Menjamurnya Kehamilan Tak Diinginkan, Buntut Panjang Paham Kebebasan

Hot News

Hotline

Menjamurnya Kehamilan Tak Diinginkan, Buntut Panjang Paham Kebebasan



  • Oleh: Ummu Bahri*




Dapurpena.com- Minggu, 3 Februari 2019  publik kembali dikejutkan dengan penemuan jasad bayi di atas salah satu makam di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Jalan Pupuk, Balikpapan Selatan. Rahmadin, salah satu warga setempat mengaku kaget adanya temuan janin yang tak sengaja itu. Bakal bayi itu ditemukan saat pihaknya tengah mencari lahan untuk galian kubur salah seorang jenazah warga. Namun saat menggali tercium aroma tak sedap yang ternyata adalah sosok janin. Kondisinya cukup mengenaskan, badannya biru membengkak serta dikerubungi lalat. Di perkirakan janin tersebut dibuang sekira empat hari yang lalu. Tidak hanya itu, Rahmadin menduga pelaku membuangnya di siang hari. Hingga berita ini diturunkan belum ada titik terang siapa pelaku dari pembuangan jasad bayi tersebut. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. (Prokal.co, Balikpapan 06/02/2019)

Miris, kasus pembuangan bayi bukanlah baru kali ini terjadi di kota “Beriman” ini. Sebelumnya telah banyak kasus serupa terjadi yang menambah rentetan daftar kriminalitas Balikpapan. Perlu kita cermati bersama bahwa banyaknya kasus pembuangan bayi ini membuktikan adanya KTD (Kehamilan Tak Diinginkan). KTD sendiri muncul sebagai  buntut dari maraknya pergaulan bebas dimasyarakat. Adanya liberalisme yakni paham penghamba kebebasan menjadikan masyarakat utamanya remaja berbuat sesuka hati atas hidupnya. Dengan anggapan “Tubuhku, Otoritasku” seolah-olah menjadi jalan pembuka bagi mereka untuk melakukan apapun tanpa perduli norma dan aturan agama yang berlaku di masyarakat.

Liberalisme ini jelas adalah paham rusak yang meracuni pemikiran manusia abad ini. Ibarat kanker, ia telah merusak sendi-sendi kehidupan dan memicu penyakit-penyakit masyarakat lainnya seperti narkoba, ngelem, incest, LGBT dan lain-lain. Bisa dibayangkan jika paham ini semakin subur dan berkembang kedepannya, maka dekadensi moral menjadi hal yang tak terelakkan dan  pil pahit yang harus ditelan di masa depan.

Berkaca dari situasi tersebut, tentu kita tidak ingin kasus-kasus ini menjadi bom waktu yang siap meledak. Perlu upaya-upaya komperhensif untuk menyelamatkan masa depan generasi kita. Dan islam mampu memberikan solusi yang tepat untuk menanggulanginya. Pertama, penanaman aqidah dilingkup terkecil yaitu keluarga. Akidah dan syariah (aturan Islam) menjadi kontrol individu yang membentengi diri dengan standar halal dan haram dalam suatu perbuatan. Hal ini pun harus ditanamkan sejak kecil agar terbiasa dengan aturan dan pemikiran Islam guna menjaga ketakwaan individu dalam bermasyarakat.

Kedua, kurikulum sekolah dengan basic akidah. Dalam hal ini sekolah pun harus turut andil memberikan kontribusi terhadap pembentukan kepribadian anak. Karena tujuan utama pendidikan Islam tidak hanya mencetak generasi cerdas ilmu keduniaan tetapi juga sepaket dengan kepribadian (syaksiyah) islam. Karena ilmu tanpa akhlak hanya akan melahirkan orang-orang yang pandai tapi tak beradab. Telah banyak contohnya, koruptor, penyelundup ilegal, hacker dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang pandai yang menyalahgunakan kepandaiannya untuk hal-hal yang dilarang oleh hukum dan agama.

Ketiga, penerapan sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Telah kita ketahui bersama,  pergaulan yang ada dimasyarakat kita saat ini adalah rusak. Tidak ada aturan yang mengikat alias bebas (liberal). Sehingga wajar saja KTD menjadi hal biasa terjadi dimasyarakat. Namun berbeda dengan islam. Islam memiliki seperangkat aturan dalam bergaul, seperti dilarang berkhalwat (berdua-duaan), larangan berzina, larangan bertabaruj (menghias diri), dan menempatkan interaksi laki-laki dan perempuan hanya dalam lingkup tertentu. Hal ini tentu mampu meminimalisir adanya perilaku-perilaku bebas yang menghantarkan pada kemaksiatan.

Keempat, menjamin kebutuhan pokok masyarakat dengan sistem ekonomi Islam. Tingkat ekonomi rendah atau miskin merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya KTD. Karena banyak dari para perempuan yang rela menjual diri demi memenuhi kebutuhan perut mereka. Di sini terlihat bahwa negara belum dapat menjalankan fungsinya sebagai “riayatul suunil umat”  atau pengatur urusan umat yang berkewajiban memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan sistem ekonomi Islam yang mengatur  kepemilikan umat menjadikan kekayaan alam hanya boleh dikelola oleh negara tidak dengan pihak-hihak lain. Dan hasilnya, akan dikembalikan lagi kepada masyarakat. Sehingga kebutuhan masyarakat akan sandang, pangan, dan papan akan terpenuhi dan masyarakat tersejahterakan.

Kelima, Mekanisme zakat kepada yang berhak mendapatkannya. Islam menetapkan 8 golongan yang berhak menerima zakat. Dengan landasan bahwa semua muslim adalah bersaudara menjadikan setiap orang tolong menolong dalam segala hal yang diridai Allah termasuk berbagi dalam hal harta benda. Sehingga tidak ada jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Islampun mewajibkan dan mendorong kepada siapa saja yang mampu untuk menunaikan zakatnya.

Keenam, Pemanfaatan media sebagai sarana dakwah Islam. Tidak dipungkiri media memberi peranan penting dalam penyampaian informasi. Terlebih kemajuan teknologi menjadikan media adalah terobosan masa kini yang mampu menjawab perkembangan zaman. Siapa pun dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu Islam pun menjadikan ini sebagai peluang penyebarluasan ide-ide Islam. Dengan tujuan agar tidak ada satu kepalapun yang terlewati tanpa pemikiran Islam.

Ketujuh, sanksi tegas kepada para pelaku zina, pembuangan bayi, dan aborsi. Islam memiliki sanksi berupa hukuman cambuk dan rajam bagi pelaku zina sehingga dapat membuat efek jera dan takut bagi masyarakat. Maka dengan sendirinya masyarakat pun akan berpikir jika ingin melakukan perbuatan serupa. Begitu pula dengan pembuangan bayi atau bahkan aborsi semuanya akan ditindak tegas oleh hukum Islam dan ketentuan khalifah.

Inilah cara-cara Islam yang dapat menghapuskan KTD, zina, aborsi dan maksiat-maksiat lain yang terjadi di masyarakat. Maka cukuplah ayat ini menjadi pengingat bagi kita “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.  Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-a'raf: 179). Wallahu a'lam bishawab



*Pemerhati Lingkungan dan Generasi dari Balikpapan Timur



Ilustrasi mallory.blogspot.com








This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.