Nusaibah, Kematianmu Disambut Para Malaikat

Hot News

Hotline

Nusaibah, Kematianmu Disambut Para Malaikat


Oleh Tawati*

Wanita hebat yang berhati baja
Nusaibah Binti Kaab radhiyallahu anha
Tercatat dalam tinta emas penuh kemuliaan
Mengantarkan ketiga lelaki menuju kesyahidan

"Suamiku, bawalah pedang ini
Jangan pulang sebelum menang"

Said pergi ke medan perang
Dengan sigap dinaikinya kuda
Terdengarlah derap suara
Langkah kuda menuju ke utara
Said terjun ke medan pertempuran
Rasulullah menyambut dengan senyuman
Said gugur di medan perang

"Amar anakku, bawalah kuda di kandang dan tombak
Bertempurlah bersama Nabi hingga musuh tumbang"

Amar menderapkan kuda
Mengikut jejak sang ayah
Tak terlihat takut di wajahnya
Amar pun gugur di medan perang

"Duhai,
Siapa lagi yang kuberangkatkan?
Saad masih kanak-kanak"

"Duhai ibu,
Jangan remehkan aku
Jika engkau izinkan
Akan aku tunjukkan"

Di medan pertempuran,
Saad banyak menghempaskan nyawa orang kafir
Hingga tiba sebilah anak panah menancap di dada
Saad tersungkur mencium bumi
Dan menyerukan "Allahu Akbar"
Saad pun gugur jua di medan perang

Tibalah Nusaibah maju ke medan tempur
Disambut Rasulullah dengan senyum

"Nusaibah yang dimuliakan Allah
Belum saatnya wanita mengangkat senjata
Kau kumpulkan saja obat-obatan
Rawatlah tentara yang luka-luka
Karena pahalanya sama"

Disaat Nusaibah memberi minum prajurit yang terluka
Seorang prajurit lain tergolek di hadapannya
Nusaibah marah menyaksikannya
Dilihatnya jua Rasulullah terjatuh
Keningnya terserempet anak panah musuh
Ia tak tahan menyaksikan hal itu

Ia bangkit dengan gagah
Mengambil pedangnya
Dinaiki kudanya
Bagai singa betina yang berkecamuk
Musuh lari penuh takut
Puluhan jiwa orang kafir terbunuh

Duhai Nusaibah,
Meskipun lengan kirimu terputus dan terjatuh
Namun yang kau ingat adalah baginda Rasul

"Bagaimanakah keadaan Rasulullah wahai Ibnu Mas'ud?
Ya Nusaibah,
Rasulullah tidak kurang satu apapun"

Nusaibah tak putus asa demi menyelamatkan Rasulullah
Ia terus maju ke medan pertempuran
Hingga lehernya terkena sabetan pedang

Gugurlah wanita perkasa itu ke atas pasir
Darahnya membasahi bumi yang dicintai

Langit berubah mendung, hitam kelabu
Seolah turut menangis pilu
Padahal tadi langit cerah, terang benderang
Pertempuran berhenti sejenak
Rasul pun berkata kepada para sahabat,

"Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan?
Itu bayangan malaikat yang beribu-ribu jumlahnya
Berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nusaibah
Wanita yang perkasa"

Subhanallah
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar

*Penulis adalah aktifis Komunitas Remaja Cinta Islam, Sumberjaya Majalengka


Editor Lulu










This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.