Demi Pencitraan Diri, Korbankan Generasi

Hot News

Hotline

Demi Pencitraan Diri, Korbankan Generasi


Oleh: Erna Ummu Azizah*

Entah apa yang ada di benak penguasa hari ini. Lagi-lagi masyarakat terutama para orang tua, dibuat terkejut dengan acara turnamen game online. Seperti dikutip dari laman media online "Pemerintah menggelar turnamen game online Mobile Legend bertajuk "Piala Presiden Esport 2019". (Kompas.com, 28/01/2019)

Panitia berasal dari Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Ekonomi Kreaktif (Bekraf), Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menggandeng salah satu penyelenggara acara esport terbesar di Indonesia, IESPL. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menambahkan, "Turnamen ini merupakan ide Presiden Joko Widodo sendiri."

Ketua Umum PP Blusukan Jokowi, Teguh Indrayana, mengaku mengincar dukungan para gamers dari kalangan millenial dalam pemilihan umum 2019, di antaranya dibuat turnamen eSport. Teguh Indrayana menerangkan jika kaum milenial merupakan kelompok pemilih dalam Pilpres 2019, sekitar lebih dari 40 persen. Jumlah ini, dikatakannya lagi, adalah sangat potensial untuk memenangkan Pilpres 2019. (Kompas.com, 24/12/2018)

Jelas ini adalah ajang yang sengaja dibuat untuk memikat para gamers demi menjaring suara kaum milenial. Inilah efek sistem Demokrasi Kapitalisme. Katanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun nyatanya justru rakyat yang selalu jadi korban. Apapun dilakukan demi meraih kekuasaan. Tak peduli bahaya yang ditimbulkan.

Padahal seperti kita ketahui, banyak sekali dampak buruk ketika sering memainkan atau bahkan kecanduan bermain game. Di antaranya menjadi lupa waktu, malas beraktivitas, kurang bersosialisasi, bahkan cenderung lebih agresif. Apalagi game online Mobile Legend yang nyata-nyata sarat dengan adegan pornografi dan pornoaksi, bahkan kekerasan. Astaghfirullah.

Sungguh terasa berat menjadi orang tua zaman sekarang. Di rumah, anak-anak dilindungi agar tidak sering main gadget, juga main game online. Berharap agar sang anak tak kecanduan game dan bisa fokus belajar meraih prestasi terbaik.

Namun penguasa hari ini justru malah mendukung game online. Bahkan, dapat piala presiden pula. Mau jadi apa generasi ke depannya nanti. Sudahlah remaja saat ini digempur narkoba, pergaulan bebas, tawuran, dan sebagainya. Sekarang dijerat pula dengan kecanduan game. Jangan sampai demi elektabilitas dan pencitraan diri, penguasa tega mengorbankan masa depan generasi.

Sedih dan miris melihat fakta seperti ini. Jadi rindu penguasa seperti baginda Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin. Mereka adalah penguasa-penguasa yang begitu amanah. Karena dalam sistem Islam, menjadi penguasa itu pertanggungjawabannya berat dunia akhirat. Sampai-sampai dikisahkan bahwa Khalifah Umar Bin Khattab RA itu tidak tidur sebelum selesai mengatasi masalah rakyatnya. Kini, rakyat justru tidak bisa tidur memikirkan perilaku pemimpinnya.

Sungguh hanya sistem Islam yang mampu mencetak pemimpin-pemimpin terbaik. Generasi Ali bin Abi Thalib, generasi Muhammad Al Fatih, Zaid bin Haritsah, Thalhah bin Ubaidillah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sistem yang sanggup menjaga dan melindungi generasi dan menjadikannya pemimpin peradaban. Semoga bisa segera terwujud kembali. Wallahu 'alam.

*Ibu dari Komunitas Peduli Generasi dan Umat Bogor.

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.