Jadikan Dakwah Sebagai Poros Kehidupan

Hot News

Hotline

Jadikan Dakwah Sebagai Poros Kehidupan


Dapurpena.com - Dakwah adalah kewajiban bagi setiap individu dan dia adalah sebuah aktifitas mulia yang dipuji oleh Allah karena sesungguhnya dakwah adalah aktifitas para nabi dan RasulNya. Sehingga bagi seorang muslim yang mengambil jalan dakwah ini sama dengan dia telah mengikuti jalan para Nabi dan Rasul.

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung."(QS. Ali-Imran : 104)

قُلْ هَـٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّـهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّـهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS:Yusuf : 108)

Subhanallah. Sungguh beruntung bagi orang-orang yang bisa menjalaninya. Namun tak sedikit pula orang-orang yang masih memandang sebelah mata aktifitas dakwah ini dengan berbagai alasan yang ada. Apalagi dalam sistem kapitalis saat ini yang mendorong tiap orang untuk berlomba-lomba mengejar materi dan materi yang bersifat duniawi hingga lupa akan kewajibannya untuk bekal di akhirat nanti.

Ayah sibuk bekerja mencari nafkah hingga larut malam dari senin sampai sabtu, dan ketika diajak mengaji/berdakwah beralasan tak punya waktu karena minggu hari untuk keluarga. Demikian juga para ibu - kaum perempuan -, dia juga disibukkan oleh rutinitas sebagai ibu yang mengurus anak dan rumah tangganya. Bahkan ada yang harus berkarier diluar rumah, sehingga habislah waktu yang dia punya. Atau generasi mudanya, para pelajar dan remajanya, merekapun juga disibukkan dengan kegiatan sekolah hingga tak sempat lagi untuk mengaji atau berdakwah.

Semua itu tak lain adalah ulah sistem kapitalis yang rusak yang dengan sengaja membuat propaganda-propaganda untuk menjauhkan kaum muslimin dari agamanya juga dakwah. Dan kaum muslimin tanpa sadar dengan senang hati mengambilnya sebagai gaya hidup mereka. Muncullah gaya hidup hedonisme, individualisme, konsumtif, permisif, dan lain sebagainya yang itu bertentangan dengan Islam sebagai agama mereka. Akhirnya kaum muslimin tersibukkan dengan urusan dunia dan semakin jauh dari ajaran Islam. Mereka seakan-akan takut tidak bisa makan atau memenuhi kebutuhannya jika mereka tidak bekerja dan meluangkan waktunya untuk dakwah. Jadilah mereka sibuk mengejar dunia dan melalaikan kewajibannya berdakwah. Padahal tidak demikian. Bahkan Allah telah berjanji dalam salahsatu firmanNya :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya dia (akan merasakan) kehidupan yang sempit (di dunia), dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Thâha/20:124)

Juga dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi dada mu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)”

Dari dalil-dalil diatas bisa kita katakan bahwa dengan menyibukkan diri dalam aktifitas dakwah tidak menjadikan hidup kita miskin atau kekurangan, tapi justru sebaliknya Allah akan menjamin dan mencukupkan kebutuhan kita.

Maka, jangan pernah ragu atau takut menjadikan dakwah sebagai aktifitas utama dalam hidup ini. Jadikanlah ia sebagai poros kehidupan. Artinya, semua aktifitas hidup kita yang seharusnya mengikuti atau menyesuaikan aktifitas dakwah. Agendakan waktu untuk dakwah. Berikan waktu khusus untuk berdakwah. Jangan berdakwah dengan sisa-sisa waktu yang kita punya.

In syaa Allah dengan demikian hidup kita akan bertambah berkah dan bermakna karena tidak hanya dunia yang kita raih tapi juga akhirat.
In syaa Allah.


Anisya Dimyati
Ibu Rumah Tangga, member Akademi Menulis Kreatif

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.