Catatan Kecil Lelaki Kampoeng part IV

Hot News

Hotline

Catatan Kecil Lelaki Kampoeng part IV


Oleh Hamka*




Dapurpena.com- Priiiiiiiiiiiiiitttttttttttt....................Peluit panjang disertai sirine terdengar nyaring dari arah lapangan futsal. Dan para panitia Masta (Masa Ta’aruf) pun mulai berdatangan ke kamar menggerakkan kami para calon mahasiswa untuk mengikuti upacara pembukaan Masta di lapangan futsal, depan asrama santri putra Pondok Pesantren Hidayatullah Batam.

1, 2, 3. Seorang panitia memberi aba-aba agar kami segera masuk ke dalam barisan. Yang terlambat akan mendapatkan oleh-oleh khusus dari panitia bagian lapangan yaitu push up dan sit-up.

Pagi itu suasana kota Batam masih terasa sejuk dan agak dingin. Namun kami sudah berkumpul semuanya mengikuti upacara senam dan pembukaan kegiatan Masta di lapangan. Awal yang menggembirakan dan juga mendebarkan bagi kami.

Rasa penasaran menyelimuti kami pagi itu, apa saja kira-kira materi dan hukuman yang akan diberikan dari panitia. Karena beberapa hari sebelumnya kami mendengar desas-desus yang agak sedikit menjengkelkan. Tapi kami mencoba menenangkan diri dan mengamati kegiatan satu per satu yang sedang terjadi.

Kurang lebih 1 jam kemudian kami di persilahkan kembali ke asrama untuk sarapan pagi. Setelah itu, kami bersiap-siap untuk kembali masuk ke ruangan mengikuti kegiatan pembukaan Masta gabungan calon mahasiswa dan Mahasiswi batuaji dan tanjung uncang yang nanti akan dibuka langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam di ruang aula serba guna Hidayatullah Batam.

Perasaan dag, dig, dug, masih belum hilang. Perasaan itu makin bertambah ketika melihat mereka calon mahasiswi yang bermahkota dengan cadar penuh anggun di ruang sebelah. Duuh, hati makin berkecamuk dan seakan sedang berperang sendiri.

"Kawan, mereka itu mahasiswa ya?" Tanya ku pada seorang kawan di sampingku.
"Iya, tu mahasiswi angkatan kita. Mereka itulah nanti yang akan menemani langkah kita di medan dakwah setelah tamat dari sini. Dan saya rasa tulang rusukku ada di antara salah satu dari mereka, hanya saja belum nampak," Jawabnya panjang lebar sambil tertawa kecil.

"Hahaha......itu bisa saja kawan. Jawabku sambil tertawa. Saya juga merasa begitu. Tetapi ini sudah siang, jangan lagi menghayal yang tinggi-tinggi ya. Karena esok lusa kita bisa dibakar matahari kalau kita berkhayal tanpa beri bukti."

"Maksudnya kawan apa itu dibakar matahari?" Tanya dia penuh penasaran.

"Ahh, sudahlah, tidak penting itu. saya hanya bilang begitu supaya kawan tidak banyak menghayal, lebih baik ambil catatanmu dan siap-siap mencatat materi dari Bapak Pimpinan. Persiapan saja kawan. Jangan sampai nanti dilapangan ditanya oleh panitia, dan andai kawan tidak bisa jawab bisa-bisa di goreng sampai gosong oleh panitia bagian lapangan."

Kurang lebih 1 jam berlalu kami menyimak materi dari Bapak Pimpinan yang sangat menginspirasi dan menghipnotis. Gaya pidato dan orasinya yang menggelegar seakan membangunkan kami untuk percaya diri menatap masa depan. Dan memberikan isyarat kepada kami untuk mempersiapkan diri memikul amanah besar menjadi kader-kader Islam yang siap berjuang menegakkan kebenaran di bumi Allah ini.

Kemudian, dilanjutkan lagi dengan tanya jawab bersama Bapak Pimpinan yang berjalan begitu cair dan akrab. Suasana ruangan ber-Ac itu semakin menambah sejuk persaudaraan diantara kami. Sampai kurang dari 10 menit menjelang zuhur kami kembali ke asrama untuk persiapan shalat zuhur berjama’ah.

Selama menjalani kegiatan Masta kami dilarang keras untuk masbuk shalat dan juga keluar kampus dengan alasan apapun. Jika kedapatan bersiap-siaplah nanti di lapangan, akan di berikan hadiah spesial oleh panitia.

Selesai melaksanakan shalat zuhur kami kembali ke lapangan untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Seperti halnya pada pagi hari, ada saja calon mahasiswa yang terlambat datang, sehingga tetap mendapatkan jatah hukuman dari para panitia. Namun itulah indahnya kebersamaan. Hukuman itu lahir bukan karena kebencian, tetapi karena persaudaraan dan dalam hal kebaikan. Sehingga kami menikmati itu sebagai bumbu tambahan untuk memperlezat kegiatan Masta saat itu.

