Prostitusi Artis Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Hot News

Hotline

Prostitusi Artis Buah Penerapan Sistem Kapitalis


Oleh: Erna Ummu Azizah *

Dapurpena.com - Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan pemberitaan prostitusi online yang menyeret sejumlah artis ternama. Sejauh ini polisi telah mengantongi data nama 45 artis yang tergabung dalam jaringan prostitusi online, di samping Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila. Polisi juga menyebut usia mereka rata-rata masih di bawah 30 tahun. (Detik News, 11 Januari 2019)

Seakan tiada henti kasus-kasus seperti ini terus saja terjadi. Dan mirisnya dari hasil pemeriksaan digital forensik ponsel tersangka muncikari ditemukan fakta mengejutkan. Sebab ada sejumlah nama yang ternyata diketahui masih berusia 19 tahun.

Sosiolog Imam Prasodjo menilai, praktik prostitusi yang dilakoni oleh selebriti tercipta sebagai dampak era kapitalisme global. "Segalanya bisa jadi komoditi, bisa diperjualbelikan, termasuk imaji". (BBC News, 06 Januari 2019)

Menurut Imam, sosok selebriti yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga punya ketenaran, berpendidikan, dan memiliki karier, memiliki nilai jual yang lebih di mata konsumen bisnis prostitusi. Mereka dianggap terbuai imaji dari sosok tersebut.

Maraknya kasus prostitusi artis ini semakin membuktikan bahwa sistem kapitalisme demokrasi yang diterapkan di negeri ini hanya akan membawa generasi kepada kehancuran. Bagaimana tidak, dalam sistem ini peran agama dipinggirkan, sehingga orang sudah tak takut lagi akan dosa.

Belum lagi gaya hidup hedonis materialis yang menjadikan harta begitu dipuja. Hingga lupa halal haram. Apapun dilakukan yang penting bisa hidup mewah dengan segala sesuatu yang wah. Karena bagi pemujanya itulah standar hidup bahagia. Maka tak heran jika akhirnya prostitusi pun dijadikan lahan bisnis bagi para artis. Na'udzubillah.

Dan mirisnya lagi, Undang-Undang di Indonesia tidak ada pasal yang menyatakan bahwa tindakan prostitusi online merupakan tindakan pidana sebab kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan dan si korban tidak tereksploitasi.

Padahal, Indonesia adalah negeri dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Mestinya tegas dalam memberlakukan hukum bagi para pezina. Karena zina itu adalah perbuatan maksiat yang diharamkan dalam Islam. Sebagaiman firman Allah SWT:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S Al-Isra’ ayat 32).
Inilah rusaknya sistem kapitalis, yang menjadikan kemaksiatan semakin tumbuh subur dan merajalela. Dan ini mestinya menjadi renungan bagi kita semua. Banyaknya bencana dan musibah yang menimpa negeri kita tercinta, bisa jadi merupakan teguran dari Allah SWT.

Apabila perbuatan zina dan riba sudah terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah rela terhadap datangnya adzab Allah untuk diri mereka. (HR. Hakim)

Oleh karena itu, sudah saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme demokrasi. Dan bersegera kembali kepada sistem Islam yang aturanNya berasal dari Allah, Sang Pencipta sekaligus Pengatur manusia. Karena sungguh, hanya dengan penerapan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah 'ala minhajjin nubuwwah, akan tercipta kebaikan dan keberkahan bagi kita semua. Wallahu alam bi ash-shawab

*Ibu dari Komunitas Peduli Generasi dan Umat Bogor.

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.