tauhid pun diselenggarakan di berbagai daerah. Bahkan, bendera bertuliskan kalimat tauhid pun sempat dikibarkan di halaman DPRD Poso yang viral dan diupload ke media sosial tanggal 27 oktober 2018 dan hal ini membuat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Wiranto memberikan pernyataan bahwa tindakan itu adalah tindakan yang melecehkan Pancasila.

Menurut Wiranto, pengibaran bendera tauhid tersebut merupakan tindakan menduakan bendera merah putih.
"Ya enggak boleh. Itu kan sudah menduakan merah putih. Menduakan Pancasila," kata Wiranto usai memberikan sambutan dalam Sosialisasi Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara di Hotel Utami, Surabaya seperti yang dilansir dari www.cnnindonesia.com (Selasa, 30/10/2018).

Wiranto juga mengatakan bahwa pengibar bendera tauhid telah menyebarkan paham-paham anti Pancasila dan dengan hal itu, dirinya meminta pihak pengibar bendera tauhid untuk angkat kaki dari Indonesia. Menurutnya, tak ada tempat di Indonesia bagi para penganut ideologi anti Pancasila.

"Kalau mau kibarkan lagi ya silahkan sana cari tempat lain yang bisa mentolerir. Orang yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila ya jangan merusak, pergi saja dari Indonesia bikin saja tempat lain sana yang sesuai dengan ideologinya," ujar Wiranto.

Wiranto juga menilai bahwa tindakan-tindakan itu akan mengancam kedaulatan NKRI dan Pancasila juga menurutnya tak bisa dipisahkan dari NKRI sehingga keduanya sama-sama harga mati untuk dibela. Menurut Habib Muchsin Alatas, kalimat tauhid yang tertulis di bendera yang dibakar anggota Banser justru sejalan dengan sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan yang Maha Esa.

"Karena Pancasila adalah Indonesia merdeka yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kalau Anda anti terhadap kalimat tauhid. Maka cari tempat lain selain bumi Allah. Anda adalah purnawirawan TNI. Masih memegang sapta marga. Salah satu sapta marga adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Berarti kalau Anda anti kalimat tauhid sama saja berkhianat," ungkapnya. Justru kalimat tauhid yang menyelamatkan kita di kehidupan setelah dunia yaitu akhirat.

Bendera berkalimat tauhid identik dengan bendera organisasi HTI bukan berarti bendera itu bisa dilarang, sebab dari fakta sejarah mengatakan bendera itu merupakan bendera Rasulullah SAW artinya melekat dalam diri umat islam. Apa jadinya jika kalimat tauhid dilarang dan bahkan hilang ?

Ideologi yang berdasarkan syariat Islam akan membawa kebaikan pada seluruh alam bukan hanya Indonesia saja. Ilmu Alquran (syariat) mengajak semua manusia untuk berdamai dan bertoleransi, peradaban manusia muncul dari Islam, bayangkan jika manusia dibina dengan ketaqwaan bukan dengan ideologi kapitalis, bukan dengan sosialis. Maka kita termasuk kedalam yang disebut ''bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa'' maka masalah di Indonesia selesai.

Hal tersebut telah terbukti pada masa sejarah berdirinya kejayaan Islam yang berdiri sepanjang 1.300 tahun lamanya yang bahkan dalam sejarah peradaban manusia belum pernah ada sistem kehidupan yang mampu bertahan dalam waktu selama itu. Pada bidang kesehatan misalnya, Rumah Sakit tidak akan memungut biaya sepeser pun terhadap pasiennya dan pasien tetap dirawat hingga sembuh. Semua diperlakukan sama, tidak ada kelas 1, kelas 2 atau kelas 3 seperti yang ada pada sistem saat ini. Semua pelayanan yang dilakukan demi meraih ridha Allah SWT semata.

Begitu juga pada bidang pendidikan di mana hal ini merupakan salah satu kebutuhan dasar yang juga dibebankan pada negara bukan kepada rakyatnya. Bukan hanya soal biaya yang gratis, pada masa kebangkitan Islam itu juga turut menyediakan infrastruktur serta fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan pendidikan warganya seperti laboratorium, perpustakaan, buku-buku pelajaran, dan lainnya.

Dua hal di atas merupakan contoh kecil dari baiknya sistem yang diajarkan Islam. Hal ini didasari oleh sabda Nabi saw:
Imam itu adalah pemimpin dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (HR al-Bukhari).

Atas dasar inilah ajaran yang menjamin setiap warganya dalam pemenuhan kebutuhan dasar tersebut dengan mudah.

Lalu coba bandingkan dengan keadaan yang ada pada masa kini dimana sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia masih ditemukan kurang keberpihakan kepada rakyat kecil. Seperti yang baru-baru ini viral tentang seorang gadis bernama Ida Ayu Riski Susilowati yang terpaksa berjualan cilok di sekolahnya demi mencari uang untuk makan dan bayar sekolah bagi dirinya dan sang adik. news.okezone.com (Senin, 22/10/2018).

Selain itu, seorang perempuan bernama Fitri Maya Wulandari yang hanya bisa pasrah tergolek di kasur tipis rumahnya karena tak memiliki biaya untuk berobat ke Rumah Sakit. Bahkan, anaknya yang bersekolah pun terpaksa berhenti supaya bisa merawat sang ibunda di rumah. regional.kompas.com (22/05/2018)

Kedua fakta di atas merupakan contoh kecil dari sistem demokrasi yang di dalamnya terdapat paham kapitalisme dimana seharusnya kesehatan, pendidikan, dan lain-lain menjadi hak setiap warga negara tapi justru menjadi barang mewah yang sulit didapat karena semua berujung dengan ada atau tidaknya uang.

Sejatinya ideologi Islam bukanlah hal yang untuk ditakuti karena dapat dijadikan solusi kedamaian bagi kita semua, karna muslim dicintai oleh negara, dicintai oleh non muslim dan dicintai oleh alam semesta. Kehadiran Islam bisa jadi solusi agar tak ada lagi rakyat yang kelaparan, tak ada lagi rakyat yang harus mati sia-sia karena tak punya biaya pengobatan dan yang lainnya. Wallahu ‘alam.


Editor Syaiful Amri

Ilustrasi Pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.