Siang itu terik matahari kota Batam sangat menyengat tubuh dan membakar kesabaran. Apalagi saat itu kami dalam kondisi kepala plontos, botak. Tidak bisa dibayangkan berdiri sambil menjemur badan hampir 3 jam lamanya. Sungguh menantang jiwa muda yang semangatnya kian membara juga.

Masta hari pertama saat itu bertepatan dengan jadwal puasa santri (hari kamis), sehingga dapur umum ditutup, Lengkaplah sudah penderitaan kami.

Panitia memberikan kami waktu 30 menit untuk masak mie instan dan di bersama-sama makannya di lapangan futsal. Untuk Jatah waktu makannya hanya 1 setengah menit. bayangkan, mie yang begitu panas karena baru selesai di masak untuk porsi 30 orang, harus makan dengan cepat-cepat. Tidak boleh terlambat. Kalau ada anggota yang terlambat makannya, ketua regulah yang akan dihukum. Seddaaaaapppp......aturan itu seperti enaknya menikmati mie instan....hehe

Kurang lebih 10 menit azan asar dikumandangan, kami bergegas kembali ke asrama untuk persiapan shalat asar secara berjama’ah. Setelah itu kembali lagi ke lapangan seperti biasanya.

Kurang lebih 3 hari kami menjalani Masta. Di hari terakhir yang paling dikenang dan tak akan terlupakan. Siang itu hari kamis, kami berkumpul di tempat biasa, dengan membawa perlengkapan/senjata ajaib, seperti (cangkul, sekop, kantong sampah, dll).

Siang itu, kami direndam dalam parit di samping jalan raya yang biasa menjadi tempat umum masyarakat sekitar membuang sampah. Bukan hanya sampai di situ saja, kami disuruh duduk sambil meluruskan kaki, sehingga tidak ada satupun dari calon mahasiswa yang tidak terkena basah. Semuanya penuh kuyup basah. Akhirnya, baju putih yang kami kenakan itu pun berubah warna tidak karuan.

Ada yang merasa jengkel, ada juga yang ketawa, ada juga yang iseng-iseng membuat keributan, ada juga yang menepuk air agar bermuncratan kemana-mana. Dan teman di samping mejadi korbannya. Sekedar memberi isyarat agar hati tetap tenang dalam kondisi apapun. Apakah terbawa emosi dengan suasana atau justru mengedepankan persahabatan?

Setelah direndam kami berjalan sekitar 100-200 meter untuk memungut sampah yang ada di dalam parit tersebut. Asyiiiiikkkk dan seruuu. Setelah memungut semua sampahnya, baru bisa kembali ke barisan lagi untuk istirahat.

Siang itu ribuan mata mengarah ke arah kami, mereka yang lalu lalang di jalan raya pun menyempatkan diri menoleh dan memerhatikan gerak- gerik kami sambil bertanya-tanya.

Mungkin ada yang mengira kami adalah bagian dari pasukan militer angkatan darat yang sedang berlatih, mungkin juga ada yang mengira kami adalah sekelompok orang yang bertugas membersihkan jalan raya, dan mungkin juga ada yang mengira kami adalah orang-orang yang tidak punya kerjaan.

Terlepas dari apapun penilaian mereka, biarkan saja. tidak usah di pedulikan. Semoga ini menjadi amal bakti kami, dan bagian dari ketaatan kami kepada para panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini. dan terlebih lagi di tempat itu kami dilatih untuk menghilangkan thogo (mengikis kesombongan yang ada dalam diri kami).

Siang itu pula menjadi awal yang baru bagi kami membuka lembaran baru sambil menatap mimpi-mimpi yang kami lukis. Inilah awal yang indah, karena proses kegiatan Masta telah berakhir dan kami berhasil melewatinya dengan riang gembira dan penuh kebersamaan.

Alhamdulillah, tantangan pertama sudah berlalu dan kami kembali ke asrama sambil merayakan kemenangan dan kebahagiaan. Persiapan mandi dan bersih-bersih diri untuk mengikuti penutupan nanti malam ba’da isya.

Suasana haru, sedih dan bahagia tidak dapat dibendung lagi, para calon mahasiswa dan para panitia saling bersalaman dan berpelukan sambil bermaaf-maafan. Indah malam itu walau tanpa bulan purnama. Kami larut dalam kebahagiaan dan keakraban.

Saat keluar dari aula, ada saja masalah kecil yang rumit di pecahkan. Terdengar suara seorang calon mahasiswa berteriak “Oeeeee,,mana sandalku?"
BERSAMBUNG.............



*Tim Redaksi Dapur Pena

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.