Kapitalisme Peluang Korupsi Aset Negara

Hot News

Hotline

Kapitalisme Peluang Korupsi Aset Negara


Oleh: Kartini*

Dapurpena.com - Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikaruniai sumber daya alam yang sangat banyak dan beragam. Sumber daya alam Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di antara kandungan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia, yaitu sumber daya minyak dan gas, batubara, uranium, bijih besi, dan emas.

Hanya saja, kekayaan alam yang melimpah tersebut tidak mampu untuk mensejahterakan rakyat, bahkan lebih banyak dinikmati oleh mereka yang menduduki kekuasaan atau para pejabat, dengan cara dikorupsi atau dijual kepada asing.

Wakil ketua KPK, Laode Syarif akhir-akhir ini menyoroti maraknya korupsi di sektor sumber daya alam. Menurut Laode, banyak pejabat di Indonesia yang sengaja menjual murah sumber daya alam. Para pejabat menjual murah sumber daya alam untuk kepentingan pribadinya. Tetapi, kata Syarif baru sedikit pejabat nakal tersebut yang ditangkap dan terbukti melakukan korupsi. 

" Banyak sekali sumber daya alam di Indonesia dijual murah oleh pejabat. Dan ingat yang ditangkap itu hanya sebagian kecil dan sebagian besar belum tertangkap." Kata Syarif di gedung KPK Lama, jalan HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Jumat, 25/1/2019.

 Para pejabat yang sudah diproses KPK karena melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan sumber daya alam, di antaranya Amin Nasution dan Tengku Azman Jafar. Dan sejauh ini, kata Syarif pihaknya baru dapat memproses sekitar 20 penyelenggara negara ataupun pejabat daerah yang melakukan korupsi di sektor sumber daya alam. Dan korupsi tersebut, KPK menemukan kasus yang merugikan negara hingga 1,2 T, okezone.news,25/1/2019.

 Padahal, sumber daya alam itu menyangkut kepentingan orang banyak dan dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sangat sulit memang mencari pejabat yang amanah pada masa sekarang ini. Problem paling penting yang diselesaikan oleh sistem manapun adalah problem kepemilikan, yakni siapa yang memiliki hak dalam kepemilikan sesuatu di masyarakat.

Kapitalisme berpandangan, sesuatu di masyarakat itu dimiliki oleh pribadi. Dalam doktrinnya, tidak ada kepemilikan yang khusus untuk negara atau kepemilikan umum masyarakat. Hal itupun didukung oleh salah satu pilar dalam demokrasi kapitalisme, yaitu kebebasan kepemilikan. Manusia bebas menguasai sumber daya alam yang ada di sekitarnya selama dia menguasai jabatan tertentu.

Jadilah, sumber daya alam diprivatisasinya dan dijual kepada asing walau dengan harga murah. Banyak aset negara yang kini dikuasai asing. Freeport, Newmont, kapal tangker VLCC, dan banyak lagi.

Adapun Islam, hadir tentu tidak hanya sebagai agama ritual dan moral belaka. Islam juga merupakan sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problem kehidupan, termasuk dalam pengelolaan kekayaan alam. Menurut aturan Islam, kekayaan alam adalah bagian dari kepemilikan umum dan wajib dikelola oleh negara. 

Hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat secara umum kepada individu secara umum. Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu. Kepemilikan umum ditetapkan dengan hukum berserikatnya masyarakat atas air, padang rumput dan api atau barang tambang.

Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, " kaum muslim berserikat ( memiliki hak yang sama) dalam tiga hal, air, rumput/padang dan api." (HR.Ibnu Majah). Itu artinya, air ( seperti sungai, laut, pantai, danau); padang yang luas di gunung dataran, sabana dan hutan; api dengan makna sumber api seperti hutan kayu, tambang batubara, minyak dan gas; semuanya adalah milik umum. 

Semua barang dan apa yang dihasilkan darinya termasuk harta yang dimiliki oleh semua individu rakyat secara bersama. Semuanya dimungkinkan untuk memanfaatkannya secara langsung atau melalui pengaturan tertentu yang dilakukan oleh negara. Dalam Islam, tidak ada kebutuhan untuk melakukan privatisasi untuk mengubah kepemilikan umum menjadi kepemilikan pribadi dan tidak akan berani menjualnya. Justru, akan menjaganya dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Maka, mari kita bersegera menjalankan semua ketentuan Allah swt dan RasulNya, dengan cara melaksanakan dan menerapkan seluruh syariah Islam. Penerapan total tersebut tentu membutuhkan peran negara. Pasalnya, banyak ketentuan syariah Islam berurusan langsung dengan hajat hidup orang banyak, seperti pengelolaan sumber daya alam. Tanpa peran negara yang menerapkan syariah Islam, rakyat akan terus sengsara dan dirugikan terus,seperti sekarang ini.
Wallahu'alam bi ash shawwab



*Muslimah Padalarang


Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.