'Kasih Sayang' Kok Dibuat-buat

Hot News

Hotline

'Kasih Sayang' Kok Dibuat-buat


Oleh : M.Hasbullah (abang haz)*




Dapurpena.com- Setiap orang pasti merasakan yang namanya kasih dan sayang. Kata kasih menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah “/ka·sih/  perasaan sayang (cinta, suka kepada).


Sedangkan kata sayang itu sendiri adalah “sayang/sa·yang/ a kasih sayang (kepada); cinta (kepada); kasih (kepada); 2.sayang akan (kepada); amat suka akan (kepada); mengasihi; mencintai: tiada Ibu yang tidak -- kepada anaknya; 3.kekasih; jantung hatiku: aduhai.


Dari dua kata tersebut ketika digabungkan menjadi satu maka hasilnya akan menjadi perasaan cinta yang keluar dari hati seseorang atau orang tua ke anaknya atau sebaliknya dengan cinta yang tulus.


Sehingga perasaan itu tetap abadi dan terus mengalir. Walau jarak yang memisah. Gunung menjadi penghalang, lautan menjadi tirai, namun karena perasaan yang tumbuh dan berkembang melalui hati yang tulus, maka semua itu tidak ada apa-apanya. Semua akan teras indah. Pertemuan menjadi kerinduan yang dinanti. Perpisahan terasa berat untuk ditinggalkan.


Dalam Alquran kata 'kasih dan sayang' sangat tergambar sebagai bentuk ketaatan makhluk pada sang penciptanya. Seperti yang di gambarkan dalam QS.Al-Imran ayat 31 Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


"Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."


Selanjutnya QS.Al-Mumtahanah ayat 7

Allah SWT berfirman:

عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَادَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةً    ۗ   وَاللّٰهُ قَدِيْرٌ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."



Sudah jelas bahwa ketika kita ingin mendapatkan kasih sayang dari sang Ilahi, maka ikutilah apa yang ditetapkan kepada kita (manusia) sebagai suatu kewajiban. Sama halnya dengan ayat yang kedua. Kasih sayang itu bukan hanya sebatas kepada mereka yang kita kenal dan akrab sebagai sahabat. Melainkan kepada musuh pun, kita diminta untuk berlaku sama, yakni berkasih sayang.

Itulah Islam. Mengajarkan kepada kita semua tentang pentingnya saling mencinta dan berkasih sayang hanya karena Allah. Pertanyaan kemudian muncul di tengah-tengah masyarakat, benarkah 14 Februari itu adalah hari kasih sayang?


Tentu kita semua pernah mendengarkan itu, atau bahkan pernah merayakan hal tersebut dengan teman, sahabat, saudara karena ketidaktahuan kita terkait hal itu. Perlu diketahui bahwa kasih sayang itu bukan sebatas sehari atau satu waktu saja, melainkan selamanya. Tanpa ada batasnya.


Dan hari kasih sayang itu bukan satu hari, tetapi semua hari. Selama kita masih ada dan hidup di dunia ini, maka yang namanya kasih sayang masih melekat di dalam hati kita. Terlepas apakah kita waras atau tidak. Kita berani atau penakut. Pria atau wanita.


Kasih sayang itu tetap ada dalam diri kita. Jangan sampai kasih sayang itu dibuat-buat dengan alasan cinta. Kasih sayang itu tidak perlu dibuat-buat. Dia akan datang dengan sendirinya, tanpa harus memaksa. Perasaan sayang ketika dibuat-buat, maka hasilnya akan mengecewakan.


Bukan hanya sebatas kecewa, melainkan sampai pada tahap bunuh diri. Kenapa penulis mengatakan demikian, sebab perasaan sayang yang didasari “nafsu” dan tanpa difilter, maka dapat menyebabkan ketergantungan syahwat yang berlebihan. Dia akan mencari cela untuk dapat menikmati apa yang diinginkan.


Di sini penulis tidak menjelaskan secara detail sejarah 14 Februari, yang kemudian dinobatkan menjadi Valentine's Day. Penulis lebih kepada mindset kita dalam memaknai kata tentang penempatan atau ungkapan kasih sayang tersebut. Sehingga maknanya kan bertambah di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Karena memang itu makna seutuhnya dari kasih sayang.


Kasih dan sayang merupakan dua sifat yang lebih sering disebut sebagai satu kata meski maknanya agak berbeda. Sifat kasih yang berarti mengasihi sesama, tak memandang suku, ras, agama, yang biasanya tercermin dari sifat peduli dan mau berbagi.


Sedangkan sayang, sifat yang melekat dalam diri individu yang sifatnya lebih personal, seperti sayangnya orangtua ke anak, atau sebaliknya. Dua sifat tersebut (kasih dan sayang) sudah sepatutnya melekat dalam diri kita sebagai makhluk yang tercipta dengan amat sempurna. Wallahu 'alam



*Ketua Taktik Bali-Nusra dan Trainer Hidayatullah
 Kota Kupang


Ilustrasi lanimg.com


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.