Gelar Negara Paling Santai, Indonesia Semakin Terbuai

Hot News

Hotline

Gelar Negara Paling Santai, Indonesia Semakin Terbuai


Oleh : Iin Susiyanti, SP*

Dapurpena.com - Indonesia masuk dalam daftar teratas destinasi negara paling santai di dunia. Peringkat ini berdasarkan laporan Lasminute.com. Menuliskan bahwa Indonesia sebagai negara paling santai di dunia, atau mist chilled out (Outries in the World). Peringkat ini dinilai dari berbagai faktor, surga tropis Indonesia berada di posisi pertama sebagai pusat spa dan pusat kebugarannya. Ada lebih dari 186 ruang hijau dan memiliki suhu rata-rata 25 derajat celcius dan 54.716 mil dari garis pantai (dikutip dari lonely planet).( travel.tribun news.com/26/1/2019)
Kita boleh berpuas hati dengan gelar ini, Kita boleh bangga karena negara ini memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah ruah. Secara kasat mata pembangunan sektor wisata semakin melejit. Ditandai menjamurnya tempat spa, pusat kebugaran, taman hiburan, wahana permainan, restauran, hotel dan lain sebagainya. 
Ada apa dibalik pemberian gelar Indonesia menjadi negara paling santai di dunia? Indonesia adalah negeri muslim terbesar yang potensial menjadi benih awal kebangkitan dari segala sendi kehidupan. Kebangkitan hakiki adalah kembali kepada ajaran Islam secara kaffah dalam naungan khilafah.
Ada skenario global untuk memandulkan potensi tersebut, dengan mempropagandakan Indonesia sebagai negara destinasi pariwisata terbaik, yang berdampak masifnya proses liberalisasi dan sekulerisme melalui pariwisata.
Iming-iming Barat dengan gelar tersebut adalah untuk melegalkan penjajahan Barat terhadap negara, dengan dalih pengembangan sektor pariwisata mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat, dengan mengeksplor pariwisata mampu memberikan value tinggi dalam pendapatan negara. Sehingga rakyat semakin terlena dengan keadaan tersebut. Barat menjadi leluasa dalam menguasai sumber daya alam dengan meliberalisasi sektor pariwisata. 
Tanpa disadari dampak buruk pembangunan sektor pariwisata pada negeri sekulerisme adalah pengaruh masuknya budaya asing terhadap generasi penerus bangsa, kemaksiatan semakin merajalela, beredarnya miras dan narkoba secara legal maupun ilegal, menjamurnya tempat-tempat maksiat, dan prostitusi semakin tinggi.  
Keadaan ini diperparah lagi dengan kesadaran ideologi umat yang sangat rendah karena belum paham bahwa ada upaya penjajahan negara Barat lewat sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan pariwisata. Umat juga belum paham bahwa sistem kapitalisme neoliberalisme akan menghancurkan tatanan kehidupan dalam berbangsa. Serta penguasa yang tidak menghendaki Islam diterapkan.
Umat harus waspada dan berupaya membangun kesadaran ideoligis umat atas upaya penjajahan negara Barat, dengan cara melakukan masyful khuthath (membongkar rencana jahat penguasa, baik melalui rencana kebijakan dan strateginya). Sehingga perlu diatasi dengan cara membongkar rencana Barat melalui kaki tangannya yang ada di dalam negeri dan berjuang menegakkan institusi yang mampu melawan setiap upaya penjajahan. 

Pariwisata dalam Khilafah Islam
Pariwisata dalam Islam menjadi salah satu wasilah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah sekaligus untuk memerlihatkan sisi estetika dan keagungan peradaban Islam. Objek wisata yang menyajikan keindahan alam menjadi salah satu wasilah untuk ber-taqarrub Ilallah dan mengagungkan kekuasaan-Nya. 
Objek peninggalan sejarah peradaban Islam menjadi sarana dakwah dan diayah (propaganda) dalam menumbuhkan keimanan pada Allah Azza wa jalla baik untuk muslim maupun non-muslim.  Dengan demikian fungsi vital pariwisata dalam Islam adalah sarana dakwah dan diayah (propaganda) yang akan membuat umat manusia semakin mantap dengan keimanannya.
Pariwisata juga bukan bagian dari komoditas yang bebas diperjualbelikan bahkan bebas untuk diinvestikan pada sembarang pihak. Pariwisata adalah urusan negara dan kebijakannya dalam memastikan bahwa di dalam bidang tersebut tidak memiliki unsur-unsur kemaksiatan. Wallahu 'alam.

*Muslimah dari Blora

Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.