Tantangan Kekinian Intelektual Muda Sebagai Tombak Perubahan

Hot News

Hotline

Tantangan Kekinian Intelektual Muda Sebagai Tombak Perubahan



Banyak kalangan yang merasa risau, gelisah, kesal atas kondisi bangsa. Adanya kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat menjadikan krisis kepercayaan terhadap para pemegang kekuasaan semakin meningkat. Maka berkumandanglah suara-suara ingin menggelorakan revolusi. Tetapi apakah memang bisa semudah itu?

Harapan masyarakat pun bertumpu pada mahasiswa. Karena jika kita amati dengan seksama, mahasiswa mempunyai kedudukan yang sangat unik yaitu sebagai kaum yang diterima oleh semua lapisan masyarakat. Di samping mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi. Keberadaan tersebut juga didukung oleh karakteristik mahasiswa yang masih berusia muda, penuh semangat, enerjik, dinamis, penuh bakat dan potensi.

Mahasiswa tidak takut kehilangan sesuatu yang merusak idealisme dirinya. Karena itulah tak heran bila julukan "intelektual sejati" diberikan kepada mahasiswa. Sikap mahasiswa yang fleksibel, memungkinkan mereka untuk terjun hampir di semua lapisan masyarakat. Sehingga ketika rakyat membutuhkan bantuan mahasiswa, mereka dengan sigap bergerak dan memberikan apa yang diperlukan.

Namun kini meredupnya peranan mahasiswa sebagai Agent of Change dan Social of Control menjadi faktor yang mengecewakan. Krisis identitas yang terjadi di kalangan mahasiswa atau kaum muda ini pun dipengaruhi oleh dinamika internal kampus.

Di mana selain terbelit ritual formal akademik, mahasiswa juga menghadapi adanya perbedaan pandangan politik, budaya, dan sosial. Sehingga efektivitas peran mahasiswa di dalam masyarakat maupun bangsa tidak begitu kentara. Hal ini cenderung membuat mereka hanya menjadi follower terhadap tren-tren kekinian yang tidak jelas. Bahkan tidak ada hubungannya dengan perjuangan membela rakyat banyak.

Sekularisme yang sudah mendominasi pikiran membuat mereka berprilaku hedonis, permisif, individualis yang tidak sesuai dengan hukum syara'. Hal tersebut membuahkan akibat yang tidak diinginkan seperti prilaku seks bebas, LGBT, hamil di luar nikah, zina dan lainnya.

Potensi Pemuda Dalam Islam

Secara fitrah, masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya.

Di mata umat dan masyarakat umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) ketika masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda sekarang ini.

Tercatat dengan tinta emas peradaban Islam, banyak pemuda yang mendampingi Rasulullah dalam berjuangan seperti Mush' ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, Thariq bin Ziyad dan yang lainnya. Mereka semua berhasil menunjukkan bahwa dari masa ke masa, sosok pemuda memiliki andil serta peranan yang sangat penting terkait dengan masalah peradaban, termasuk persoalan membangun umat.

Kita bahkan bisa melihat bahwa generasi sahabat adalah generasi yang paling baik dan istimewa dibanding generasi-generasi berikutnya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik umatku adalah zamanku, kemudian zaman setelahnya, kemudian zaman setelahnya” (HR. Bukhori, no.3377).

Untuk itulah kita diperintahkan untuk mengikuti jejak langkah mereka jika kita ingin memperbaiki kondisi kita sebagai umat Islam di hari ini. Seperti halnya perkataan imam Malik bin Anas rahimahullah dalam kitab beliau Al-Mabsuth:
“Tidak ada yang dapat memperbaiki generasi akhir umat ini, kecuali apa yang telah memperbaiki generasi awalnya” (di nukil oleh Ibnu Taimiyyah dalam kitab Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqim , hal.763 (cet. Maktabah Ar-Rusyd, Riyadh)).

Khatimah

Kini saatnya bagi kita untuk bangkit. Karena sudah sewajarnya mahasiswa sebagai intelektual muda mempertegas kembali peran dan posisinya. Namun, jika hanya mengandalkan akidah yang tertanam dalam diri sendiri saja, maka tentulah tidak akan cukup untuk membawa perubahan ke tengah umat. Diperlukan tekad kuat dan pemahaman yang cemerlang untuk mengantarkan umat ke arah kebangkitan.


Penulis : Chezo
Penulis adalah Muslimah Revowriter Cirebon




Editor   : Lulu
Sumber Ilustrasi : Pinterest.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.