Dai Yang terus Bekerja

Hot News

Hotline

Dai Yang terus Bekerja



Oleh Abang Haz*





Dapurpena.com- Palu dan paku menjadi alat keseharian dalam melaksanakan aktivitasnya menjadi seorang dai di ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kota Kupang daerah tugasnya. Setiap pagi dan dan petang beliau terus bekerja untuk mewujudkan kampus peradaban di tengah hiruk pikuk keramaian kota.


Anwar Hadi Hamid Tory nama lengkapnya, beliau lahir di Pero 23 April 1988. Beliau bergabung bersama Hidayatullah sejak duduk di bangku kuliah. Tepatnya di semester 5 di salah satu Perguruan swasta yang berada di Kota Kupang.


Pria yang sering disapa Anwar itu, kesehariannya menjadi Dai Hidayatullah, membuat dirinya semakin tangguh dengan berbagi persoalan yang dihadapinya. Mulai dari keterbatasan sarana prasarana, transpotasi. Namun dari berbagai persoalan itu beliau menjalaninya dengan senyuman.


"Hidup ini indah, ngapain dibuat sulit," ungkap Anwar dengan senyum khasnya.
"Kenapa kita harus sedih dan mempersulit diri, toh hidup kita di dunia ini untuk membuat orang lain bahagia", tambah Anwar.


 "Sejak saya diamanahi sebagai ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang, belum terbesit di benak saya, bagaimana memimpin suatu lembaga yang besar ini. Namun bagi saya ini merupakan amanah yang harus dijalankan oleh setiap kader hidayatullah di mana saja," tutup Anwar.


Aktivitas keseharian beliau sebagai Seorang Dai dan juga sebagai Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang, membuatnya terus berpikir secara akal dan terus bekerja dengan tenaga yang dimiliki. Sembari bermunajat kepada Allah, agar seluru aktivitas dan pengorbanannya diridai.


Siang dan malam terus beliau bekerja. Palu, gergaji, kayu usuk serta paku menjadi sehabat karib di sela-sela aktivitasnya. Usaha tidak mengecewakan hasil, begitulah ungkapan yang kemudian menjadi bukti dari pengorbanan beliau selama menjabat sebagai Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang.


Tepatnya 14 oktober 2017 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna Hidayatullah yang diletakkan oleh Ust.Ir.Hanifullah Hannan selaku Dewan Muzakarah Hidayullah Pusat. Semenjak itulah Ustaz Anwar terus memacu akal dan fisiknya untuk mewujudkan pembangunan. "Bukan sekedar memerintah tapi saya sendiri yang turun tangan," sambung Anwar. "Kita harus menjadi contoh."


"Kita harus berani mengambil resiko. Pemimpin itu memerintah dan sekaligus bekerja. Bukan sekedar bicara," imbuh Anwar dengan penuh semangat. Suka duka dialaminya selama proses pembangunan ini berjalan. Harus bertemu dengan banyak orang, menawarkan dan sekaligus berinfaq untuk kebutuhan pembangunan. Tak jarang banyak ikut berparsitipasi dan ikut dalam amal soleh ini. Hampir dua tahun proses pembangunan ini berjalan.


Sekitar 90 persen pembangunan gedung serbaguna Hidayatullah Kota Kupang untuk tahap lantai satu ini dilakukan. Sudah ada agenda besar yang kemudian dirancang oleh pria Sumba ini. Mulai dari TK pemimpin, SD pemimpin hingga ke perguruan.


Usahanya membuahkan hasil yang sangat menghentakkan pikiran anak muda. Bagaimana tidak. Anak muda yang mampu mendirikan sebuah gedung mewah untuk keperluan ummat. Memang banyak anak muda yang punya karyanya masing-masing. Namun berbeda dengan Anwar.



             Beliau memutuskan untuk menikah muda agar terjaga giroh semangat ruhaninya. Sehingga semangat untuk mengurus ummat ini semakin kuat dan tangguh. Beliau tinggalkan seluruh aktivitas masa lalunya, dan menatap ke depan dengan tatapan yang cerah. Beliau sudah buktikan itu dengan semangat yang kuat in syaa allaah tujuan itu akan tercapai dengan mudah.



Semenjak dipegang oleh Ust.Anwar. Hidayatullah Kota Kupang sudah memiliki banyak amal usaha, mulai RA Rumah Qur’an, TPQ Rumah Qur’an, Tahfidz Class, MT.Bahira. Dari semua itu beliau lakukan bukan sekedar untuk dipuji, melainkan beliau persiapkan untuk ditanya nantinya di akhirat. Sudah sejauh mana umur ini kita lakukan untuk umat.


"Ustaz Anwar tidak sendiri dalam mensukseskan itu semua. Saya memiliki seorang guru. Guru yang selalu mensupport dan membantu saya," kata Anwar. Beliau, sambung Anwar, sangat memotivasi saya untuk bisa memimpin ini semua. Kak Ipul, biasa disapa. Tapi lebih dikenal dengan Ustaz Syaiful Bahri.


Kata Anwar,  bahwa Ustaz Syaiful Bahri-lah yang membersamai saya dalam merancang dan mengagendakan semua ini, dari awal hingga saat ini. Banyak sudah rintangan dan halangan yang kami dapati bersama. Semua itu kami lalui dengan sabar, ikhlas dan lapang dada sembari memohon petunjuk dari sang maha pemberi petunjuk.


Alhamdulillah, sabar itu menghasilkan buah kenikmatan. Di tahun ini (2019) akan dilakukan launching SD Pemimpin Hidayatullah Kota kupang dan satu-satunya di Propinsi NTT.


"Tidak ada yang mustahil, kalau kita mau berusaha. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Mereka saja mampu melakukan maksiat dengan bangganya, kenapa kita yang melakukan hal-hal baik malah tidak semangat. Justru lebih semangat dan lebih gencar lagi dalam berbuat kebaikan," pesan Anwar dengan penuh semangat.








*Penulis adalah ketua Taktik Bali-Nusra dan seorang Trainer Hidayatullah Kota Kupang




This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.