Tantangan Ibu Mendidik Generasi Milenial

Hot News

Hotline

Tantangan Ibu Mendidik Generasi Milenial


Dapurpena.com - Menjadi ibu adalah anugerah terindah bagi perempuan. Karena dari seorang ibu akan lahir para generasi emas calon pembangun peradaban. Ibulah yang menjadi guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Meletakkan pondasi iman dan takwa sebagai bekal menjadi generasi muslim sukses yang berorientasi akhirat. Lihatlah sosok ibunda Imam Syafi’i yang menggembleng putranya sejak kecil dengan Islam. Hingga Imam Syafi’i berhasil menjadi Ulama besar yang berpengaruh dalam peradaban dunia.

Namun, saat ini ibu dihadapkan oleh berbagai tantangan zaman. Zaman milenial. Zaman serba digital. Di era digital ini memang sulit menghindari penggunaan teknologi. Namun, penggunan teknologi bisa berdampak positif dan juga negatif. Pun, serangan pemikiran barat yang sekuler liberal terus dilancarkan oleh musuh-musuh Islam melalui ragam cara dan sarana. Termasuk dengan teknologi melalui media sosial dengan berbagai aplikasinya. Seks bebas, pornografi, perilaku suka sesama jenis sangat massif dipromosikan di media sosial. Para generasi pun berpeluang terpapar gaya hidup ala barat yang serba bebas, mewah dan instan. 

Tanpa iman dan ilmu para generasi muslim dengan mudah meninggalkan identitasnya sebagai hamba Allah. Membebek kepada kafir barat yang menihilkan agama dalam mengatur kehidupan. Membuang Islam sebagai panduan dan pegangan dalam kehidupan. Generasipun menjadi korban dari keganasan sistem kapitalisme sekuler yang rusak dan merusak.

Inilah PR besar bagi para ibu. Bagaimana ibu sebagai pendidik generasi harus berupaya keras menjaga keimanan dan akhlak putra-putri mereka. Di tengah gagalnya negara memainkan peran menyelamatkan generasi dari krisis yang melanda akibat diterapkannya sistem kapitalisme sekuler.

Dalam kondisi seperti saat ini benteng terakhir adalah keluarga. Karena berharap pada lingkunganpun luar biasa berat tantangannya. Dalam keluarga yang harus ditanamkan kuat adalah pemahaman agamanya. Maka, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu untuk menjaga putera-puteri dari serangan pemikiran barat ini. 

Pertama, ibu harus menanamkan tauhid sejak dini dan membekali dengan tsaqafah Islam. Sehingga ananda mampu memahami Islam dan mendakwahkannya sebagai sistem kehidupan yang khas. Dengan kuatnya pemahaman agama insya Allah ananda akan mampu memfilter hal-hal yang negatif.

Kedua, sebagai orangtua khususnya ibu, hendaknya bisa mengajak ananda turut serta dalam komunitas yang se-visi dengan ibu. Sekalipun ananda memiliki kesibukan yang sangat padat. Karena hal ini sangat penting, agar anak tidak merasa sendiri di saat ia memiliki pemahaman yang berbeda dengan teman-teman di lingkungan atau di sekolahnya. Tersebab ia memiliki komunitas yang sevisi dengannya. Misal memberikan fasilitasi pada anak dengan hadir di kajian-kajian remaja dan sejenisnya.

Ketiga, senantiasa memohon perlindungan kepada Allah, agar ananda dijaga dari pengaruh negatif lingkungan, agar selalu dijauhkan dari perbuatan maksiat dan senantiasa dalam perlindungan Allah.
Dengan ini semoga para generasi akan mampu mengatasi bahaya nilai-nilai sekuler barat yang rusak. Serta mampu bersikap bijak dalam menggunakan gadget. Sehingga terlahirlah generasi-generasi emas yang memiliki kesadaran bahwa dari tangannya tongkat perubahan itu akan bergulir. Perubahan hakiki dengan diterapkannya syariat Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyyah. Demi terwujudnya rahmat bagi seluruh alam. Wallahu’alam bi asshawab

Penulis : Dina Prananingrum, S.T
Penulis adalah Pembina Kajian Parenting Majelis Cinta Dirosah Yogyakarta

Editor Lulu.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.