Tolak V-Day !

Hot News

Hotline

Tolak V-Day !


Oleh : Siti Hartanti *

Dapurpena.com - Bulan Februari, ada satu hari yang diklaim sebagai hari ‘kasih sayang’. Dirayakan tiap tahunnya, yakni tanggal 14 Februari. Banyak hal yang sudah tentu dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan. Terbukti euforia perayaan V-Day mulai menggema. Media media kian gencar memberitakan hal hal berbau Valentine, mulai dari kuliner pilihan, kado yang cocok, pakaian, referensi tempat romantis, hingga kata-kata romantis pengisi kartu ucapan. Tak Ketinggalan para pelaku usaha pun memanfaatkan momentum untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Sebagaimana dilansir dari OkeLifeStyle, senin (04/02/2019) bahwa Outerbloom sebagai penyedia romantic gift telah meluncurkan mawar abadi di Central Grand Indonesia Ground Floor. Mawar asli diawetkan sehingga kecantikannya mampu bertahan hingga 3 tahun. Dikatakan, agar awet pula kasih sayang kepada pasangan.

Menyikapi euforia dan opini yang gencar diberitakan oleh media, tentu ini tidak terjadi begitu saja. V-Day adalah bagian dari serangan propaganda Barat berpola 4F(Fun, Food, Film and Fashion) dengan sasaran umat muslim, khususnya kawula muda. Lihat saja, media online (situs web, aplikasi, media sosial) getol memasukkan konten nuansa V-Day hingga media offline baik digital maupun non digital pun tak kalah bersaingnya. Terlepas dari tujuan finansial, ini  tentu berbahaya. Ibarat kata, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Generasi muslim rusak, untung banyak.

Gencarnya pemberitaan sebelum hari H tentu agar perayaan V-Day menjadi trending topik di kalangan pemuda muslim. Ini dimaksudkan untuk menarik animo pemuda zaman now agar mengisi absensi perayaan V-Day dengan segala kesenangan yang ditawarkan para kapitalis lewat propaganda medianya. Para pemuda yang tidak memiliki pemahaman Islam akan  mengikuti meski tak tahu, sejatinya V-Day itu apa.

 Maka tak heran, Barat dengan sangat mudah merusak generasi muslim. Produk produk misalnya mawar dan coklat dijual dengan kondom sebagai hadiah juga hotel dan penginapan dibandrol dengan harga cukup fantastis tetapi sesuai fasilitas dengan jaminan keamanan. Serta tempat hiburan malam pun tak luput diiklankan. Jika niat sekedar memperoleh keuntungan, lalu untuk apa diadakan hadiah dan jaminan tersebut, bukankah itu akan membahayakan kelangsungan perusahaan, meski kemungkinannya kecil. 

Belum lagi, negara terkesan mendukung perayaan V-Day yang membahayakan generasi ini. Dengan alasan hak asasi, negara tidak melarang pengadaan pernak pernik berhadiah tersebut termasuk penginapan yang memfasilitasi pasangan "haram". Apalagi dengan adanya penarikan pajak yang dianggap menambah pemasukan di kas negara. 

Pun negara tidak mampu melindungi pemuda dari perbuatan maksiat. Inilah wajah negara berideologi kapitalis-sekuler. Generasi dikorbankan demi keuntungan semata. Akibatnya, free sex, aborsi, perselingkuhan berujung perceraian hingga HIV/AIDS meningkat usai perayaan ini. Karenanya, umat islam wajib tahu sejarah V-Day  agar berhenti memuja trending Fun ala Barat.

Sejarah V-Day

Ada beberapa versi yang mengungkapkan asal usul perayaan ini. V-Day adalah budaya paganism, ritual animisme. Asal mulanya adalah Lupercalian Festival untuk memuja dewa kesuburan dalam mitologi Yunani (Lupercus, tuan para Satyr). Dalam perayaan Lupercalia, masyarakat berpesta sex untuk mengambil semangat keluarga Lupercus, maksiat semalam. 

Hingga akhirnya, perayaan Lupercalia menjadi perayaan wajib Romawi dengan menjadikan hari itu untuk bersenang-senang dengan berzina dan bermaksiat. Kemudian diadopsi oleh Kristen hingga tahun 496, Paus Gelasius meresmikan V-Day sebagai agenda tahunan.

The Catholyc Encyclopedia Vol.XV sub judul St. Valentine menuliskan 3 nama Valenitine yang mati pada 14 Februari, salah satu versi menceritakan bahwa Kaisar Cladius II menganggap tentara muda bujangan lebih kuat dalam medan peperangan  daripada orang yang menikah. Kaisar lantas melarang para pemuda menikah, namun St. Valentine melanggarnya dengan menikahkan pasangan secara diam-diam hingga ia pun ditangkap dan dipenjara. 

Ia akan dihukum gantung pada 14 Februari 269M. Sore hari sebelum Santo Valentine gugur sebagai martir, ia menulis surat cinta kepada perempuan sipir penjara yang membawakannya makanan, tertulis “Dari Valentinemu”. Kata ini yang sering dijumpai di kartu ucapan tiap V-Day. Dari sejarah tersebut, bagaimana Islam memandangnya?

Perspektif Islam tentang perayaan V-Day

Allah SWT berfirman,
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, hati semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.(QS.Al-Isra’: 36)
Dalam tafsir Al Aisar, Haram berkata atau berbuat tanpa didasari ilmu, karena dapat menyebabkan kerusakan. Dan Allah akan menanyakan seluruh anggota badan dan meminta persaksiannya.

Ayat di atas secara tegas melarang sikap  membebek, artinya mengikuti sesuatu tanpa tahu sejarahnya, bagaimana pandangan Islam dan dampak apa yang akan terjadi.
Rasulullah Saw. bersabda,
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.”(HR.Abu Dawud)

Para ulama sepakat bahwa mengikuti perayaan orang kafir sama dengan tasyabbuh bil kuffar sehingga haram hukumnya, bahkan dosanya jauh lebih besar, karena di dalamnya mengandung kesyirikan, kekufuran, dan kemaksiatan lainnya. 

Oleh karena itu, mari Tolak Valentines Day!! Jangan mau dijebak oleh propaganda kufur Barat yang ingin menyesatkan dan menghancurkan akidah Islam kita. Ungkapan cinta dan kasih sayang bisa disampaikan kapan saja,tentu dengan cara yang benar.

*Aktivis LDK UPMI IAIN Kendari

Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.